http://www1.adsensecamp.com/show/click.php?sid=mRdDaoNm8jEfHjaXqGsflH3ruphn9bMloL0lNGftgL4%3D&mid=EjaJmS1dntm%2BX72MOzJDBQE8LK%2Fi2T92ec739JbynYU%3D&ogi=r1efHiL667Gw178F%2FwEKiwD6bAvnS98FPQzVjg73xyM%3D&omid=BQd02UEWA%2Fs%3D&chan=WB3ae77b+8A%3D&i=6zepDC1828IRA3NnZPI4x3y5wpnCV3PoyW5ZUNXhvNnNjvvVUPwD4yC5ALPkvmVH&r=S3bVBZ7uC8wCmvRpmt5qgx15VfAQVibWFgEk6cp8ypeT9DR6G2klxBQeXRxSdpEI0ExoTzy48Q%2F%2BY7zpAqYiXA%3D%3D&a=xHMulCJa2UOFnEPfzInWFAfTW4SZZC8wcztg31qspQrmhhJRxvOKbj7L8Xrjcyq4NdhBTaHVaYGQ8JZ5LlQdtXZlYikVkwaBQji7ZbeS7HgSHL5%2FxUQ%2BIk%2FlBGI9VYuZFkkvG4usQIrdUSVoTlbfSQ%3D%3D

Warga Temukan Kura-kura Raksasa

JAKARTA - "Saya tidak mimpi apa-apa. Ini kura-kura bukan siluman ya," sahut Haji Zaenudin Bombay, warga Jalan Tanjung Barat Selatan atau Gang 100 Rt 11/ RW 01, saat warga terus-menerus bertanya hal yang sama kepadanya, Senin (14/11/2011).


Semua penasaran tentang bagaimana kura-kura raksasa ini ditemukan. Mereka juga bertanya apakah ada pertanda berupa mimpi atau apapun. Berhubung kura-kura raksasa ini ditemukan pada hari unik yaitu Jumat (11/11/2011). Angka triple 11 memang diyakini membawa peruntungan khusus bagi sebagian orang.


Haji Bombay dengan sabar menjawab pertanyaan warga yang datang silih berganti. Ibu-ibu usai pengajian, anak-anak, remaja, hingga media massa televisi, cetak, online, pejabat kelurahan Tanjung Barat, hingga aparat polisi dari polsek Jagakarsa. Ia membebaskan orang untuk melihat tanpa ditarik bayaran.


"Padahal saya baru kehilangan motor nih. Kalau saya tarik pungutan seribu per orang wah, sudah kaya saya," seloroh Haji Bombay.


Sambil berusaha melayani petugas kelurahan yang datang, ia bolak-balik mengawasi anak-anak yang menonton kura-kura yang disimpan di lahan kosong depan rumahnya di Jalan Tanjung Barat Selatan atau Gang 100 Rt 11/ RW 01.

"Eh, jangan terlalu dekat, nanti jatuh digigit," kata Haji Bombay.

Saat ini kura-kura itu disimpan di kolam kecil bekas memelihara ikan yang panjangnya 2,5 meter, lebar 1 meter, dengan kedalam 1,5 meter. Tubuh kura-kura dengan berat sekitar 140 kilogram tersebut, tampak tak memiliki banyak ruang gerak. Sekali-sekali satwa itu berputar berganti arah.

Gelombang warga yang datang tak henti-henti, hingga hari menjelang gelap. Akhirnya karena cemas, kolam kering itu ditutup bagian atasnya dengan pagar besi, yang kebetulan disimpan di lahan kosong tersebut.

Menurut Haji Bombay, bila gelombang warga yang berdatangan semakin banyak dan tak dapat lagi diawasi, ia akan menutup gerbang lahan kosong tersebut