http://www1.adsensecamp.com/show/click.php?sid=mRdDaoNm8jEfHjaXqGsflH3ruphn9bMloL0lNGftgL4%3D&mid=EjaJmS1dntm%2BX72MOzJDBQE8LK%2Fi2T92ec739JbynYU%3D&ogi=r1efHiL667Gw178F%2FwEKiwD6bAvnS98FPQzVjg73xyM%3D&omid=BQd02UEWA%2Fs%3D&chan=WB3ae77b+8A%3D&i=6zepDC1828IRA3NnZPI4x3y5wpnCV3PoyW5ZUNXhvNnNjvvVUPwD4yC5ALPkvmVH&r=S3bVBZ7uC8wCmvRpmt5qgx15VfAQVibWFgEk6cp8ypeT9DR6G2klxBQeXRxSdpEI0ExoTzy48Q%2F%2BY7zpAqYiXA%3D%3D&a=xHMulCJa2UOFnEPfzInWFAfTW4SZZC8wcztg31qspQrmhhJRxvOKbj7L8Xrjcyq4NdhBTaHVaYGQ8JZ5LlQdtXZlYikVkwaBQji7ZbeS7HgSHL5%2FxUQ%2BIk%2FlBGI9VYuZFkkvG4usQIrdUSVoTlbfSQ%3D%3D
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Kapal Tenggelam di Maluku Tenggara, 3 Tewas 20 Hilang

Jakarta - Kecelakaan kapal laut kembali terjadi. Kali ini sebuah kapal motor dilaporkan tenggelam di Selat Dalam, perairan Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku. KM ACU yang mengangkut ratusan penumpang mudik Natal, tenggelam dalam perjalanan dari Saumlaki menuju Pulau Sera di Maluku Barat Daya.

Menurut Mathias Malaka, Sekretaris Daerah Kabupaten Maluku Tenggara Barat, sejauh ini dilaporkan tiga penumpang tewas akibat tenggelamnya KM ACU siang tadi. Sementara lebih kurang 80 orang lainnya sudah berhasil dievakuasi dan kini dirawat di sejumlah puskesmas terdekat. Sedang 20 orang lainnya sampai kini masih dalam pencarian.

Mathias mengatakan penyebab tenggelamnya KM ACU ini masih dalam penyelidikan. Hanya, dugaan sementara akibat cuaca buruk. Mathias menambahkan, cuaca di Saumlaki sejak tadi malam sangat buruk. Hujan deras mengguyur disertai angin kencang. Bahkan saat berita ini dibuat pun hujan masih terus mengguyur. Tinggi gelombang dilaporkan 2,6 hingga 3 meter. Proses evakuasi hingga kini masih berlangsung. Pihak Pemkab Maluku Tenggara Barat berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait untuk proses evakuasi ini.

Terkait buruknya cuaca di sekitar perairan Saumlaki, Mathias mengimbau para nelayan dan pelaku pelayaran menangguhkan sementara pelayaran. Cuaca di Saumlaki dan sekitarnya sangat buruk, sehingga dikhawatirkan bisa menimbulkan kecelakaan yang menyebabkan korban jiwa.

READ MORE » Kapal Tenggelam di Maluku Tenggara, 3 Tewas 20 Hilang

Gempa 5,5 skala richter dekat Banten

Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika melaporkan telah terjadi gempa bumi berkekuatan 5,5 pada skala richter di dekat baratdaya Ujungkulon, Banten, Sabtu.

Gempa yang terjadi pukul 06:17:56 WIB itu berpusat di laut pada kedalaman 10 kilometer di dalam bumi.

Posisi pusat gempa berada pada 11.10 lintang selatan-101.70 bujut timur atau 636 baratdaya Ujungkulon, Banten, 701 km baratdaya Krui, Lampung, 725 km baratdaya Bintuhan, Bengkulu atau 790 km baratdaya Jakarta.

Dalam peringatannya, BMKG menyebutkan bahwa gempa itu tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.

Sebelumnya, pada pukul 04:14:52 WIB, juga terjadi gempa berkekuatan 4,6 pada skala richter yang berpusat di 51 km timurlaut Nabire, Papua.

READ MORE » Gempa 5,5 skala richter dekat Banten

Mahasiswa Bakar Diri Itupun Akhirnya Meninggal

JAKARTA – Nyawa Sondang Hutagalung, mahasiswa yang melakukan aksi bakar diri di depan Istana Merdeka pada Rabu (7/12) petang tak tertolong.

Sondang kemarin mengembuskan napas terakhir di ruang Central Medical Unit Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo setelah beberapa hari berjuang melawan luka bakar. ”Yang bersangkutan meninggal dunia pada pukul 17.45 WIB,”ujar Direktur Utama RSCM Akmal Taher kemarin.”Korban sempat dibantu pernafasan selama 15 menit, namun tidak bisa tertolong,” tambah dia.

Akmal sebelumnya menyatakan, sulit bagi mahasiswa program studi Ilmu Hukum Universitas Bung Karno tersebut untuk pulih karena luka bakar mencapai 98%. Pihak keluarga merasa terpukul dengan meninggalnya anggota komunitas Sahabat Munir tersebut. Ibunda Sondang, Saur Dame Sipahutar yang tiba di kamar jenazah menangis histeris.

Seperti tak percaya, dia berulang kali memanggil anak bungsunya itu. ”Sondang sini lihat mama,” kata Saur di antara isak tangisnya. Rasa kehilangan juga dialami rekan-rekan kampusnya. Ketika keranda Sondang keluar dari ruang ICU, kawan-kawannya langsung berteriak.”Hidup Sondang....Hidup Sondang... Hidup Sondang.”

Sondang melakukan aksi bakar diri di depan Istana Merdeka pada Rabu petang seorang diri. Dia terlebih dahulu menyiram tubuhnya dengan bensin yang telah dipersiapkan kemudian menyulut api. Aktivis mahasiswa ini ditolong petugas kepolisian yang berjaga di sekitar lokasi.

READ MORE » Mahasiswa Bakar Diri Itupun Akhirnya Meninggal

Seorang Pria Nekat Bakar Diri di Depan Istana

Pria Bakar Diri
JAKARTA - Seorang pria berusia sekitar 40 tahun nekat membakar dirinya, di depan Istana Presiden, Jakarta, hari Rabu (7/12/2011) sore. Menurut informasi yang diperoleh, dari TMC Polda Metro Jaya, pria tersebut melakukan aksi nekat tersebut lepas pukul 17.00 WIB.

Atas perbuatan nekatnya itu, dia mengalami luka bakar di sekujur tubuh dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta sekitar pukul 17.50 WIB untuk mendapatkan pengobatan.

Kondisi korban ketika dilarikan ke rumah sakit, mengalami luka bakar berat.

Selang beberapa waktu kemudian sekumpulan mahasiswa melakukan aksi solidaritas sebagai rasa simpatik kepada pria yang melakukan aksi bakar diri. Aksi dilakukan puluhan mahasiswa itu di Jalan Diponegoro, tak jauh dari pintu masuk IGD Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, tempat sang laki-laki pelaku bakar diri menjalani perawatan medis.

Pada peserta aksi, membawa sejumlah bunga mawar, sembari membawa spanduk yang berisit tulisan mendukung aksi bakar diri tersebut. Sepanduk tersebut akhirnya diikatkan di pagar rumah sakit.

Aksi mahasiswa untuk pelaku bakar diri.
Karpet hijau pun dibentang di jalan, yang akan digunakan para demonstran untuk menginap, sebagai aksi dukungan mereka terhadap pelaku bakar diri.

Menurut salah seorang demonstran, Deni, Mawar tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap sang pelaku bakar diri, yang kini masih meregang nyawa di ruang operasi.

"Kami percaya, aksi bakar diri dilakukan sebagai bentuk kekecewaannya terhadap pemerintah," katanya.

Aksi tersebut tidak mengganggu arus lalu lintas, karena kendaraan yang melintas menjelang tengah malam tidak lah terlalu banyak.


READ MORE » Seorang Pria Nekat Bakar Diri di Depan Istana

Kecelakaan Termahal, 8 Ferrari, 3 Mercedes dan Lamborghini

TOKYO – Tabrakan beruntun yang melibatkan lebih dari selusin mobil super (supercar) dan kendaraan mahal lainnya di Chugoku Expressway, jalanan utama di Honshu, Jepang, bisa jadi akan tercatat sebagai kecelakaan termahal di dunia.

Tak kurang dari delapan mobil Ferrari, tiga Mercedes Benz, dan sebuah Lamborghini–yang kesemuanya bernilai total sekitar USD4 juta atau Rp36 miliar– serta sebuah Toyota Prius dan Nissan GT-R Skyline rusak berat setelah terlibat dalam kecelakaan pada Minggu (4/12). Kecelakaan terjadi ketika sekitar 20 mobil mahal mengikuti acara konvoi di Perfektur Yamaguchi.

Saat menyusuri jalanan yang basah, sebuah Ferrari berkecepatan tinggi yang berada di depan barisan konvoi tiba-tiba tergelincir dan menabrak pagar pembatas jalan. Menurut Mitsuyoshi Isejima, pejabat eksekutif unit Polisi Lalu Lintas Expressway Perfektur Yamaguchi,sebelum tergelincir, Ferrari itu berusaha pindah jalur dari kanan ke kiri. Mobil-mobil lain yang berada di belakangnya berusaha menghentikan laju kencang mobil mereka.

Namun, tampaknya banyak yang terlambat menginjak rem.Tabrakan beruntun pun tak terhindarkan. Sedikitnya 14 mobil saling berbenturan.Prius dan sebuah mobil lain yang tak masuk rombongan konvoi juga turut jadi korban. Petugas harus menghabiskan lebih dari enam jam untuk membersihkan jalan raya dari mobil-mobil mewah yang ringsek itu. “Saya tak pernah melihat yang seperti ini,” ujar petugas patroli jalan raya Letnan Eiichiro Kamitani yang dihubungi AFP lewat telepon.

“Ferrari jarang bepergian dalam jumlah besar seperti itu.” Akibat kecelakaan ini, 10 orang,terdiri atas lima pria dan lima wanita mengalami luka ringan. “Tampaknya mereka berkendara dengan perpasangpasangan,” papar Kamitani. “Banyak dari mereka yang mungkin dalam perjalanan ke Hiroshima, sekitar 130 km ke arah timur, untuk mengikuti acarakumpulbareng supercardi sana.”

Penyebab kecelakaan belum diketahui pasti. Namun, Kamitani memaparkan, mengebut kemungkinan menjadi salah satu penyebab. “Sekelompok mobil berjalan dengan kecepatan 140–160 km/jam.Salah satu di antaranya berputar dan semuanya berakhir dalam kekacauan besar,” ungkap seorang saksi kepada jaringan TBS.Padahal, batas kecepatan pada jalan raya itu adalah 80 km/jam.

Menurut Kamitani, mobil Ferrari yang berada di depan konvoi itu dikendarai seorang pria berusia 60 tahun asal Chikushino, dekat Fukuoka, di Kyushu. Jika dinyatakan bersalah sebagai penyebab kecelakaan, dia akan menghadapi vonis tiga bulan penjara atau denda hingga 100.000 yen (Rp11,5 juta).

Media Jepang melaporkan, total biaya tabrakan beruntun itu bisa mencapai 300 juta yen (USD3,8 juta atau Rp34,6 miliar), dengan tiap Ferrari baru berbanderol lebih dari 20 juta yen (Rp2,3 miliar) dan harga Lamborghini hingga 30 juta yen (Rp3,4 miliar). Angka itu tampaknya bakal menjadikan kecelakaan di Expressway tersebut sebagai kecelakaan termahal di dunia.

Sebelumnya,rekor kecelakaan termahal di dunia itu terjadi di Monte Carlo, Monako, ketika seorang gadis yang mengendarai Bentley menabrak sebuah Mercedes, Ferrari, Porsche,dan sebuah Aston Martin.Kecelakaan yang melibatkan lima mobil mewah itu diperkirakan memakan kerugian hingga lebih dari USD1,1 juta.

Menurut Sky News, kecelakaan yang terjadi pada Juli lalu itu melibatkan sebuah Bentley Azure (dengan banderol sekitar USD400.000), Mercedes S Class (USD120.000), Ferrari F430 (USD230.000), Aston Martin Rapide (USD230.000), dan sebuah Porsche 911 (USD130.000). Insiden itu terjadi saat Bentley yang dikendarai seorang gadis pirang itu menyerempet Mercedes sebelum menabrak Ferrari.Setelah itu,Bentley itu menghantam Aston Martin dan Porsche.

Wanita pengendara Bentley dan dua penumpangnya itu lantas mengalami hal memalukan setelah dikerumuni turis yang sibuk mengabadikan gambar mereka ketika ketiga orang itu tak bisa membuka pintu mereka.




READ MORE » Kecelakaan Termahal, 8 Ferrari, 3 Mercedes dan Lamborghini

Gunung Gamalama Ternate Dikabarkan Meletus

Gunung Meletus (ANTARA/Jemmy)
Gunung Gamalama, Ternate, Maluku Utara dinaikkan statusnya dari waspada menjadi siaga.

"Statusnya dinaikkan pukul 11 waktu setempat," ujar Kepala Badan Vulkanologi Mitigasi Klimatologi dan Geologi (BVMKG), Surono, Minggu 4 Desember 2011.

Menurut Surono, bisa saja Gunung Gamalama malam ini sudah meletus. Pasalnya, saat ini sedang hujan deras disertai angin kencang dan listrik mati.

"Kalau secara instrumental bisa saja sudah meletus. Tapi secara visual tidak bisa kelihatan," jelasnya.

Informasi yang dihimpun, Gunung Gamalama meletus sekitar 22.25 WIB. Saat ini, Maluku Utara masih hujan deras dan listrik di sekitar padam.

READ MORE » Gunung Gamalama Ternate Dikabarkan Meletus

Sebelum Terjun, Kevin Tinggalkan Secarik Surat

Jakarta - Pemuda 21 tahun bernama Kevin yang tewas setelah terjun dari lantai sepuluh East Mall Grand Indonesia rupanya meninggalkan secarik surat. Menurut Koentjoro Noerwibowo, Corporate Affair Grand Indonesia, di surat tersebut Kevin menuliskan pesan beserta nama dan nomor kontak orangtuanya.

“Di surat tersebut ia menulis permintaan maaf dan ucapan terimakasih,” kata Koentjoro saat ditemui di Grand Indonesia pada Minggu 4 Desember 2011 malam.


Surat itu, kata Koentjoro, sudah berada di kepolisian. “Mereka yang selidiki,” katanya. Koentjoro mengatakan bahwa pihak Grand Indonesia belum berani menyimpulkan sebab kematian Kevin, meski ditemukan secarik surat di badannya.  “Kalau dugaan gampang ya bunuh diri. Tapi biar polisi yang selidiki,” katanya.

Koentjoro mengatakan saat ini polisi tengah memeriksa lantai sepuluh tempat parkir East Mall Grand Indonesia. Diduga di sana terdapat mobil yang dibawa oleh Kevin. Di dalam mobil tersebut, kata Koentjoro, ada sebuah laptop. “Polisi sedang periksa,” katanya.

Kevin tewas setelah terjun dari lantai sepuluh East Mall Grand Indonesia. Seorang saksi mata bernama Adrian Adi, 22 tahun, mengatakan laki-laki tersebut tewas langsung tewas di tempat dengan kondisi kepala pecah.

Lantai di mana Kevin loncat merupakan area parkir East Mall Grand Indonesia. Berdasarkan kesaksian Adrian, Kevin jatuh ke area luar mall, dekat portal keluar parkir mall. "Ada yang lihat tadi laki-laki itu sedang merokok di pinggir, kemudian jatuh," katanya saat ditemui pada Minggu 4 Desember 2011 malam.

Koentjoro mengatakan peristiwa ini merupakan insiden bunuh diri yang kedua. Kejadian bunuh diri di Grand Indonesia pertama kali terjadi pada 2009. Seorang perempuan loncat dari ketinggian hingga tewas. “Terjadi saat saya berada empat meter jaraknya dari perempuan itu,” kata Koentjoro.

READ MORE » Sebelum Terjun, Kevin Tinggalkan Secarik Surat

Aceh & Papua Barat Digoncang Gempa

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengkabarkan Gempa melanda kawasan Sinabang, Nangroe Aceh Darussalam (NAD) pada pukul 01.09 WIB, dini hari. Gempa berkekuatan 5.1 Skala Ritcher (SR) tersebut tidak menimbulkan potensi tsunami.

Seperti yang dilansir situs BMKG, Senin (5/12/2011), gempa tersebut terjadi di kedalaman 10 kilometer. Lokasi gempa berada pada 1.48 LU - 95.26 BT.

Gempa tersebut terletak di 165 kilometer barat daya Sinabang, provinsi NAD. Gempa juga berjarak dari 260 kilometer Barat Laut Gunung Sitoli.

Sementara sebelumnya BMKG Wilayah V Jayapura, Papua, juga menginformasikan bahwa terjadi gempa berkekuatan 3,4 skala Richter dengan pusat di darat, 4 km tenggara Rasiei, Teluk Wondama, Papua Barat, Minggu, pukul 21.53 WIT.

Gempa yang terjadi pada Minggu malam itu berposisi di 2,75 Lintang Selatan dan 134,54 Bujur Timur. Pusat gempat diperkirakan berada di kedalaman 77 km, dan dirasakan di Wasior, Papua Barat.

Hingga berita ini diturunkan belum ada laporan dari instansi berwenang baik di Aceh dan Papua Barat mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa.


READ MORE » Aceh & Papua Barat Digoncang Gempa

Tembok Rumah Roboh Tewaskan 8 Orang

Sebuah tembok pembatas milik proyek perumahan di Jalan Suka Damai Makassar roboh, Minggu 4 Desember 2011. Akibatnya, delapan orang warga Kelurahan Sinrilaja tertimpa runtuhan dan tewas di tempat.

Menurut salah seorang anggota Basarnas Sulsel, Hamsidar, tim evakuasi yang tiba di lokasi telah berhasil mengangkat 16 warga di lokasi kejadian. Termasuk delapan orang yang tewas.

"Baik korban tewas maupun luka-luka dievakuasi di 4 rumah sakit yakni, RS Ibnu Sina, RS Awal Bros, RS Faisal dan RS Bhayangkara," kata Hamsidar kepada VIVAnews.com, Minggu 4 Desember 2011.

Dalam evakuasi yang masih berlangsung hingga petang ini, tim SAR bersama warga menggunakan alat berat. Menurutnya, kemungkinan masih ada korban yang tertimbun di reruntuhan tembok sepanjang sekitar 100 meter tersebut.

Sementara itu, Wakapolrestabes Makassar, AKBP Endi Sutendi mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 Wita.

Saat kejadian, kota Makassar sedang diguyur hujan deras yang disertai dengan angin kencang. Sejumlah warga yang berdampingan dengan tembok itu, sedang berlindung di dalam rumah. "Merekalah yang rata-rata menjadi korban," kata AKBP Endi Sutendi.

Dia menambahkan, kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa ini. Sebagai langkah awal, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi yang menyaksikan kejadian.

READ MORE » Tembok Rumah Roboh Tewaskan 8 Orang

Wilayah Banjir Bandang Terisolir

Lokasi banjir bandang di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, hingga Minggu (4/12/2011) pagi ini masih terisolasi akibat akses jalan dari dan ke lokasi banjir di Kecamatan Kulawi tersebut masih terputus.

"Kami sekarang ini sulit mau keluar dari desa ini karena jalan menuju keluar terputus," kata Maun, seorang warga Desa Bolapapu yang dihubungi melalui telepon genggam, Minggu.

Sebuah jembatan yang terhubung ke Desa Bolapapu, pusat terjadinya banjir bandang pada Sabtu (3/12/2011) sore, putus sehingga akses menuju desa tersebut juga terputus. Lumpur yang tinggi juga ikut menyulitkan tim SAR untuk menuju desa tersebut.

Cuaca buruk pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari juga menghambat sehingga upaya pencarian rencananya baru akan dilakukan Minggu pagi ini.

Wartawan yang tiba di lokasi Sabtu malam juga kesulitan mengambil gambar rumah-rumah yang rusak akibat diterjang banjir, sehingga sebagian wartawan hanya mengambil gambar dari kejauhan.

"Kami tidak bisa menyeberang ke lokasi banjir karena lumpurnya sampai di paha," kata Pataruddin, koresponden Indosiar, Minggu dini.

Di sekitar lokasi banjir sudah tampak aparat dari TNI dan Polri serta tim penolong. Aparat masih belum mengizinkan masyarakat sekitarnya mendekati lokasi banjir bandang karena khawatir terjadi banjir susulan.

Warga juga juga dilarang mendekat ke rumah-rumah warga korban banjir untuk menjaga kemungkinan masih ada barang berharga yang bisa diselamatkan dalam rumah tersebut. Sementara itu ratusan warga dari Desa Bolapapu sudah mengungsi ke rumah ibadah dan sanak keluarga terdekat.

Menurut warga, banjir bandang tersebut terjadi pada Sabtu sekitar pukul 15.30 WITA. Banjir tersebut terjadi beberapa jam setelah hujan lebat mengguyur. Warga tidak menduga ternyata air bah disertai batu dan tanah liat meluncur dari ketinggian hingga menyapu lebih dari 100 rumah penduduk.

Empat orang telah ditemukan tewas dalam peristiwa tersebut. Pemerintah daerah setempat kini masih melakukan pendataan terhadap anggota keluarga masyarakat setempat.

Wakil Bupati Sigi, Livingstone mengatakan, banjir tersebut berasal dari sungai kecil di desa itu. "Banjir kali ini merupakan terbesar selama puluhan tahun terakhir," kata Livingstone.

READ MORE » Wilayah Banjir Bandang Terisolir

Kejadian Longsor di Nias, Akibatkan 37 KK Kehilangan Keluarga

NIAS - Para kurir secara bergantian menyeberangi jembatan penghubung seadanya guna memberikan informasi terkini. Bahkan warga rela berbasah-bahasan mengabarkan perkembangan yang terjadi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nias Selatan, Arototona Mendeva menjelaskan menurut informasi yang dikumpulkan BPBD Nias Selatan peristiwa bermula tanpa tanda-tanda sebelumnya.

Namun diduga kuat akibat hujan yang tak henti selama tiga hari terakhir sehingga bukit diatas pemukiman warga lonsor. Sedikitnya 37 kepala keluarga (KK) kehilangan anggota keluarganya.

READ MORE » Kejadian Longsor di Nias, Akibatkan 37 KK Kehilangan Keluarga

Daftar Korban Robohnya Jembatan Kartanegara

Jembatan gantung terpanjang di Indonesia yang melintasi Sungai Mahakam di Kalimantan Timur runtuh Sabtu sore, 26 November 2011, dan tinggal menyisakan dua pilar penyangganya. Hingga berita ini diunggah, sedikitnya 13 orang tewas.

Seluruh korban tewas kini sudah dapat diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri. Ketua Tim DVI Kaltim AKBP Dr. Budi Heryadi mengatakan, DVI ini merupakan system identifikasi dengan jumlah korban yang banyak. Pada kasus di Tenggarong ini, DVI diturunkan khusus untuk mengenali identitas jenazah yang telah rusak dan susah dikenali.

DVI menggunakan fase antermotem atau system pengenalan jenazah menggunakan sidik jari dan tanda-tanda yang diberikan oleh keluarga korban. Semua data dikumpulkan oleh DVI kemudian dicocokkan oleh petugas.

Budi menjelaskan, kondisi korban tewas yang ditemukan hari ini sudah tidak normal lagi. Telah terjadi pembengkakan dan proses pembusukan terhadap jenazah. Hal itu menyulitkan proses identifikasi dari polisi. Di dalam air, proses pembusukan jenazah terjadi setelah 24 jam. Setelah itu, tubuh akan gembung karena berisi udara dan seperti balon akan mengapung.

Dia melanjutkan, dari identifikasi tadi, hampir semua jenazah meninggal karena tenggelam. Memang ada beberapa korban yang mengalami luka pada kening atau bagian tubuh lainnya. Tetapi, rata-rata mereka meninggal karena tenggelam.

Berikut daftar korban tewas runtuhnya Jembatan Kartanegara:

1.M Fairuz 22 tahun, Jl.Danau Aji, Tenggarong.
2. Agus 25 tahun, Gang Wakab Tenggarong.
3. Alisyah 6 bulan, JL. Jenderal A. Yani, Loa Kulu
4. Fadlan 17 tahun, Jongkang
5. M Iskandar 35 tahun, Kelurahan Timbau, Tenggarong.
6. Samsul 24 tahun, Tenggarong Seberang.
7. Supremely 31 tahun, Jl. MT. Haryono, Loa kulu
8. M Huzairi 40 tahun, Perum Puri Sungai Kapih, Sambutan, Samarinda.
9. Erli erlianah 39 tahun, Jl. Seluang, RT IV no 61, Tenggarong.
10. Alisha 9 tahun, Jl. Jenderal Ahmad Yani, Loa Kulu
11. Robiansyah 13 tahun, Teluk Dalam
12.Rusmini 30 tahun, Jl. Jenderal Ahmad Yani, Loa Kulu
13. Aldi 12 tahun, Jl. Jenderal Ahmad Yani, Loa Kulu



READ MORE » Daftar Korban Robohnya Jembatan Kartanegara

Saat Runtuh, Jembatan Mahakam Sedang Diperbaiki

Jakarta - Usia Jembatan Mahakam yang runtuh, belum berusia 10 tahun. Pada waktu kejadian, di badan jembatan megah tersebut sedang berlangsung kegiatan perbaikan badan jalan.

"Jembatan baru dibangun 2002," ujar Sapto Anggoro, seorang saksi mata kepada detikcom, Sabtu (26/11/2011).

Menurutnya, seluruh ruas jembatan yang panjangnya mencapai satu kilometer tersebut runtuh total. Hanya pondasi dan bangunan yang menjadi tempat mengantungnya kabel jembatan berjuluk Golden Gate di Kalimantan Timur yang terlihat masih utuh.

"Belum tahu apa penyebabnya, tapi waktu kejadian sedang ada perbaikan badan jalan jembatan," ujarnya.

Jembatan Mahakam membentang antara Tenggarong dan Tenggarong Seberang, Kalimantan Timur. Jembatan dengan panjang total 1.050 meter tersebut merupakan salah satu penghubung penting jalur lintas darat Samarinda dengan Balikpapan, Kalimantan Timur.

READ MORE » Saat Runtuh, Jembatan Mahakam Sedang Diperbaiki

Truk Kontainer Lindas Pemotor Hingga Tewas

Jakarta - Truk kontainer melindas pemotor, Romli (24), yang jatuh setelah menabrak trotoar di Jalan RE Martadita, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Romli tewas dan sang sopir truk sempat kabur.

Saksi mata, Alexander Joshua (14), menceritakan Romli mengendarai motor Yamaha Mio berwarna hitam melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Tanjung Priok.

"Dia sebelum tertabrak kontainer terlebih dahulu menabrak trotoar jalan dan tarjatuh," kata Alexander di lokasi kejadian, Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara, Kamis (15/9/2011). Lokasi tepatnya berada di depan PLTU Tanjung Priok, arah menuju Ancol.

Saat Romli terjatuh tiba-tiba dari arah belakang sebuah truk kontainer bernopol B 9322 SU melindas Romli. "Bagian kepalanya terinjak truk kontainer itu dan langsung meninggal," ujar Alexander.

Menurut Alexander, Romli saat kejadian membawa sebuah karung yang berisi kerang. "Mobil truk yang menabrak terus kabur ke arah Ancol dan meninggalkan pemotor itu," kata Alexander.

Beruntung, truk yang dikendarai Aan Suhartono berhasil ditangkap petugas Satlantas Tanjung Priok di sekitar wilayah Kemayoran.

Aan kemudian digelandang untuk dimintai keterangan di Mapolres Jakarta Utara. Ia mengaku melarikan diri karena takut dihakimi massa setelah menabrak Romli. "Saya takut dipukuli warga di situ kalau langsung berhenti. Makanya saya lari," kata Aan.

Jenazah Romli dibawa ke RSCM untuk dilakukan otopsi.

READ MORE » Truk Kontainer Lindas Pemotor Hingga Tewas

Jatuhnya Pesawat Susi Air

JAKARTA - Pesawat Susi Air yang jatuh di Nabire, Papua Barat, Rabu (23/11/2011) sebenarnya sudah hendak mendarat ketika mengalami kecelakaan. Namun sesaat sebelum mendarat tiba-tiba pilot menaikan kembali badan pesawatnya dan bergerak ke arah kiri, kemudian menabrak tebing yang berada di sekitar bandara.

Kronologi peristiwa jatuhnya pesawat ini dipaparkan oleh pemilik Susi Air, Susi Pudjiastuti dalam konferensi pers di kediamannya, Jalan Surabaya No.24, Jakarta Pusat. Susi menuturkan, awalnya pesawat Cessna Grand Caravan (bukan Twin Otter seperti diberitakan sebelumnya) dengan nomor registrasi PK-VVG lepas landas dari Bandara Nabire menuju Sugapa pada pukul 08.53 WITA.

Tuti menuturkan, saat melakukan penerbangan, pesawat kargo tersebut membawa sejumlah bahan pokok makanan, diantara 75 kg beras, 15 kg mie, 950 kg semen, 4 kg telur, 26 kg jerigen bensin, 5 kg minyak goreng, 8 kg cargo mix.

"Pesawat itu dikendalikan oleh pilot berkewarganegaraan Selandia Baru bernama Jessie Becker, dan co-pilot berkewarganegaraan Spanyol bernama Albert Gallego," kata Susi.

Pukul 09.43 WIT, pesawat kehilangan kontak. Menurut Susi, sepuluh menit kemudian, pada pukul 09.53, pihaknya telah mendapat posisi pesawat tersebut. "Perkiraan hilang kontak adalah 1 km di sebelah barat Bilogai dengan koordinat 3 deg 44.53' Selatan, 137 deg 1.46 Timur," jelas Susi.

Setelah mendapat konfirmasi tersebut, pada pukul 09.55, Susi Air kemudian mengirimkan tim recovery berupa dua pesawat porter dan dua helikopter yang salah satunya milik Airfast. "Jadi ketika informasi itu kita dapat, kita langsung mengirimkan tim recovery ke lokasi kejatuhan pesawat," kata Susi.

Direktur Operasional Susi Air, Christian mengungkapkan, ketinggian pesawat Susi mulai dirasa aneh ketika memasuki jarak 200 hingga 300 meter sebelum bandara Sugapa. Menurutnya, saat ingin mendarat tiba-tiba pilot menaikan kembali badan pesawatnya dan bergerak ke arah kiri, kemudian menabrak tebing yang berada di sekitar bandara.

"Kalau di Bandara Bilogai prosedur pendaratannya sebenarnya kalau kita sudah sampai ke jarak 200-300 meter sebelum landasan itu tidak bisa belok lagi, harus mendarat. Nah dalam posisi seperti ini kita simpulkan kalau ada yang tidak beres saat itu," tuturnya.

Christian mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab jatuhnya pesawat tersebut. "Kita belum dapat simpulkan apa penyebab kejatuhan pesawat itu. Tapi kita sudah menyampaikan peristiwa ini ke KNKP, jadi nanti mereka akan menginvestigasi penyebab seperti apa," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat Susi Air dilaporkan jatuh di Nabire, Papua Barat, Rabu pagi adalah pesawat kargo yang tidak mengangkut penumpang. Pesawat ini diawaki oleh pilot Jessie Becker asal Selandia Baru, dan kopilot Albert Gallego dari Spanyol. Pesawat yang lepas landas dari Nabire menuju Bandara Sugapa, Pegunungan Bintang, Papua ini mengalami kecelakaan saat hendak mendarat.


READ MORE » Jatuhnya Pesawat Susi Air

Dua Suporter Tewas, Belasan Luka

JAKARTA - Antusiasme Suporter Timnas Indonesia yang ingin menyaksikan pertandingan Final Indonesia Vs Malaysia Kemarin Malam sangat tajam. Namun diantara riak antusiasme penonton ini menimbulkan insiden. Dua suporter tim nasional Indonesia tewas dan belasan luka-luka akibat terinjak-injak maupun terkena lemparan benda keras ketika terjadi kekisruhan di Sektor 15 Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, menjelang pertandingan final Indonesia lawan Malaysia, tadi malam.

Menurut Nursyahid, petugas kamar jenazah RS Cipto Mangunkusumo, sekitar pukul 22.10, datang ambulans yang membawa dua jenazah ke kamar jenazah RSCM. Satu jenazah dikenali sebagai Reno Suharto Alfin, 20 tahun, warga Cililitan Besar, Jakarta Timur. Satu jenazah lain yang diperkirakan berusia 17 tahun tidak mengantungi identitas.

Menurut sepupu almarhum, Helmi, korban bersama dengan tiga kerabat dan teman hendak menonton laga final di GBK. Mereka mengantungi tiket kelas tiga. Naas, mereka terjebak dalam keributan menjelang masuk ke stadion hingga terinjak-injak suporter yang memaksa masuk meski tidak mengantungi tiket.

"Selain Reno, satu sepupu saya juga luka di panggul dan kaki akibat terinjak-injak. Sekarang masih dirawat di ICU," terangnya.

Sekitar pukul 11.30 tadi malam, jenazah Reno dibawa pulang keluarganya tanpa dilakukan otopsi. Selain di RSCM, belasan penonton yang terluka juga dibawa ke RS Angkatan Laut Mintohardjo di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Delapan orang dirawat inap, sementara belasan lain diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan.

Menurut seorang petugas informasi RSAL Mintohardjo yang tidak bersedia menyebut namanya, korban yang dirawat umumnya mengalami luka akibat berdesak-desakan.

"Dua orang dibawa ke sini dalam keadaan pingsan. Dua orang lain ditemukan pingsan, sudah bisa disadarkan di stadion, namun dibawa ke sini karena luka-luka. Satu orang luka di kepala karena kejatuhan tembok yang roboh, satu luka patah tulang, dan sisanya luka ringan."

Di antara delapan korban, terdapat Ilham, sembilan tahun, warga Bintaro, Tangerang Selatan, dibawa ke Rumah Sakit Angkatan Laut Mintohardjo dalam keadaan koma dan tubuh penuh memar akibat terinjak-injak.


READ MORE » Dua Suporter Tewas, Belasan Luka

GEMPA 5.3 SR Guncang Bali

Di saat tengah dilangsungkannya Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Nusa Dua, gempa bumi berkekuatan 5,3 Skala Richter.

Situs Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Jumat (18/11/2011), mengabarkan, gempa terjadi sekitar pukul 19.23 WIB. Pusat gempa berada di kedalaman 10 Km di titik 10.75 LS, 113.69 BT.

Dari pantauan gempa tersebut tidak begitu dirasakan warga bali sehingga tidak begitu mengganggu berlangsungnya KTT Asean.
READ MORE » GEMPA 5.3 SR Guncang Bali

Pohon Tumbang, 3 Orang Tewas

Longsor Desa Sariwangi, Kec. Parongpong, Kab Bandung Barat
Bandung - Tiga warga setempat tewas seketika tertimpa pohon raksasa berumur tua di tebing dekat kolam pemancingan di Kampung Pangkalan, Desa Sariwangi, Kecamatan Pearongpong, Kabupaten Bandung Barat, saat hujan badai, Senin siang, 14 November 2011. Ketiga korban adalah warga RW 09 kampung setempat yakni Lilis, 35 tahun, dan anaknya Ragil Mahesa (5), serta tetangga mereka Asep Kurnia (41).

Adapun korban cedera ibu kandung dan suami Lilis, yakni Mariah (54) dan Wawan alias Ajum (41) serta keponakannya, Ajeng (3,5). Ketiganya dilarikan ke Rumah Sakit Cibabat, Kota Cimahi.

"Ini musibah kecelakaan akibat pohon yang sudah tua tumbang lalu menimpa warung di bawahnya, yang didalamnya ada para korban sedang menunggui warung dan berteduh,"ujar Kepala Polsek Cisarua, Ajun Komisaris Jaya Hadianto di lokasi kejadian, Senin sore.

Pohon tua yang oleh warga setempat disebut pohon Kopeng atau Reungas tersebut, ia melanjutkan, diduga tumbang akibat tak kuat lagi menahan gerusan aliran air hujan di bagian akar dan terpaan angin kencang di bagian atas. "Peristiwa terjadi saat hujan angin tadi sekitar jam 13.30,"kata Jaya.

kejadian terletak di samping turunan curam Jalan Desa Sariwangi akses menuju Desa Ciwaruga. Di lahan itu antara lain awalnya terdapat kolam pemancingan ikan milik Wawan, mushola, MCK.

Juga warung milik suami istri Wawan - Lilis, serta pohon tua raksasa di tebing diatas warung. Rubuhan pohon menghancurkan warung Lilis serta merusak MCK dan sebagian bangunan mushola.

Menurut salah satu saksi, Hasan, peristiwa maut diketahui warga sekitar pukul 13.30 WIB. Saat hujan deras itu, pria 32 tahun ini sedang membetulkan saluran air di jalan Pangkalan di atas lokasi kejadian.

"Saat itu tiba-tiba dari bawah datang Pak Ujang yang sambil panik mengabarkan pohon tumbang menimpa warung di pemancingan,"tuturnya. Saat pohon tumbang, kata dia, Ujang bersama Agus sedang berteduh di mushola dan selamat.

Hasan pun memberi tahu warga lain dan lalu bersama Ujang turun ke lokasi kejadian. "Pas saya datang bangunan warung sudah hancur tertimpa pohon, para korban termasuk yang cedera sebagian ada di lokasi warung,"katanya.
READ MORE » Pohon Tumbang, 3 Orang Tewas

Tersengat Listrik Saat Kebasahan Hujan Hingga Tewas

GARUT - Asep Koswara (40), warga RT 1 RW 1 Desa Sirnasari Kec. Samarang Kab. Garut, tewas akibat tersengat listrik, Sabtu (12/11). Pasalnya, dia memegang kabel tegangan listrik dalam keadaan tangan basah sehabis curah hujan turun di kawasan tersebut.

Kejadian diperkirakan berlangsung pukul 16.00 WIB. Setelah hujan turun, Asep hendak memperbaiki genting di rumah tetangganya, Iip Sarifudin (43) Saat hujan turun, air masuk ke kediaman Iip lewat bagian atap yang bolong.

Saat di atap rumah Iip, tak sengaja Asep terpeleset. Tangannya yang basah mencari pegangan, ternyata yang dipegangnya berupa kabel listrik tegangan tinggi yang membentang di atas rumah Iip. Seketika itu, dia tersengat listrik dan langsung meninggal dunia.

Melihat kejadian tersebut, warga beramai-ramai menurunkan tubuh Asep yang sudah tak bernyawa. Jenasahnya langsung dikebumikan di sekitar kediamannya.kehati-hatian dalam bertindak ketika hujan sangat diperlukan untuk menghindari kejadian yang menimpa Asep.


READ MORE » Tersengat Listrik Saat Kebasahan Hujan Hingga Tewas

Gunung Berapi Meletus di Sumbar, Abu Vulkanik Menyulimuti

Gunung Marapi di Kabupaten Tanahdatar dan Agam, Sumbar, pada Sabtu (12/11/2011) sore sekitar pukul 16.35 WIB kembali meletus dengan mengeluarkan asap hitam serta abu vulkanik.

Pantauan ANTARA di Sungaipuar, Kabupaten Agam, Sabtu (12/11/2011), terlihat asap hitam dan abu vulkanik mengarah ke timur dari gunung berketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut (Mdpl) ini.

Asap hitam yang bercampur dengan abu vulkanik tersebut diperkirakan setinggi 200-500 meter dari puncak gunung dan berlangsung cukup lama. Setelah itu, asap hitam dan abu vulkanik hilang untuk beberapa menit.

Kemudian, sekitar pukul 16.45 WIB gunung kembali mengeluarkan asap hitam dan abu vulkanik yang masih mengarah ke timur sekitar 1 kilometer dari gunung.

Asap hitam dan abu vulkanik untuk kedua kalinya ini hilang sekitar pukul 17.00 WIB. Setelah itu, gunung tidak lagi terlihat menyemburkan asap hitam dan abu vulkanik karena tertutup kabut asap.

Dt. Sahril, salah seorang warga Sungaipuar, mengatakan sebelum gunung mengeluarkan asap hitam dan abu vulkanik terdengar suara gemuruh dan dentuman.

"Suara gemuruh terdengar tidak terlalu keras. Tidak lama kemudian, terlihat puncak gunung mengeluarkan asap hitam dan abu vulkanik berwarna hitam pekat," ucapnya.

Dia menyebutkan, pada pukul 13.00 WIB, gunung beberapa kali terlihat menyemburkan asap putih tebal.

Petugas Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bukittinggi, Warseno, Sabtu, membenarkan gunung telah mengeluarkan asap hitam dan abu vulkanik.

"Selain asap hitam dan abu vulkanik, gunung tidak ada mengeluarkan material lainnya seperti lahar yang bisa membahayakan warga yang tinggal di kaki gunung," katanya.

Menurut dia, status gunung masih akan ditetapkan waspada level II. Masyarakat masih dianjurkan untuk tidak melakukan pendakian tiga kilometer dari puncak.

Salah satu gunung aktif di Sumbar setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut (Mdpl) itu telah mengalami peningkatan aktivitas sejak 3 Agustus 2011 sekitar pukul 09.00 WIB.

Gunung ini sempat mengeluarkan abu vulkanik berbau belerang berketinggian 1.000 meter dan menjangkau sejumlah daerah di Sumbar, seperti Agam, Tanahdatar, Padangpariaman, dan Padangpanjang.

READ MORE » Gunung Berapi Meletus di Sumbar, Abu Vulkanik Menyulimuti