http://www1.adsensecamp.com/show/click.php?sid=mRdDaoNm8jEfHjaXqGsflH3ruphn9bMloL0lNGftgL4%3D&mid=EjaJmS1dntm%2BX72MOzJDBQE8LK%2Fi2T92ec739JbynYU%3D&ogi=r1efHiL667Gw178F%2FwEKiwD6bAvnS98FPQzVjg73xyM%3D&omid=BQd02UEWA%2Fs%3D&chan=WB3ae77b+8A%3D&i=6zepDC1828IRA3NnZPI4x3y5wpnCV3PoyW5ZUNXhvNnNjvvVUPwD4yC5ALPkvmVH&r=S3bVBZ7uC8wCmvRpmt5qgx15VfAQVibWFgEk6cp8ypeT9DR6G2klxBQeXRxSdpEI0ExoTzy48Q%2F%2BY7zpAqYiXA%3D%3D&a=xHMulCJa2UOFnEPfzInWFAfTW4SZZC8wcztg31qspQrmhhJRxvOKbj7L8Xrjcyq4NdhBTaHVaYGQ8JZ5LlQdtXZlYikVkwaBQji7ZbeS7HgSHL5%2FxUQ%2BIk%2FlBGI9VYuZFkkvG4usQIrdUSVoTlbfSQ%3D%3D
Tampilkan postingan dengan label Rubrik Usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rubrik Usaha. Tampilkan semua postingan

4 Hal Buruk yang Dilakukan di Meja Kerja

KEBANYAKAN dari kita menghabiskan sebagian besar waktu dalam sehari untuk duduk di depan komputer. Pada sekitar 8 jam sehari yang biasa kita habiskan berada di belakang meja, kita bisa melakukan tindakan yang bisa merugikan kesehatan sendiri. Berikut empat hal yang sebaiknya tidak dilakukan di meja kerja.

a. Makan tidak teratur
Bila menggabungkan kegiatan makan dengan bekerja, hati-hatilah karena bisa mengacaukan berat badan. Sebab, kiat cenderung makan tanpa sadar saat bekerja. Jika bisa, beristirahat dari meja dan makan di tempat lain di mana Anda dapat fokus pada piring Anda.

b. Menyilangkan kaki
Ini mungkin tidak terpikirkan, tapi orang cenderung akan menyilangkan lutut ketika duduk. Ini dapat menyebabkan penumpukan tekanan di kaki. Tidak hanya itu, ini juga salah satu alasan mengapa terlalu lama duduk dapat membuat tubuh sakit. Jadi cobalah untuk menjaga lutut agar tidak dalam posisi menyilang.

c. Memakai earphone terlalu keras
Kadang-kadang, pekerjaan yang membosankan memang membuat kita ingin mendengarkan lagu bersemangat dengan volume keras. Tapi pastikan Anda tidak menyetel musik melalui earphone dengan irama yang terlalu keras. Karena bisa merusak gendang telinga.

d. Tidak istirahat
Sedang fokus mengerjakan tugas? Jangan sampai itu membuat Anda lupa mengisi gelas, keluar makan siang, atau mengistirahatkan mata ketika ditunggu tenggat. Kita pun sering mendengar seberapa buruk duduk terlalu lama bisa berdampak buruk pada kesehatan secara keseluruhan. Padahal istirahat hanya membutuhkan waktu beberapa menit dari waktu Anda dan akan membuat Anda merasa jauh lebih baik.


READ MORE » 4 Hal Buruk yang Dilakukan di Meja Kerja

Memanfaatkan Sampah Secara Efisien

MULYADI, mengoperasikan pencacah sampah
Bagi sebagian orang, sampah menjadi musuh yang sangat dihindari. Bahkan mereka kebingungan membuang sampah. Namun, bagi warga Ds. Sengked, RT 03/03, Dramaga, Kab. Bogor, sampah merupakan aset yang harus diolah sehingga bisa meningkatkan taraf kehidupan mereka.

Warga yang sadar betapa berartinya sampah akhirnya membentuk bank sampah "Senang Artos" atau Senar. Bantuan dari program Posdaya beberapa tahun lalu serta transfer ilmu dan teknologi mahasiswa IPB tidak mereka sia-siakan. Buktinya, saat ini bank yang mereka kelola bisa memproduksi pupuk cair, pupuk kompos, hingga kerajinan dari bekas bungkus sabun, pewangi, dan plastik lainnya.

Salah seorang pengelola, Mulyadi, Minggu (20/11) mengatakan selain mendapatkan keuntungan dari penjualan pengolahan sampah, warga juga merasakan manfaat kebersihan lingkungan.

Air selokan yang mengalir di sekitar permukiman warga pun jernih, sejernih air PAM. Belum lagi kondisi permukiman yang bersih karena hampir tidak ada sampah yang berserakan di sekitar rumah warga. "Bagi kami, sampah bukan musuh. Namun, aset dan penambah pemasukan bagi ekonomi keluarga kami," kata Mulyadi.

Sampah basah yang dikumpulkan warga dibeli oleh bank sampah dan diolah menjadi pupuk cair. Sementara, sampah kering digiling hingga menjadi pupuk kompos yang laik jual.

Pengumpulan sampah biasanya dilakukan dua atau tiga hari sekali. Khusus untuk sampah bekas bungkus plastik, diolah menjadi kerajinan seperti tas, dompet, payung, hingga jas hujan. Hasilnya dikumpulkan ke pengepul dan dipasarkan sampai ke beberapa daerah di Jabar, Jakarta dan sekitarnya. "Bahkan, yang bagus bisa tembus ekspor katanya," lanjut Mulyadi.

Sampai basah sendiri diolah menjadi pupuk cair setelah dicampur dengan sejumlah bahan lainnya. "Ilmunya dapat dari mahasiswa, mereka yang ngasih tahu, terus kita praktikin. Hasilnya lumayan untuk dijual," tambah Mulyadi.

Dari sekitar 5 kilogram sampah basah (kulit buah atau sayur) yang dicampur dengan air dan beberapa bahan lainnya bisa menghasilkan 20 botol ukuran 600 ml pupuk cair yang dijual seharga Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per botol.


READ MORE » Memanfaatkan Sampah Secara Efisien

Mendirikan Bisnis Pribadi Saat Jadi Karyawan Kantoran

Siapapun kita, jika masih menjadi karyawan saja tentunya akan terus merasakan sekat-sekat ketidakbebasan untuk meraih pendapatan yang besar. Kalaupun tidak punya malu dan tanggung jawab pada diri, keluarga dan Tuhan jalan pintas menghalalkan segala cara ditempuh untuk meraih pendapatan yang lebih tinggi, korupsi. di satu sisi jika ingin keluar dari perusahaan masih butuh pemikiran beribu-ribu kali. Lalu, bagaimana kita bisa mendapatkan tambahan income tanpa harus meninggalakan status karyawan?

Karyawan bergaji dobel atau bahkan lebih, kenapa tidak??? karyawan jadi Bos, kenapa tidak??? bukanlah aib jika seorang karyawan memiliki gaji dobel atau bahkan lebih, bukanlah aib seorang karyawan bisa menjadi bos di luar perusahaan dimana ia bekerja. Jika karyawan memanfaatkan fasilitas kantor untuk urusan pribadi termasuk bisnis, itu barulah bisa dikatakan aib (kecuali perusahaan mengizinkan karyawannya untuk menggunakan fasiltas kantor untuk kepentingan pribadi termasuk berbisnis).Banyak orang yang mulai membangun bisnisnya tapi masih enggan meninggalkan statusnya sebagai karyawan kantoran. Banyak yang berhasil, tapi banyak juga yang gagal. Bagaimana agar Anda menjadi salah satu dari mereka yang berhasil?

Tentu Anda sudah banyak mendengar saran bahwa jika seseorang ingin menjadi seorang pengusaha, maka mulailah usaha tersebut sebelum ia keluar dari pekerjaannya yang sekarang. Memang, ini saran yang bagus, tapi sebenarnya tak semudah itu untuk menjalankannya.

Pertama, orang tersebut harus pandai membagi waktu antara bekerja dan membangun bisnis. Umumnya, karena terikat jam kerja dan komitmen terhadap pekerjaan di kantor, ia hanya punya waktu sedikit untuk memikirkan bisnisnya. Padahal jika targetnya ingin menjadi murni pembisnis, maka ia harus bisa membangun bisnisnya dengan serius agar nantinya ia bisa membayar biaya hidup sehari- hari.

Kedua, ia tentu tak ingin bisnis yang sedang dibangun diketahui atasan. Ini tentu saja karena setiap karyawan tidak ingin dicap sebagai karyawan yang tidak berdedikasi atau berkomitmen tinggi terhadap perusahaan. Karena itulah, peraturan penting bagi mereka yang ingin memulai bisnis saat masih menjadi karyawan ialah jangan membawa atau mengerjakan bisnis Anda di kantor.

Memang godaan fasilitas di kantor bisa saja membuat seseorang tertarik untuk mengerjakan bisnisnya di waktu luang di kantor, tapi privasi di kantor yang tidak bisa dijamin bisa jadi malah membahayakan statusnya sebagai karyawan.

Lalu, bagaimana langkah yang harus ditempuh agar seorang karyawan bisa tetap merintis usahanya? Deborah A Bailey, penulis buku "Think Like an Entrepreneur: Transforming Your Career and Taking Charge of Your Life", memberikan tipsnya.

Cari waktu atau tanggal yang tepat untuk mengerjakan bisnis tersebut secara penuh atau full time.

Cobalah membuat target yang realistik, artinya cobalah untuk menetapkan tanggal yang nyaman bagi diri sendiri dan yakin bahwa di waktu yang ditetapkan bisa menangani bisnis dengan baik.

Cek pengeluaran

Seberapa besar dana yang dibutuhkan untuk membangun bisnis tersebut serta biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan pribadi. Mereka yang sedang merintis karier harus mampu mengurangi pengeluaran. Pasalnya, jika nanti ia memutuskan untuk keluar dari pekerjaan sementara bisnisnya belum mapan maka masalah pengeluaran akan menjadi masalah besar.

Mulailah untuk membayar tagihan kartu kredit

Siapkan rencana untuk membayar tagihan-tagihan kartu kredit. Siapkan juga rencana bujet untuk pengembangan bisnis.

Bersiap untuk bekerja sendiri

Jika bisnis yang direncanakan lebih banyak dilakukan di rumah dan tanpa rekan kerja atau asisten, bersiaplah untuk bekerja seorang diri. Siapkan juga jaringan kerja atau jaringan pertemanan agar nantinya berguna saat bisnis sudah berjalan sepenuhnya.

Buatlah sebuah misi atau target yang ingin dicapai dalam bisnis tersebut

Target bisa dibuat dalam bentuk business plan atau sebuah pernyataan misi bisnis. Yang penting isinya menyangkut inti dari bisnis tersebut dan mengapa mengerjakan bisnis itu. Ingatlah bahwa memilih untuk berbisnis tidak hanya sekadar keinginan untuk tidak bekerja pada orang lain tapi mengetahui apa yang sedang dan akan dikerjakannya dalam bisnis tersebut.

Menjaga bisnis tetap berjalan

Bagaimana jika meninggalkan pekerjaan dengan segera bukanlah menjadi prioritas? Bagaimana jika pekerjaan di kantor dan bisnis atau usaha sampingan ingin dijalankan secara bersamaan? Bailey memberikan saran sebagai berikut.

Buat batasan

Klien dalam bisnis bisa saja meminta waktu lebih, tapi prioritas tetaplah pekerjaan di kantor. Seseorang yang memilih untuk membagi pekerjaannya antara karyawan sekaligus pengusaha harus mampu mengatakan pada kliennya bahwa ia punya waktu yang terbatas untuk menangani bisnis. Tetaplah memprioritaskan pekerjaan daripada nantinya dipecat dari pekerjaan karena tidak mampu bekerja dengan baik.

Berhati-hatilah dalam menggunakan social media.

Berhati-hatilah jika ingin mempromosikan bisnis secara online karena bisa jadi perusahaan mengecek aktivitas karyawannya di dunia online. Jika bisnis yang dikerjakan berada di bidang yang sama dengan pekerjaan tetap, maka hindari berkompetisi secara langsung di dunia online.

Jangan tergoda menghamburkan pendapatan

Memiliki usaha sampingan sudah pasti akan memberikan tambahan pendapatan setiap bulannya. Namun, jangan lantas membuat penghasilan tambahan itu mendorong untuk memperbesar pengeluaran per bulan. Tak ada gunanya jika penghasilan bertambah tapi pengeluaran untuk hal yang bukan prioritas juga bertambah. Lebih baik uangnya digunakan untuk mengembangkan usaha.

Sadar ataupun tidak setiap hari harta yang kita miliki cenderung merosot nilainya disebabkan inflasi yang terus menggerogot sehingga kenaikan sebesar apapun dari gaji kita terasa takkan pernah cukup terlebih jika penyakit konsumtif selalu menghinggap dalam diri. Jika melihat tabunganpun belum seberapa dan cenderung terkuras baik oleh penyakit tadi atau bahkan oleh maling yang meng-klaim ATM milik kita alias dibobol.

Memang tak dapat dipungkiri jika karyawan berbisnis pastilah membutuhkan energi lebih dan strategi yang oke dalam mengatur segala aktifitas kerja dan bisnis. Tentunya, seorang karyawan akan memulai dengan mengorbankan tenaga waktu dan uang untuk menjadikan bisnis yang sedang dibangunnya dapat menjadi kerajaan bisnis yang kokoh sebelum memutuskan fokus pada bisnisnya sendiri. Ekstra time dalam bekerja bukanlah part time mau tak mau harus disadari oleh seorang karyawan di saat merintis bisnis. ekstra, karena waktu kerja dari jam 8 sampai jam 5 sore berada di kantor milik orang lain jika pun dipakai paling tidak hanya satu jam saat istirahat (terlalu sedikit waktu). maka, mau tak mau waktu di luar jam tersebutlah aktifitas bisnis dibangun.

Untuk mensiasati waktu dan tenaga seorang karyawan dapat mendelegasikan bisnisnya kepada orang yang dipercayainya sekaligus tetap mengontrol kerajaan bisnis yang baru dibangunnya, hanya sedikit mengorbankan dana.

Banyak peluang usaha yang dapat dijalankan oleh seorang karyawan, antara lain:

1. Bisnis pulsa; bisnis pulsa adalah salah satu peluang yang mudah untuk dijalankan oleh seorang karyawan. Seorang karyawan bisa memanfaatkan HPnya sendiri dengan mendaftarkan HPnya untuk berbisnis pulsa elektrik. Banyak yang gratis untuk pendaftaran, seorang karyawan hanya diminta untuk deposit sesuai kemampuan keuangannya. Selanjutnya tinggal ditawarkan ke rekan-rekan kerja atau sanak-keluarga, tapi hati-hati banyak penawaran bisnis pulsa dalam bentuk "jaringan" yang hanya sebagai kamuflase bisnis karena intinya tidak berbisnis pulsa tapi berbisnis jaringan atau menjual keanggotaan saja.

2.Keagenan; banyak peluang keagenan yang ditawarkan lihat saja di beberapa tabloid usaha hanya dengan 200 ribu sampai 500 ribu kita bisa menjadi agen salah satu produk seperti agen dan distributor produk sendal unik, obat-obat herbal, buku, dan lain sebagainya.

3. MLM; tak sedikit orang yang kecewa dan trauma jika mendengar kata MLM. Bagi karyawan yang memiliki sedikit kesulitan dalam presentasi ataupun merekrut bahkan menjual produk khusus sebaiknya dipikir berkali-kali untuk menjadi member salah satu MLM.

4. Freelance; seorang karyawan bisa mengambil job di luar waktu kerjanya. Jual keahlian yang dimiliki seperti mengajar, menjadi trainer ataupun tutor, design, dan masih banyak lagi.

5.Toko online; cukup beli domain dan hosting plus mencari distributor ataupun membuat produk sendiri selanjutnya jual via internet. Jika tidak memiliki kemampuan untuk membuat sebuah toko online bisa di outsourcekan saja ke orang lain untuk semua perangkat yang terkait dengan website dan internet. Ajak kerjasama orang-orang yang paham dunia internet dan toko online.

6.Franchaise dan kemitraan; semua sistem dan produk sudah disiapkan oleh pemilik frainchaise dan franchaisee (yang mengambil franchaise) tinggal menjalankan sistem dan promosi. Banyak franchaise ataupun kemitraan yang hanya membutuhkan modal sedikit kok.

Sering-sering baca tabloid usaha dan bisnis atau searching di internet terkait dengan peluang-peluang bisnis dan jalankan!

Naik jabatan memang menyenangkan bagi hampir semua orang. Namun, di balik itu, bos baru yang mantan karyawan harus bisa mengatur gaya kepemimpinannya agar bisa mengatur anak buah yang dulu adalah rekan kerjanya.

Dalam kondisi ekonomi yang cenderung stabil, Anda bisa jadi mendapatkan promosi jabatan yang sedari dulu sudah Anda idamkan. Jabatan baru tersebut tentu menyenangkan Anda.

Namun, posisi baru itu juga berarti bahwa Anda harus mampu berkomunikasi baik dengan rekan-rekan kerja, terutama rekan kerja yang akan langsung menjadi bawahan.

Mengapa komunikasi menjadi penting? Sebab, kesuksesan kepemimpinan terletak pada kemampuan atasan untuk membangun hubungan kerja yang positif dengan bawahannya.

Atasan juga harus bisa mengambil otoritas dan keputusan yang tegas, memiliki misi yang jelas agar bawahan mampu bekerja dengan baik. Tentu saja tak mudah untuk membangun komunikasi yang baik, sekaligus tegas kepada bawahan yang tadinya adalah rekan kerja Anda.

Robert Half International meramu beberapa strategi untuk membantu Anda atau siapa pun yang ingin membangun komunikasi dengan baik sebagai atasan baru.

Bertemu dengan anak buah

Ini adalah agenda pertama yang harus Anda lakukan. Cobalah melakukan pertemuan empat mata terhadap masing-masing anak buah dan pastikan agar mereka mengerti beberapa hal yang menjadi tujuan Anda dalam memimpin mereka.

Beberapa hal yang harus Anda tekankan dan harus mereka pahami ialah perannya di departemen yang Anda pegang, termasuk tanggung jawab yang harus mereka pikul.

Arahan ini patut dilakukan karena bisa jadi ada perubahan di departemen yang kini Anda pimpin. Selain itu, sampaikan harapan harapan Anda untuk mereka. Misalnya Anda menginginkan copywriter agar bisa lebih proaktif dalam melakukan survei untuk kepentingan kampanye yang baru.

Anda juga bisa meminta staf yang paling berpengalaman untuk mengambil tanggung jawab yang lebih banyak.

Pahami bawahan

Tak hanya menyampaikan harapan, sebagai atasan, Anda juga harus mencoba mengenali karakter masing-masing anak buah dan memahaminya. Ini penting agar Anda bisa membantu mereka menampilkan kekuatan terbaiknya tanpa harus merasa tertekan.

Selain itu, berikan mereka kesempatan untuk menyampaikan pandangan atau masukan demi kebaikan departemen yang Anda pimpin. Minta mereka juga untuk memberikan solusinya agar masalah yang ada bisa dipecahkan bersama.

Buat batasan

Karena Anda dulunya berada dalam satu level bersama bawahan Anda yang sekarang, Anda harus mulai memikirkan batasan pergaulan Anda dengan mereka. Tanyakan kepada diri Anda sendiri, apakah Anda masih bisa keluar dan bersenang-senang bersama mereka setelah pulang kerja? Apakah Anda masih bisa bergurau dengan mereka seperti dulu?

Memang, tak ada jawaban baku untuk hal ini, tapi satu hal yang jelas ialah, Anda harus bisa membuat batasan antara atasan dan bawahan. Misalnya saja, jika dulu masih menjadi bawahan, Anda sering mengeluh kepada rekan kerja tentang atasan atau kebijakan perusahaan.

Namun, kini karena Anda bagian dari tim manajemen, maka Anda tidak boleh lagi melakukannya. Jika ada masalah, maka Anda harus menyikapinya dengan bijak, misalnya dengan memberikan semangat, panduan, dan meyakinkan bawahan bahwa semuanya akan bisa dikendalikan.

Jangan punya anak emas

Salah satu rekan kerja Anda mungkin saja adalah teman dekat atau sahabat Anda. Namun, sebagai atasan, Anda harus bisa memperlakukan setiap staf dengan sama rata dan kepedulian yang juga sama.

Jika Anda hanya memberikan tugas tertentu kepada satu atau beberapa staf favorit Anda, maka hal tersebut bisa menimbulkan kecemburuan. Anda juga bisa dianggap mengabaikan talenta yang dimiliki staf yang lain.

Lagi pula tugas Anda sebagai atasan membuat setiap bawahan bekerja dengan produktivitas yang tinggi dan masing-masing memiliki beban kerja yang sepantasnya.

Bersikap tegas jika perlu

Beberapa bawahan bisa saja mengabaikan perintah Anda atau terlambat menyelesaikan pekerjaannya. Jika ini terjadi, Anda harus bersikap tegas pada mereka.

Tanyakan mengapa mereka bersikap seperti itu. Jika Anda anggap alasannya kurang kuat, Anda harus menegaskan kembali tugas mereka. Bahkan, untuk bawahan yang mungkin sudah Anda kenal bertahun- tahun, Anda harus tetap tegas agar tak menimbulkan kecemburuan staf yang lain.

Ini juga menjadi ujian bagi kredibilitas Anda sebagai pemimpin untuk mampu membimbing semua karyawannya mencapai tujuan bersama.

Cari bimbingan

Tak peduli seberapa hebatnya Anda, Anda harus tetap berkonsultasi dengan orang-orang yang pernah menduduki jabatan seperti Anda. Tanyakan kepada mereka yang berhasil memotivasi dan mendorong anak buahnya untuk mencapai tujuan bersama, bagaimana langkah-langkah untuk bisa sukses berkomunikasi dan membimbing stafnya.

Yang harus Anda ingat, menjadi supervisor atau manajer adalah langkah pertama Anda menuju puncak karier. Jadi, jangan sampai kerja Anda sebagai atasan untuk pertama kalinya dinilai buruk oleh manajemen perusahaan.


READ MORE » Mendirikan Bisnis Pribadi Saat Jadi Karyawan Kantoran

Freeport Buka 1.100 Lowongan Tenaga Ahli Khusus Orang Papua

Jakarta - PT Freeport Indonesia membuka lowongan kerja untuk 1.100 tenaga ahli baru. Syarat pelamar adalah orang Papua atau memiliki KTP berdomisili Papua.

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Freeport Ramdani Sirait saat ditemui di kantor Freeport, Kuningan, Jakarta, Rabu (12/10/2011).

"Kami memang membuka lowongan 1.100 tenaga ahli baru. Kita memiliki program baru, untuk melakukan penambangan bawah tanah," jelas Ramdani.

Dia mengatakan, kegiatan tambang Freeport di tambang Grasberg yang berada di gunung akan berhenti 2016. Sehingga Freeport akan memaksimalkan tambang di bawah tanah.

"Syarat (pelamar) orang Papua atau yang ber-KTP Papua. Ini implementasi rekrutmen kami dalam jangka panjang. Banyak yang kami butuhkan, di kelistrikan atau general helper," tutur Ramdani.

Dikatakan Ramdani, selama ini Freeport lebih banyak mempekerjakan tenaga dari Filipina untuk mengembangkan tambang bawah tanah karena belum ada tenaga ahli Indonesia yang mampu. Namun ke depan Freeport akan merekrut tenaga lokal.

"Selama ini tambang bawah tanah banyak dari Filipina, ekspatriat. Mereka berpengalaman," ujarnya.

READ MORE » Freeport Buka 1.100 Lowongan Tenaga Ahli Khusus Orang Papua

Lapangan Kerja Baru Olahan Ekonomis Sampah Organik

Permasalahan sampah menyimpan pertanyaan dan misteri besar, bagaimanakah strategi dan langkah-langkah penyelesaiannya? Namun sampah sebenarnya sangat unik dan menarik untuk di kaji lebih dalam. Sampah yang setiap hari dihasilkan, baik dari rumah tangga, pasar dan lain-lain, adalah sumber daya ekonomi yang mesti dijaga dan dikelola dengan baik. 

Pemerintah pun telah mengeluarkan kebijakan UU No. 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah serta kebijakan lainnya yang menyusul kebijakan tersebut, namun hal ini belumlah cukup bila pemerintah tidak mengarahkan atau mengajarkan kepada masyarakat bagaimana seharusnya sampah itu di kelola, atau setidaknya pemerintah harus berupaya mensosialisasi akan perlunya perubahan paradigma tentang mengelola sampah, bahwa sampah itu bukan masalah tapi sebuah anugerah dan berkah dari sang pencipta yang harus diberdayakan.

Upaya pemerintah kab/kota di Indonesia untuk mencari tempat pembuangan sampah yang representatif mengalami kesulitan, karena pendekatannya bukan mengolah, melainkan membuang sampah. Pada akhirnya hanya berupaya mencari lahan kosong dan kemudian berpindah lagi jika telah penuh atau dianggap tidak layak. Ini hampir menyerupai gaya petani nomaden yang suka berpindah-pindah lahan untuk bercocok tanam. Kalaupun saat ini ditemukan, namun memang sering ada beberapa daerah yang menata TPA atau wilayah lainnya, seperti TPS, Pasar Tradisional atau sumber sampah lainnya, tapi hanya sekedar menghadapi sebuah acara, even atau semacam penilaian Piala Adipura, namun setelah itu timbul pertanyaan, kenapa pengelolaan tidak sustainable (berkelanjutan)

Pola Inti Plasma Dalam Pengelolaan Sampah
Untuk ke depan, diharapkan adanya perubahan-perubahan kebijakan dan langkah yang mendasar dari pemerintah kab/kota. Pemerintah kab/kota mestinya sudah mulai mempersiapkan diri untuk segera menghentikan bentuk sentralisasi dalam pengelolaan sampah menjadi bentuk se-Desentralisasi (sentralisasi desentralisasi). Saat ini masyarakat telah mengetahui kinerja perusahaan daerah kebersihan yang tidak berhasil dalam pengelolaannya, bahkan kadang TPA, telah berpartisipasi dalam bencana yang menimpa masyarakat sekitarnya. Maka upayanya, segera se-desentralisasi-kan dan atau privatisasikan pengelolaan sampah kota kepada pihak swasta atau Pengelolaan sampah berbasis komunal (libatkan langsung masyarakat)
Langkahnya dengan menumbuhkan dan mengikutsertakan masyarakat Kelompok Usaha Bersama (KUB) atau pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang sanggup mengelola sampah kota di lingkungan setingkat kelurahan/kecamatan. Sedangkan target pihak UKM (swasta) tadi adalah minimal sisa sampah yang selama ini tidak bisa terangkut ke TPA yang ada dapat diselesaikan (dikelola). Dengan pola ini, pemberian peran kepada pihak swasta harus dilakukan dengan kebijakan yang sama, termasuk kepada PD/Dinas Kebersihan Kebersihan sendiri. Artinya, sisi bisnisnya diserahkan kepada mekanisme pasar, tidak boleh ada intervensi yang memihak kepada salah satu pihak, atau dimonopoli sendiri oleh pemerintah.

Pola yang lain seperti Dinas Kebersihan atau PD Kebersihan hendaknya diarahkan menjadi salah satu perusahaan pemasok dan pengolah sampah daur ulang saja, namanya pun perlu diubah supaya lebih jelas menjadi PD Pengelola Sampah Kota dengan spesifikasi dan kompetensi bidang usahanya yaitu jasa pemasok dan pengolah sampah daur ulang, bisa berupa produksi pupuk kompos (sampah organic padat dan cair) atau produksi plastic film grade dan non film grade (sampah anorganik), nanti industri ini yang mendukung pengelolaan sampah kota oleh masyarakat (home industri) yang didirikan di wilayahnya atau wilayah sumber sampah, ini juga bisa disebut pola usaha inti-plasma, Dinas Kebersihan atau PD. Kebersihan sebagai usaha inti dan masyarakat pengelola (KUB atau UKM) sebagai usaha plasma.
Hal ini penulis sarankan sebagai bentuk pengelolaan yang ideal (se-Desentralisasi) karena berbasis masyarakat (komunal), dimana masyarakat sendiri sebagai produsen sampah serta pemerintah (Usaha Inti) mensubsidi Kantung Kresek Sampah kepada masyarakat (terjadi subsidi silang).Sangat luar biasa, jika kebijakan dalam pengelolaan sampah kota pun dilakukan demikian. Masyarakat pasti tidak perlu lagi dipungut biaya-biaya apa pun (retribusi) untuk sampah, bahkan pihak pengelola dari perusahaan pengolah kompos/perusahaan daur ulang disyaratkan dapat menyediakan minimal 2-3 tong sampah untuk warga masyarakat, masing-masing untuk sampah organik, anorganik, dan sampah-sampah berbahaya lainnya.
Sampah yang telah terpilah dibeli oleh perusahaan tersebut, juga masyarakat diberi reward karena misalnya, telah berhasil memilah sampah organik dan anorganik serta sampah berbahaya lain dari rumah tangganya dengan baik dan kontinu sesuai dengan permintaan pihak pengelola sampah, hal ini juga sebagaimana yang diamanatkan dalam UU No. 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah tersebut.
Pemerintah Kab/Kota di seluruh Indonesia diharapkan tidak lagi memaksakan diri untuk mempertahankan status PD. Kebersihan, tapi harus lebih realistis melihat sisi manfaat dan dampaknya. Perubahan status ini memang tidak terlepas dari peran dan dukungan pihak legislatif. Untuk itu, diharapkan juga kalangan DPRD Kab/Kota ikut memikirkan secara serius dan objektif perubahan kebijakan pengelolaan sampah ini. Jangan sampai jadi masalah terus, apalagi karena sampah sampai merenggut korban jiwa. Kasihan bukan ?
Bagaimana pendapat teman semuanya, mari kita memberi masukan/saran kepada pemerintah / masyarakat agar problem sampah ini dapat teratasi., atau memberi karya nyata, terkhusus di lingkungan kita masing-masing, mulai yang kecil (pilah sampah di rumah tangga). Katanya kecil itu indah.
Sampah menjadi persoalan yang cukup serius bagi masyarakat terutama di wilayah perkotaan. Selama ini masyarakat membuang begitu saja sampah ke tempat-tempat sampah dan menyerahkan urusan selanjutnya kepada petugas kebersihan dan urusan selesai. Tetapi sesungguhnya permasalahan tidak selesai sampai di situ. Timbunan sampah di tempat pembuangan akhir menjadi problem tersendiri, problem kesehatan, pencemaran dan keindahan lingkungan. Seiring dengan perkembangan pertanian organik, sampah organik dapat diubah menjadi pupuk organik yang memiliki potensi mendatangkan keuntungan.

Peluang usaha pengolahan sampah organik ini cukup menjanjikan karena permintaannya semakin meningkat seiring dengan trend pertanian organik yang makin diminati oleh masyarakat.
Saat ini harga pupuk organik di pasaran saat ini berkisar Rp 1000 sampai Rp 2000, selain itu proses pengolahan sampah organik menjadi kompos tidaklah rumit dan dapat dilakukan pada skala rumah tangga maupun skala industri. Sehingga peluang Usaha pengolahan sampah organik menjadi sangat terbuka bagi siapa saja.  Keuntungan dari usaha pengolahan sampah organik tidak hanya dari  hasil berupa kompos, tetapi juga kebersihan lingkungan yang terjaga.

Secara kualitas sampah organik ternyata bisa menjadi pupuk kompos yang berkualitas tinggi. Saat ini  setidaknya ada dua daerah yang telah cukup sukses menjadi Model bagi pengembangan program kompos dari sampah organik ini, yaitu Kabupaten Bantul di Daerah Istimewa Yogyakarta  dan Sragen Provinsi Jawa Tengah. Melalui kerjasama dengan Bank Danamon  berupa Program Danamon Peduli dua kabupaten itu telah melakukan pembangunan unit-unit pengolahan sampah di pasar tradisional yang ada di daerah masing-masing.
Program Danamon peduli sendiri berencana membangunkan percontohan kepada satu pasar tradisional di kabupaten dan kota di seluruh Indonesia yang mempunyai komitmen tinggi dalam memecahkan masalah sampah untuk kesejahteraan masyarakat. Dengan program ini dapat mengatasi problem kebersihan sampah yang dihadapi oleh pasar tradisional di satu sisi dan menghasilkan produk bernilai ekonomis di sisi yang lain. Satu unit pengelolaan kompos dapat mengolah 5 ton sampah organik menjadi 2 ton pupuk organik berkualitas tinggi, menanggulangi kelangkaan pupuk dan lahan kritis, mengurangi beban TPA serta biaya pengelolaan sampah, menyerap 4 tenaga kerja, dan mencegah pemanasan global. Dengan demikian Program Pengelolaan sampah organik ini akan memberikan beberapa solusi permasalahan sekaligus.

Manfaat Pengolahan Sampah Organik
Manfaat Kompos yang telah diproduksi dirasakan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul pada bidang pertanian bawang. Kompos yang diproduksi dari pasar Bantul berhasil meningkatkan panen bawang merah di 17 hektar lahan berpasir Sanden, Bantul hingga 30% dan mengurangi pemakaian pupuk kimia sampai 70%. Di tahun 2008, Pemerintah Kabupaten Bantul telah mereplikasi program melalui dana APBD ini di pasar Imogiri dan pasar Niten. dengan demikian pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos telah mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan dari berbagai aspek. Selain itu ada beberapa keuntungan lain yang bisa diperoleh yaitu:

* Mereduksi sampah secara sistematis.
* Membuka lapangan kerja baru karena tiap unit mampu menyerap 4-6 tenaga kerja.
* Menambah penghasilan bagi komunitas pasar.
* Menyediakan pupuk organik berkualitas tinggi bagi petani dengan harga terjangkau.
* Menanggulangi kelangkaan pupuk dan lahan kritis.
* Mengurangi beban pengelolaan sampah pemerintah daerah
* Mencegah pemanasan global.
* Mendukung terciptanya ketahanan pangan nasional berbasiskan pertanian organik.

Pengolahan Sampah Skala Rumah Tangga dan Usaha Kecil
Pengelolaan sampah organik tidak saja menjadi monopoli pemerintah atau  lembaga besar saja, dalam skala usaha kecil dan rumah tangga bisa dilakukan. Melihat sukses yang telah dicapai oleh program tersebut, pengolahan sampah organik membuka peluang usaha yang memiliki potensi ekonomi untuk skala rumah tangga dan Usaha Kecil dan Menengah. Dalam skala rumah tangga dapat dilakukan pengolahan sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga, atau kumpulan beberapa rumah tangga. Misalnya dalam satu RT dilakukan pengorganisasian dan pengolahan secara bersama-sama. Model sampah organik rumah tangga yang segar dan lunak,  sangat mudah untuk dikomposkan sehingga bisa dilakukan oleh kebanyakan orang.

Model Pengorganisasian Pengolahan Sampah Organik
Untuk mendukung keberhasilan pengolahan sampah organik menjadi kompos yang bernilai ekonomis dibutuhkan model pengorganisasian yang baik. Model pengorganisasian pengolahan sampah organik dalam lingkungan RT atau kelompok usaha kecil dapat mengadokomasi model pengorganisasian sebagai berikut:
1. Kegiatan ini diorganisir oleh pemimpin masyarakat setempat (Ketua RT/RW), dibantu sebuah tim pelaksana (Komite Lingkungan).
2. Ada keteladanan dari para pemimpin masyarakat, tokoh masyarakat, pemuka agama yang menjadi panutan masyarakat setempat.
3. Dibangun komitmen di antara seluruh warga, lingkungan bagaimana yang ingin dicapai.
4. Ada pendampingan agar kegiatan berkelanjutan, kader/motivator yang mendampingi harus sudah berpengalaman melakukan pengomposan.
5. Proses pengomposan dipilih yang tidak menimbulkan bau ialah proses fermentasi.
Dengan manajemen dan pengorganisasian yang baik usaha pengubahan sampah organik menjadi kompos akan mendatangkan keuntungan. Nilai tambah dari usaha ini bisa meningkat denganbudi daya tanaman organik yang pupuknya berasal dari produksi sendiri.

READ MORE » Lapangan Kerja Baru Olahan Ekonomis Sampah Organik