http://www1.adsensecamp.com/show/click.php?sid=mRdDaoNm8jEfHjaXqGsflH3ruphn9bMloL0lNGftgL4%3D&mid=EjaJmS1dntm%2BX72MOzJDBQE8LK%2Fi2T92ec739JbynYU%3D&ogi=r1efHiL667Gw178F%2FwEKiwD6bAvnS98FPQzVjg73xyM%3D&omid=BQd02UEWA%2Fs%3D&chan=WB3ae77b+8A%3D&i=6zepDC1828IRA3NnZPI4x3y5wpnCV3PoyW5ZUNXhvNnNjvvVUPwD4yC5ALPkvmVH&r=S3bVBZ7uC8wCmvRpmt5qgx15VfAQVibWFgEk6cp8ypeT9DR6G2klxBQeXRxSdpEI0ExoTzy48Q%2F%2BY7zpAqYiXA%3D%3D&a=xHMulCJa2UOFnEPfzInWFAfTW4SZZC8wcztg31qspQrmhhJRxvOKbj7L8Xrjcyq4NdhBTaHVaYGQ8JZ5LlQdtXZlYikVkwaBQji7ZbeS7HgSHL5%2FxUQ%2BIk%2FlBGI9VYuZFkkvG4usQIrdUSVoTlbfSQ%3D%3D
Tampilkan postingan dengan label Berita Kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Kriminal. Tampilkan semua postingan

Dua Anak Punk Kabur dari Pembinaan Mental & Rohani

Banda Aceh - Dua dari 65 anak punk yang sedang menjalani pembinaan mental dan rohani di Sekolah Polisi Negara (SPN) Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, melarikan diri namun, berhasil ditangkap kembali di pusat kota Banda Aceh.

"Dua anak punk yang sedang dibina itu melarikan diri dari SPN Seulawah sejak Sabtu (17/12) pada saat pergantian pemateri dan tadi malam mereka tertangkap kembali secara terpisah," kata Kapolresta Banda Aceh Kombes Armensyah Thay di Banda Aceh, Minggu (18/12/2011).

Dua anak punk yang melarikan diri itu yakni Syaukani (20) asal kota Lhokseumawe dan Saiful Fadli (17) warga Seutui Kota Banda Aceh.

Armensyah Thay mengatakan, Syaukani ditangkap sekitar pukul 23.00 WIB di sekitar Masjid Raya Baiturrahman dan Saiful pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB saat berada di sebuah warung di kawasan Setui. "Keduanya sudah dijemput oleh pembina dari SPN Seulawah," katanya.

Menurut Armensyah, kedua anak punk itu melarikan diri SPN Seulawah yang berjarak sekitar 60 kilometer lebih dari kota Banda Aceh karena teringat dengan orang tuanya.

Sebanyak 65 anak punk dari berbagai daerah seperti Kota Banda Aceh, Lhokseumawe, Tamiang, Aceh Tengah, Sumatera Utara, Lampung, Palembang, Jambi, Batam, Pekanbaru, Jakarta dan Jawa Barat yang terjaring razia penertiban tim gabungan dari Polresta dan Pemerintah Kota Banda Aceh saat menggelar konser musik di Taman Budaya pada Sabtu (10/12).

Selanjutnya sejak Selasa (13/12) mereka dibawa ke SPN Seulawah untuk mendapatkan pembinaan mental dan rohani selama 10 hari dan selanjutnya akan dikembalikan ke daerah asalnya.

READ MORE » Dua Anak Punk Kabur dari Pembinaan Mental & Rohani

Tim DPR Temukan Fakta Pemenggalan di Mesuji

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Golkar, Bambang Soesatyo, mengungkapkan bahwa tim khusus, yang bertolak ke Lampung dan Sumatera Selatan untuk menyelidiki kebenaran pembantaian warga di Mesuji, menemukan fakta bahwa kejadian pemenggalan kepala di Desa Sodong, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, memang terjadi.

"Peristiwanya terjadi pada April 2011. Hanya, dalam peristiwa itu, tidak ada keterlibatan aparat," ujar Bambang dalam pesan singkat kepada VIVAnews.com, Minggu malam, 18 Desember 2011.

Bambang menambahkan, ada tujuh korban dalam peristiwa itu. Dua orang dari masyarakat dan lima dari perusahaan PT Sumberwangi Alam (Sual).

"Kejadiannya, murni bentrokan masyarakat dengan PAM Swakarsa yang dibentuk perusahaan itu," kata Bambang. Selain itu, lanjut Bambang, tim juga telah mendapat pengakuan tentang kejadian pemenggalan kepala.

"Soal pemenggalan kepala itu telah diakui perusahaan dan Camat di Mesuji. Kasusnya sedang dalam proses hukum. Penyebabnya, sengketa lahan," kata Bambang.

Komisi III DPR, lanjut Bambang, akan segera memanggil Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Gubernur Lampung, Gubernur Sumsel, Kepala BPN (Badan Pertanahan Nasional) untuk meminta penjelasakan soal kasus ini.

Persoalan kekerasan yang terjadi selama puluhan tahun di Mesuji berakar dari persoalan agraria yang berlarut-larut dan tidak terselesaikan. Hal ini makin pelik setelah Menteri Kehutanan memberikan izin perluasan lahan kepada PT Silva Inhutani untuk mengelola lahan dari 33 ribu hektar menjadi 42 ribu hektar, pada tahun 1996.

"Perluasan lahan tersebut mengakibatkan pencaplokan lahan adat yang sebelumnya dikelola ratusan petani," kata Bambang.

READ MORE » Tim DPR Temukan Fakta Pemenggalan di Mesuji

Perempuan Naik Angkot Diperkosa dan Dirampok

JAKARTA - Kejahatan susila yang terjadi di dalam angkutan umum kembali terjadi. Kali ini korban yakni seorang wanita bernama Ros (40) dirampok dan diperkosa oleh tiga orang pria saat menaiki Mikrolet M26 jurusan Kampung Melayu-Bekasi pada Rabu (14/12/2011) pukul 04.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Humas Polda Metro Jaya, Ros pagi hari ini hendak menuju Pasar Kemiri Muka, Depok, Jawa Barat dari rumahnya. Pada pagi hari, Ros biasa menaiki mikrolet M26 yang baru keluar mencari penumpang. Mikrolet M26 ini biasanya dibawa oleh para sopir yang kebanyakan tinggal di Jalan Raden Saleh, Depok. Setiap pagi hari, biasanya mereka akan melalui Jalan Raden Saleh, dan melintas di depan Pasar Kemiri Muka untuk selanjutnya menuju rute sesungguhnya.

Saat menaiki M26 pagi hari ini, Ros yang hendak membeli sayur ini sama sekali curiga. Di dalam angkot itu, ada dua orang penumpang dan seorang sopir yang seluruhnya adalah laki-laki. Namun, tidak jauh dari Jalan Raden Saleh, seorang penumpang yang duduk di belakang menodong Ros dengan golok. Sang sopir bukannya membantu menolong, rupanya juga berkomplot dengan penumpang di belakang.

Sopir lalu memutar kendaraan ke arah Cilodong, dan melewati Jalan Raya Bogor. Kemudian, sopir membawa Rosmiati ke kawasan Cikeas, Cibubur, Jawa Barat. Ros sempat melawan dan berteriak. Salah seorang penumpang itu lalu menyabet bahu kiri atas Ros. Perempuan malang itu lalu dibekap dan ditidurkan di tengah angkot yang masih melaju.

"Di situlah satu orang pelaku memerkosa korban dalam keadaan angkot tetap jalan," ungkap Kasat Reskrim Polres Depok, Ajun Komisaris Besar Firmansyah, Rabu (14/12/2011), saat dihubungi wartawan.

Seorang teman pelaku berperan memegangi Ros. Sedangkan sang sopir menyemangati pelaku untuk melakukan perkosaan. Lampu di dalam angkot saat itu dimatikan agar tidak ada warga yang melihat. Setelah menodai Ros, pelaku dengan tega meninggalkan Ros begitu saja di kawasan Cikeas. Tidak hanya diperkosa, pelaku juga merampas uang Rp 500.000 dan anting korban. "Kami masih memburu pelakunya," ujar Febriansyah.

READ MORE » Perempuan Naik Angkot Diperkosa dan Dirampok

Mahasiswa Bakar Diri Itupun Akhirnya Meninggal

JAKARTA – Nyawa Sondang Hutagalung, mahasiswa yang melakukan aksi bakar diri di depan Istana Merdeka pada Rabu (7/12) petang tak tertolong.

Sondang kemarin mengembuskan napas terakhir di ruang Central Medical Unit Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo setelah beberapa hari berjuang melawan luka bakar. ”Yang bersangkutan meninggal dunia pada pukul 17.45 WIB,”ujar Direktur Utama RSCM Akmal Taher kemarin.”Korban sempat dibantu pernafasan selama 15 menit, namun tidak bisa tertolong,” tambah dia.

Akmal sebelumnya menyatakan, sulit bagi mahasiswa program studi Ilmu Hukum Universitas Bung Karno tersebut untuk pulih karena luka bakar mencapai 98%. Pihak keluarga merasa terpukul dengan meninggalnya anggota komunitas Sahabat Munir tersebut. Ibunda Sondang, Saur Dame Sipahutar yang tiba di kamar jenazah menangis histeris.

Seperti tak percaya, dia berulang kali memanggil anak bungsunya itu. ”Sondang sini lihat mama,” kata Saur di antara isak tangisnya. Rasa kehilangan juga dialami rekan-rekan kampusnya. Ketika keranda Sondang keluar dari ruang ICU, kawan-kawannya langsung berteriak.”Hidup Sondang....Hidup Sondang... Hidup Sondang.”

Sondang melakukan aksi bakar diri di depan Istana Merdeka pada Rabu petang seorang diri. Dia terlebih dahulu menyiram tubuhnya dengan bensin yang telah dipersiapkan kemudian menyulut api. Aktivis mahasiswa ini ditolong petugas kepolisian yang berjaga di sekitar lokasi.

READ MORE » Mahasiswa Bakar Diri Itupun Akhirnya Meninggal

Polantas Dapat Komisi Rp 10 Ribu Per Tilang

Ilustrasi Tilang
MEDAN - HIngga saat ini, razia terhadap pengendara motor masih terus dilakukan. Untuk memberikan semangat anggotanya, Kapolresta Medan memberikan award kepada anggotanya yang melakukan penilangan Rp 10 ribu per tilang, Kamis (8/12/2011).

Kapolresta Medan KOmbes Pol Tagam Sinaga mellaui kasatlantas Polresta Medan I Made Ary kepada Tribun mengatakan, saat ini pihaknya belum bisa memberikan nama, siapa anggotanya yang paling banyak melakukan penilangan.

"Belum bisa kita beritahu mas, saat ini masih kita lakukan perhitungan, dalam waktu dekat akan kita sebutkan dan akan diberikan award sesuai yang dilakukan polrestA medan," terangnya.

Ia mengatakan, pemberian award tersebut merupakan Motivasi kepada anggota lantas yang melakukan razia. Setidaknaya hingga saat ini untuk Jumlah penindakan polresta medan telah mengeluarkan tilang kurang lebih 10.980 Set tilang. Sedangkan untuk Barang Bukti yg disita roda dua 402 Unit, roda tiga 65 Unit, roda empat 6 Unit, SIM sendiri ada 5409 Lembar dan STNK 5098 Lembar.

Razia akan dilakukan di daerah pinggiran kota, mengingat masih rendahnya kesadaran keselamatan pengendara di daerah pinggiran. Selain itu, razia yang dilakukan juga berlangsung dimalam hari dan satlantas medan menggunakan Hunting Sistem dalam pelanggaran lalu lintas

Bila dikalikan Rp 10 ribu dengan 10.980 set tilang yang dilakukan polresta Medan. Berarti Kapolresta Medan mengeluarkan uang sebesar Rp 109.800.000 untuk anggotanya yang telah berhasil melakukan penilangan.

Terpisah Kabag ops Polresta Medan, Kompol Yusfi nasution mengatakan, razia yang dilakukan polresta Medan masih terus berlangsung.

untuk mengantisipasi segala kemungkinan potensi tindak kejahatan terjadi di akhir tahun ini Polresta Medan melakukan Operasi Cipta Kondisi yakni 14 hari menggelar Operasi Zebra, dan H-7 menggelar Operasi Lilin Toba.

"setelah oprasi zebra, kita akan lakukan oprasi lilin toba dan sebanyak 150 an personil akan diturunkan," jelasnya.

Razia tersebut dilakukan untuk menanggulangi pelanggaran lalullintas dan tindak kejahatan yang terjadi di kota Medan.

READ MORE » Polantas Dapat Komisi Rp 10 Ribu Per Tilang

Istana Sayangkan Aksi Bakar Diri

Jakarta - Pihak Istana Presiden menyayangkan aksi bakar diri yang dilakukan di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu petang.

"Dengan kesadaran dan motif apa pun, kami menyayangkan peristiwa itu dan berharap itu akan menjadi peristiwa terakhir yang kita lihat dalam masa hidup kita," kata Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa dalam pesan singkatnya yang diterima ANTARA di Jakarta, Kamis.

Ia menilai demokrasi harus memuliakan keadaban yang di antaranya datang dari moralitas agama dan kemanusiaan.

"Kami mendorong semua warga negara menjauhkan kekerasan, termasuk terhadap diri sendiri," katanya.

Kebebasan berpendapat dan berbagai bentuk kemerdekaan berekspresi, menurut dia, hendaknya digunakan untuk membangun tradisi yang di antaranya juga menyertakan kewajiban dan tanggung jawab untuk memajukan kehidupan bersama.

"Kami secara mendalam menyatakan rasa simpati dan sekaligus keprihatinan atas aksi itu," katanya.

Menurut dia, pusat perhatian Presiden Yudhoyono saat ini adalah memastikan bahwa semua usaha menyelamatkan nyawa yang bersangkutan bisa dilakukan secara maksimal.

"Kami berpandangan bahwa setiap kehidupan mahluk adalah anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa. Tidak seorang pun boleh kita biarkan menyia-nyiakan anugerah itu," katanya.

Sementara itu Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Angesta Romano Yoyol membenarkan bahwa seorang pria melakukan aksi bakar diri di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

Ia mengatakan bahwa pria itu tiba-tiba saja berlari seorang diri dengan tubuh penuh kobaran api ke arah Istana Merdeka.

Menurut dia, petugas kepolisian di lokasi segera menolong memadamkan api namun yang bersangkutan telah mengalami luka bakar yang cukup parah.Saat ini, pria tersebut telah menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Sementara itu saat peristiwa itu terjadi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sedang berada di Bali untuk membuka Forum Demokrasi Bali (BDF) 2011.

READ MORE » Istana Sayangkan Aksi Bakar Diri

Mengaku Tentara, Bisa Perdaya Lima Perempuan

Surabaya - Populernya situs jejaring sosial membuat tak sungkan seseorang melakukan penipuan. Salah satunya yang dilakukan M. Hari Ismail yang mengaku sebagai tentara di akun facebooknya. Dia berhasil memperdaya tak hanya satu orang, namun 5 perempuan sekaligus.

Dan bukan perempuan biasa yang berhasil dipikat dan dirayu pria 20 tahun itu. Para korban yang antara lain seorang pegawai bank, polsuska dan juga pegawai konter di WTC berhasil diperdayanya. Tak hanya harta, dua dari lima perempuan itu juga berhasil ditiduri.

"Semua itu dilakukan tersangka dengan embel-embel perwira tentara berpangkat Letnan Satu (Lettu)," kata Kompol Suparti kepada wartawan, Rabu (7/12/2011).

Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya itu mengatakan bahwa aksi Hari dimulai Mei lalu. Di akun facebooknya, pria warga Jalan Purwodadi itu menuliskan statusnya sebagai tentara berpangkat Lettu yang berdinas di Batalyon 721 Palopo.

Hari juga mengaku lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 2005. Hari memang terobsesi menjadi tentara tetapi obsesinya itu tak kesampaian. Di facebook itu pula, pria pengangguran itu menambahkan teman wanita secara acak dan mulai berkenalan dengan mereka.

Gayung pun bersambut, setidaknya ada 5 perempuan yang berhasil dipikat dengan status tentara. Lima korban itu berasal dari Surabaya (2), Sidoarjo, Blitar dan Jember (masing-masing 1)

"Dari chatting di facebook, tersangka dan korban akhirnya ketemuan," tambah Suparti.

Singkat cerita, tersangka akhirnya jadian dengan para korban. Para korban semakin yakin dengan status ketentaraan hari karena saat bertandang ke rumah, hari selalu mengenakan pakaian tentara lengkap dengan tanda dan atribut kedinasannya. Dari rasa percaya itu, hari mulai melancarkan niat busuknya.

"Dengan modus yang sama, tersangka mulai meminjam uang dari korban dengan janji akan dikembalikan," lanjut mantan Kapolsek Asemrowo itu.

Suparti menjelaskan bahwa dari setiap korban, Hari berhasil 'meminjam' uang sebesar Rp 2 - Rp 3 juta. Dan tak hanya itu, Hari juga berhasil meniduri dua dari lima perempuan tersebut dengan alasan akan dinikahi.

Rupanya para korban mulai mencium gelagat tak beres dari Hari. Hari yang mencium gelagat itu pun segera bertindak sebelum tertangkap basah.

"Tersangka kabur ke Pati selama 2 bulan. Di sana dia berjualan pulsa," lanjut Suparti.

Meski kabur, namun para korban tetap melapor. Dari hasil laporan itu, tentara gadungan tersebut akhirnya dapat diamankan. Secara fisik, tampang Hari tidak cocok menjadi seorang tentara. Dia pendek dan cukup tambun. kenapa para korban bisa percaya ? Ah entahlah.


READ MORE » Mengaku Tentara, Bisa Perdaya Lima Perempuan

Kisah Tewasnya Sang Juara Olimpiade Sains

Jakarta - Norma Susilowati, 50 tahun, sudah tak sanggup berdiri. Dia hanya duduk terpaku di kursi kamar jenazah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Selasa malam, 6 Desember 2011. Kematian putranya, Christopher Melky Tanujaya, 16 tahun, benar-benar membuat hatinya terluka.

Dengan kesedihan Norma bercerita, Christopher baru pulang ke Indonesia setelah berlibur ke luar negeri. Bahkan pada 7 Desember 2011 dia seharunya bertolak ke Australia untuk survei ke University of Sidney dan University of Quensland. Satu dari dua kampus itu nantinya dijadikan sebagai tempat menuntut ilmu.

Norma mengatakan dirinya tidak memiliki firasat apa pun sebelum kematian putranya. Apalagi Christopher selama ini tidak memiliki musuh. Keluarga pun hampir tak percaya jika dia menjadi korban pembunuhan. "Semua teman yang jalan dengan dia hari Senin adalah teman-teman Indonesia yang sama-sama mendapat beasiswa di Singapura," kata Norma.

Christopher adalah anak kedua dari tiga bersaudara buah hati pasangan Stefanus Tanujaya, 52 tahun, dan Norma. Dia tercatat sebagai juara Olimpiade Sains Nasional bidang matematika tingkat SMP pada 2009.

Kemarin, saat meninggalkan rumah, Christopher pamit pergi ke ulang tahun seorang teman dan bermain futsal di bilangan Puri Indah, Jakarta Barat. Keluarga mendapat kabar Christopher ditemukan sekarat di dekat halte Transjakarta Pluit, Penjaringan, sekitar pukul 20.00. Darah bercucuran dari leher akibat tusukan benda tajam.

Christopher sempat dilarikan ke Rumah Sakit Atmajaya, Penjaringan, Jakarta Utara. Namun nyawanya tidak tertolong. Sejauh ini polisi belum bisa memastikan latar belakang kejadian ini. Sebab barang-barang korban masih utuh.

Menurut Norma, dia bangga dengan prestasi yang diraih Christopher. Remaja itu melanjutkan sekolah tingkat empat (setara kelas X SMA) di Saint Joseph Singapura. "Sekolah ke Singapura tanpa dibiayai orang tua. Tapi karena beasiswa karena berprestasi waktu di SMP Ipeka Pluit," katanya.

Tak hanya prestasi akademis, Christopher pun berprestasi di bidang olahraga. "Di Singapura jadi ketua tim futsal. Juga pernah juara satu lomba renang antartingkat di sekolah," ujar Norma.



READ MORE » Kisah Tewasnya Sang Juara Olimpiade Sains

Seorang Pria Nekat Bakar Diri di Depan Istana

Pria Bakar Diri
JAKARTA - Seorang pria berusia sekitar 40 tahun nekat membakar dirinya, di depan Istana Presiden, Jakarta, hari Rabu (7/12/2011) sore. Menurut informasi yang diperoleh, dari TMC Polda Metro Jaya, pria tersebut melakukan aksi nekat tersebut lepas pukul 17.00 WIB.

Atas perbuatan nekatnya itu, dia mengalami luka bakar di sekujur tubuh dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta sekitar pukul 17.50 WIB untuk mendapatkan pengobatan.

Kondisi korban ketika dilarikan ke rumah sakit, mengalami luka bakar berat.

Selang beberapa waktu kemudian sekumpulan mahasiswa melakukan aksi solidaritas sebagai rasa simpatik kepada pria yang melakukan aksi bakar diri. Aksi dilakukan puluhan mahasiswa itu di Jalan Diponegoro, tak jauh dari pintu masuk IGD Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, tempat sang laki-laki pelaku bakar diri menjalani perawatan medis.

Pada peserta aksi, membawa sejumlah bunga mawar, sembari membawa spanduk yang berisit tulisan mendukung aksi bakar diri tersebut. Sepanduk tersebut akhirnya diikatkan di pagar rumah sakit.

Aksi mahasiswa untuk pelaku bakar diri.
Karpet hijau pun dibentang di jalan, yang akan digunakan para demonstran untuk menginap, sebagai aksi dukungan mereka terhadap pelaku bakar diri.

Menurut salah seorang demonstran, Deni, Mawar tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap sang pelaku bakar diri, yang kini masih meregang nyawa di ruang operasi.

"Kami percaya, aksi bakar diri dilakukan sebagai bentuk kekecewaannya terhadap pemerintah," katanya.

Aksi tersebut tidak mengganggu arus lalu lintas, karena kendaraan yang melintas menjelang tengah malam tidak lah terlalu banyak.


READ MORE » Seorang Pria Nekat Bakar Diri di Depan Istana

Hati-hati, Penipuan Dengan Modus Kena Tilang

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sedang melaksanakan 'Operasi Zebra' guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan disiplin lalulintas. Operasi tersebut berlangsung selama dua pekan, mulai dari 28 November hingga 11 Desember 2011.

Kegiatan razia ini ternyata dimanfaatkan pelaku penipuan untuk melancarkan aksi mereka. Salah satu korbannya adalah Evi (20), dia dihubungi seseorang yang mengaku sebagai temannya yang bernama Heru.

Heru mengaku sedang ditilang anggota Polantas Jakarta Selatan yang sedang melaksanakan razia di Fatmawati. Saat panik, Heru langsung menghubungi Evi, sekitar pukul 14.00 WIB.

"Teman saya bilang lagi ditilang, terus disuruh bayar tilangannya Rp350 ribu. Dia bilang tidak ada uang dengan jumah segitu makanya langsung menghubungi saya," kata Evi kepada wartawan, di Polres Jakarta Selatan, Selasa, 6 Desember 2011.

Guna menyakinkan Evi, Heru memberikan telepon kepada oknum polisi yang sedang menilangnya. Nama oknum polisi itu versi para penipu ini adalah Brigadir Satu Bambang dan Brigadir Satu Budi. Tentu saja itu nama akal-akal jarinngan penipu ini.

Oknum polisi itu menjelaskan duduk masalah kenapa temannya bisa ditilang. Evi berusaha berbicara kepada Heru tetapi kedua oknum polisi itu tidak mengizinkan, mereka meminta kepada Evie untuk mendatangi langsung kantor Polres Jakarta Selatan.

Sebelum diminta datang ke Polres, Evi diminta mengirim bayaran tilang teman, melalui isi ulang pulsa sebesar Rp350 ribu, Rp200 ribu voucher dan Rp150 ribu bentuk elektrik.

"Setelah saya kirim pulsa ternyata nomor teman saya sudah tidak aktif dan nomor polisi yang menghubungi saya juga tidak aktif," keluh Evie.

Merasa dirinya sudah ditipu, akhirnya dia langsung melapor kejadian itu ke SPK Polres Jakarta Selatan. Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Dwi Sigit Nurmastyas menghimbau kepada masyarakat selalu waspada terhadap penipuan.

"Cek terlebih dulu, misalnya kasusnya Evi, harus dihubungi temannya langsung. Ini modus yang sering kali digunakan penipu untuk meyakinkan korbannya," kata Sigit kepada VIVAnews.com.

Dikatakan Sigit, petugas di lapangan tidak akan meminta uang dan pulas kepada masyarakat yang terkena tilang.

READ MORE » Hati-hati, Penipuan Dengan Modus Kena Tilang

Stres, Anak Bakar Rumah Orangtua

MAKASSAR - Tino (30) anak dari Yelli (75) nekat membakar rumah orangtuanya lantaran mengalami stres usai dipecat dari pekerjaan.

Akibatnya rumah yang terletak di Jalan Daeng Tata Raya, Kelurahan Parangtambung, kecamatan Tamalate Makassar, Senin (5/12/2011) malam terbakar.

Akibat kebakaran tersebut, seluruh perabotan rumah di lantai dua ludes dilalap si jago merah.

"Anakku yang bakar karena stres dipecat dari tempat kerjanya,"ujar Yelli yang mencoba bunuh diri lantaran stres melihat tingkat laku anaknya membakar rumahnya.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 20. 45 wita, Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah.

Berdasarkan keterangan wanita paru baya saat dimintai keterangan oleh polisi dari Polsekta Tamalate, mengatakan, awalnya Tino mendatangi rumahnya sambil mengamuk meminta dokumen tanah kepada Sang ibu.

Karena tak digubris, pria tersebut mengancam ibunya untuk dibunuh jika surat tanah tersebut tidak diserahkan kepadanya. Lantaran panik melihat tingkah laku anaknya, Yelli langsung bergegas meninggalkan pelaku dan mencoba meminta tolong kepada krebatnya di Jalan Pabaengbaeng Makassar.

“Saya diancam dibunuh pak, makanya saya lari, setelah balik kerumah lagi, kepulan asap sudah membumbung tinggi di lantai dua rumahku,”terangnya.

Untungnya kobaran api tidak merembes ke rumah lainnya yang rata-rata berlantai dua itu. Api seketika padam usai lima armada mobil tim pemadam kebakaran dari Pemerintah Kota Makassar berhasil menjinakkan api yang hanya menghabisi seluruh isi perabotan rumah korban.

Kepala Kelurahan Parangtambung Makassar, Muh Reza mengaku peristiwa tersebut terjadi sangat cepat, bahkan mengagetkan warga sekitar lantaran diduga api akan menjalar ke rumah warga lainnya.

“Kami kaget, sampai rumah tersebut dibakar sendiri oleh anak korban,”ujarnya.

Kapolsekta Tamalate AKP Agung Setya Wahyudi yang di konfirmasi membenarkan kejadian tersebut, namun pihaknya mengaku masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran tersebut.

“Kami belum bisa memastikan apakah betul anak Yelli yang membakar rumahnya, makanya kami perlu pendalaman lagi,”terang Agus.

Hingga saat ini polisi terus melakukan pencarian terhadap pelaku pembakaran rumah untuk diproses lebih lanjut.


READ MORE » Stres, Anak Bakar Rumah Orangtua

Sebelum Terjun, Kevin Tinggalkan Secarik Surat

Jakarta - Pemuda 21 tahun bernama Kevin yang tewas setelah terjun dari lantai sepuluh East Mall Grand Indonesia rupanya meninggalkan secarik surat. Menurut Koentjoro Noerwibowo, Corporate Affair Grand Indonesia, di surat tersebut Kevin menuliskan pesan beserta nama dan nomor kontak orangtuanya.

“Di surat tersebut ia menulis permintaan maaf dan ucapan terimakasih,” kata Koentjoro saat ditemui di Grand Indonesia pada Minggu 4 Desember 2011 malam.


Surat itu, kata Koentjoro, sudah berada di kepolisian. “Mereka yang selidiki,” katanya. Koentjoro mengatakan bahwa pihak Grand Indonesia belum berani menyimpulkan sebab kematian Kevin, meski ditemukan secarik surat di badannya.  “Kalau dugaan gampang ya bunuh diri. Tapi biar polisi yang selidiki,” katanya.

Koentjoro mengatakan saat ini polisi tengah memeriksa lantai sepuluh tempat parkir East Mall Grand Indonesia. Diduga di sana terdapat mobil yang dibawa oleh Kevin. Di dalam mobil tersebut, kata Koentjoro, ada sebuah laptop. “Polisi sedang periksa,” katanya.

Kevin tewas setelah terjun dari lantai sepuluh East Mall Grand Indonesia. Seorang saksi mata bernama Adrian Adi, 22 tahun, mengatakan laki-laki tersebut tewas langsung tewas di tempat dengan kondisi kepala pecah.

Lantai di mana Kevin loncat merupakan area parkir East Mall Grand Indonesia. Berdasarkan kesaksian Adrian, Kevin jatuh ke area luar mall, dekat portal keluar parkir mall. "Ada yang lihat tadi laki-laki itu sedang merokok di pinggir, kemudian jatuh," katanya saat ditemui pada Minggu 4 Desember 2011 malam.

Koentjoro mengatakan peristiwa ini merupakan insiden bunuh diri yang kedua. Kejadian bunuh diri di Grand Indonesia pertama kali terjadi pada 2009. Seorang perempuan loncat dari ketinggian hingga tewas. “Terjadi saat saya berada empat meter jaraknya dari perempuan itu,” kata Koentjoro.

READ MORE » Sebelum Terjun, Kevin Tinggalkan Secarik Surat

Pelajar SMP Terlibat Tawuran Satu Tewas

Dua kelompok anak di bawah umur terlibat tawuran. Akibat kejadian ini, satu bocah meninggal dunia terkena sabetan celurit pada bagian dada dan punggung.

Korban adalah Imanuel Andreas Siagian (14), dan pelakunya adalah FAR (17), DS (14) dan NEP (17). Keributan ini dipicu hal sepele, karena nama kelompok mereka dicoret oleh kelompok lain.

"Korban adalah Pelajar SMP 257 Jakarta. Meninggal karena sabetan celurit oleh kelompok Gang Kober," ujar Kapolsek Ciracas, Komisaris Senen, Rabu, 30 November 2011.

Sementara menurut Kasie Humas Polsek Ciracas, Aiptu Bariyadi, tawuran dua kelompok anak baru gede (ABG) itu terjadi Sabtu, 26 November 2011 lalu.

Kejadian ini bermula ketika sekelompok remaja yang menamakan diri mereka Geng Badui mencoret sebuah dinding di Jalan Damai yang sebelumnya bertuliskan nama Geng Kober.

Melihat nama gengnya di coret, kelompok dari Geng Kober yang diantaranya adalah tersangka FAR, DS, dan NEP, kemudian marah dan berusaha menyerang anggota Geng Badui.

Andreas saat itu sedang berjalan pulang bersama dua temannya, dan bertemu dengan kelompok Geng Kober yang keluar yang sudah siap dengan senjata tajam dan bambu. Melihat gelagat buruk, Andreas bersama temannya langsung lari.

"Tapi Andreas tertangkap dan jadi bulan-bulanan," ujar Bariyadi.

Secara brutal mereka terus memukuli Andreas, dengan senjata tajam dan bambu. Dalam keadaan tak berdaya, Andreas justru disabet celurit.

Melihat Andreas tidak berdaya, ketiga pelaku dan kawanan lainnya langsung kabur dan meninggalkan korban begitu saja. (eh)

Dari hasil penyelidikan, polisi dengan mudah menangkap tiga orang yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan. Sebilah celurit yang digunakan untuk membunuh juga diamankan.

Akibat tindakan yang di lakukan ketiga bocah di bawah umur itu, polisi menerapkan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan Jo Pasal 80 UU tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 12 tahun.

READ MORE » Pelajar SMP Terlibat Tawuran Satu Tewas

Wanita Ini Membunuh dan Memasak Tubuh Suami

Zainab Bibi, membunuh dan memasak suaminya (Times of India )
Kesal karena suaminya mencoba melakukan pelecehan seksual terhadap putrinya, seorang wanita Pakistan membunuh suaminya, lalu memasak dagingnya bersama dengan kurma. Akibat perbuatannya, wanita tersebut kini harus mendekam di balik penjara Karachi.

Zainab Bibi, demikian nama wanita tersebut, mengakui bahwa bukan sekali itu saja suaminya, Ahmed Abbas, melakukan hal tidak senonoh terhadap Sonia, putrinya. "Selain itu, dia juga sama sekali tak pernah membantu saya, dan selalu pulang ke rumah dalam keadaan mabuk sambil mengucapkan kata-kata kotor," ujar Zainab, seperti dimuat harian Times of India pada Sabtu 26 November 2011.

Zainab tinggal di sebuah rumah susun bertingkat dua bersama Sonia, putri dari pernikahan sebelumnya, dan Abbas. Kamis lalu, ia memulai aksinya saat sarapan pagi dengan mencampurkan obat tidur ke dalam teh Ahmed.

Setengah jam kemudian, Ahmed tertidur karena efek obat. Zainab lantas menghabisi suaminya dengan cara mencekiknya dengan tali. "Saat ia mati, selama setengah jam saya tak sedikit pun memiliki keberanian mendekati mayatnya," kata Zainab.

Dengan bantuan keponakan yang juga ditangkap bersamanya, Zaheer Ahmed, Zainab mencincang tubuh Ahmed. Ia lantas memasak bagian tangan dan kaki suaminya itu dengan kurma.

Peristiwa ini terungkap saat Behzad, pemilik rumah yang tinggal di lantai bawah, mendatangi rumah Zainab untuk mengkomplain bau busuk yang tercium kuat dari sana. Mengetahui kejadian sebenarnya, Behzad lalu melaporkan Zainab ke polisi.

Namun, Zainab mengaku tidak menyesali perbuatannya karena ia yakin inilah yang terbaik yang bisa dilakukannya untuk membela putrinya. "Saya membunuh suami saya sebelum ia kembali melecehkan putri saya lagi," katanya, seperti dilansir dari CNN.

READ MORE » Wanita Ini Membunuh dan Memasak Tubuh Suami

Pelecehan Seks di Transjakarta Terjadi Lagi

Lagi, seorang siswi SMK di Jakarta mengalami tindakan pelecehan seksual di bus Transjakarta, rute Harmoni-PGC. Tersangka AF, 40, diduga menggerayangi tubuh FI, 15, Rabu 23 November 2011.

Darmanis Malisa, salah satu saksi, mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi ketika bus melintas di Matraman menuju PGC. "Awalnya saya lihat tangan pelaku meraba bokong anak ini," ujar Darmanis.

Melihat tindakan tak senonoh, Darmanis langsung berteriak dan memegang tangan pelaku yang posisinya saat itu sedang meraba IF. "Saya bilang sama dia, dari tadi saya sudah lihat tangan kamu pegang bokong anak ini," ujar Darmanis, menuturkan kembali.

Korban, saat itu hanya bisa diam dan mengeluarkan keringat dingin karena ketakutan. "Dia bilang, dari tadi bapak ini pegang bokong saya terus," kata Darmanis, menirukan korban.

Korban IF, pada saat itu mengaku sudah merasa ada perlakuan tidak senonoh. Namun dia memilih diam. "Saya takut, badannya besar," kata IF dengan muka ditutup kerudung.

Melihat adanya kegaduhan, petugas bus langsung menghampiri korban dan saksi. Petugas kemudian menurunkan semua penumpang dan memindahkan ke bus lain agar pelaku tidak kabur. Pelaku, saksi, dan korban, langsung dibawa ke Mapolsek Jatinegara untuk memberi keterangan. Kini tersangka diamankan di Mapolsek.

Meskipun sudah dilakukan berbagai cara antisipasi, pelecehan seks di bus Transjakarta kerap terjadi. Sudah banyak korban pelecehan seks di moda angkutan massal yang diluncurkan saat masa pemerintah Gubernur Sutiyoso.

Misalnya kasus pelecehan yang menimpa dua perempuan, masing-masing berinisial DW (22 tahun) serta NN (23 tahun), pada Senin, 2 Agustus 2010. Mereka adalah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta dan Universitas Trisakti.

Pelakunya adalah DA, seorang PNS di Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Pelecehan dilakukan saat bus Transjakarta melaju dari Cempaka Putih menuju Harmoni.

Sebelumnya, pelecehan seksual juga menimpa mahasiswi, TS, 19 tahun, Selasa 13 Juli 2010 pukul 09.30 WIB. Pelakunya Noor Adhim, 39 tahun, warga Kudus, Jawa Tengah. Kasus terjadi ketika TS menumpang Transjakarta jurusan Pulogadung-Harmoni yang sedang padat penumpang.

Kasus perbuatan tidak senonoh juga menimpa DN, 33 tahun, Senin 5 Juli 2010 pukul 21.44 WIB. Pelakunya Pitoyo, 59 tahun, warga Perumahan Griya Bukit Jaya Blok F, Gunung Putri, Bogor. Kasus itu terjadi ketika DN menumpang bus Transjakarta koridor 1 jurusan Kota – Blok M.

Kasus serupa juga terjadi pada Sabtu 5 Juni 2010. Saat itu, korban bernama Foni, 31 tahun, dilecehkan Anton Susanto, 32 tahun, pada waktu hendak naik bus Transjakarta.

READ MORE » Pelecehan Seks di Transjakarta Terjadi Lagi

Polisi Janji Usut Pembantaian 1000 Orangutan di Kalimantan

JAKARTA - Polri menyatakan pihaknya menjadikan temuan sekitar 1.000 orangutan dibantai setiap tahun di Kalimantan dari 19 LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) sebagai bahan penyelidikan.

Polri tak ingin mengamini temuan LSM tersebut sebelum ada penyelidikan. Sebab, perlu ada bukti yang mendukung temuan tersebut.

"Itu akan menjadi masukan dalam rangka mengungkap bagi penyidik. Misalnya dikatakan 10 ribu (orangutan) dalam setahun, kami kan harus cari buktinya. Apa buktinya? Misalkan buktinya tulang, maka tulang itu akan dicek oleh ahli kedokteran hewan dan forensik, apakah benar itu tulang kera, tulang monyet, atau tulang orangutan atau tulang apa. Kira-kira ini ada berapa banyak, sejak umur berapa, dari berapa lama, itu akan ditelusuri ahlinya," papar Kadiv Humas Polri, Irjen (Pol) Saud Usman Nasution, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (23/11/2011).

Saud berjanji pihaknya akan mencari bukti untuk mengetahui kebenaran temuan 19 LSM tersebut. "Kalaupun 1000 LSM pun, tapi kalau buktinya tak ada, kan susah juga. Enggak bisa jadi patokan. Yang penting, kami cari, ada buktinya. Misalnya, ada 1.000 orangutan, berarti kan tulang-belulangnya sudah banyak. Di mana kami akan temukan tulang-belulangnya? Kalau hanya omongan saja tidak bisa. Tapi, harus ada alat buktinya," tukasnya.

Sebagaimana diketahui, polisi baru mulai peka terhadap pembantaian orangutan yang merupakan satwa dilindungi setelah media massa memberitakan adanya pembantaian orangutan di perusahaan kelapa sawit di Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur.

Setelah Mabes Polri menerjunkan tim ke lokasi, dua karyawan ditangkap atas tuduhan pembantaian orangutan di areal kebun sawitnya. Kedua pelaku mengaku telah membunuh sekitar 20 orangutan sejak 2008 hingga 2010 atas perintah perusahaan karena dianggap sebagai hama.

READ MORE » Polisi Janji Usut Pembantaian 1000 Orangutan di Kalimantan

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Pembunuh Raafi

Raafi Aga Winasya Benyamin
Jakarta - Polisi menangkap dan menetapkan tiga tersangka kasus pengeroyokan siswa SMA Pangudi Luhur Raafi Aga Winasya Benjamin. Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharuddin Djafar, baru-baru ini, di Jakarta.

Baharuddin mengungkapkan, ketika pelaku bakal dijerat Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan/pengeroyokan. Kendati begitu, polisi belum menangkap pelaku penusukan yang membuat korban tewas. Ketiga pelaku yang ditangkap adalah M alias T (27), FJ (25), dan H (24). Ketiganya ditangkap di tempat berbeda di Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat.

Menurut Baharuddin, Raafi ternyata bukan satu-satunya yang menjadi korban pengeroyokan. Masih ada satu korban lain berinisial G yang tangannya mengalami luka akibat sabetan senjata tajam. Mereka menjadi korban pengeroyokan di Club Shy Rooftop, Kemang, Jakarta Selatan, 5 November silam.

Kuasa hukum siswa SMA Pangudi Luhur Mahendradatta menyambut positif penetapan tersangka. Namun dia meminta semua pihak mewaspadai manuver hukum yang mungkin dilakukan para pelaku. Sebab pelaku diduga berasal dari status sosial dan ekonomi berada.

Mahendradatta juga membantah berita yang beredar bahwa terjadi dorongan kepada seorang perempuan di Shy Rooftop sebelum kejadian. Dia juga membantah jika korban terlebih dahulu melempar rokok dan menantang pelaku. Sampai saat ini polisi masih menyimpan rapat identitas para tersangka. Mereka hanya mengungkap inisial nama.

READ MORE » Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Pembunuh Raafi

Truk Kontainer Lindas Pemotor Hingga Tewas

Jakarta - Truk kontainer melindas pemotor, Romli (24), yang jatuh setelah menabrak trotoar di Jalan RE Martadita, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Romli tewas dan sang sopir truk sempat kabur.

Saksi mata, Alexander Joshua (14), menceritakan Romli mengendarai motor Yamaha Mio berwarna hitam melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Tanjung Priok.

"Dia sebelum tertabrak kontainer terlebih dahulu menabrak trotoar jalan dan tarjatuh," kata Alexander di lokasi kejadian, Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara, Kamis (15/9/2011). Lokasi tepatnya berada di depan PLTU Tanjung Priok, arah menuju Ancol.

Saat Romli terjatuh tiba-tiba dari arah belakang sebuah truk kontainer bernopol B 9322 SU melindas Romli. "Bagian kepalanya terinjak truk kontainer itu dan langsung meninggal," ujar Alexander.

Menurut Alexander, Romli saat kejadian membawa sebuah karung yang berisi kerang. "Mobil truk yang menabrak terus kabur ke arah Ancol dan meninggalkan pemotor itu," kata Alexander.

Beruntung, truk yang dikendarai Aan Suhartono berhasil ditangkap petugas Satlantas Tanjung Priok di sekitar wilayah Kemayoran.

Aan kemudian digelandang untuk dimintai keterangan di Mapolres Jakarta Utara. Ia mengaku melarikan diri karena takut dihakimi massa setelah menabrak Romli. "Saya takut dipukuli warga di situ kalau langsung berhenti. Makanya saya lari," kata Aan.

Jenazah Romli dibawa ke RSCM untuk dilakukan otopsi.

READ MORE » Truk Kontainer Lindas Pemotor Hingga Tewas

Diduga Stres, Ibu Bunuh Anaknya

Jakarta - Ketika banyak wanita menginginkan hadirnya buah hati, seorang ibu di Matraman, Jakarta Timur, justru tega membunuh darah dagingnya yang masih berusia dua setengah tahun karena stres, Selasa (15/11) malam.

Kini, Bahri, ayah dari Putra Radit Hariza hanya bisa menangisi kematian anaknya. Radit tewas kehabisan napas karena dibekap ibunya hingga tewas. Aksi kejam sang ibu terhadap anak keduanya itu dilakukan di dalam rumah mereka di RT-10 RW-8, Kelapa Tinggi, Utan Kayu Selatan, Matraman.

Radit yang terbujur lemas tadinya sempat dilarikan ke puskesmas terdekat. Namun, nyawa balita malang itu tidak tertolong lagi. Motif pembunuhan sendiri diduga karena sang ibu bernama Handayani stres.

Polisi yang tiba di lokasi kejadian langsung mengamankan Handayani ke kantor polisi. Bahkan, sebuah bantal yang diduga digunakan untuk membekap mulut sang anak disita sebagai barang bukti.


READ MORE » Diduga Stres, Ibu Bunuh Anaknya

Pembunuhan Sadis di Wisma Kampus UM Malang

MALANG – Anggota Polres Malang Kota dituntut untuk terus siaga. Bagaimana tidak, baru delapan hari berselang dua kasus pembunuhan terjadi. Pertama pembunuhan dengan korban Adrian Jay Pereira, 22 tahun, mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya (Unibraw) asal Slangor Malaysia, Senin (7/11) malam lalu. Kemarin, pembunuhan kembali terjadi. Korbannya Filsa Kurnianto, 15 tahun, warga Jalan Bantaran Gg IIIB, Kota Malang.

Filsa ditemukan tidak bernyawa di bangunan bekas wisma Ambarawa, Jalan Ambarawa Dalam 3 RW03 Kelurahan Sumbersari, Lowokwaru.

ABG ini tewas dalam posisi tubuhnya miring ke kiri dan kedua kakinya menekuk, dengan salah satu kaku jatuh ke saluran air, dengan sekujur tubuh bersimbah darah.
Terlihat jelas, pembunuh sangat sadis saat menghabisi nyawa anak muda ini. Kesadisan itu terlihat dari luka yang ditemukan di tubuh korban.

Menurut Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Anton Prasetyo, ada 11 luka ditemukan di sekujur tubuh korban. Tujuh tusukan serta empat luka sayatan. ’’Lukanya, dua luka tusuk di atas dan bawah telinga kiri, satu luka tusuk di leher, dua luka tusuk di dada kiri diduga tembus paru-paru, tiga luka sayatan di lengan kiri, satu luka tusuk di perut kanan, satu luka tusuk di tumit kiri, dan satu luka sayat di jari telunjuk kaki kiri,’’ ungkap Kasat yang kemarin langsung datang untuk melakukan olah TKP.

Terkait kasus pembunuhan ini, tim buser Polres Malang Kota pun langsung bergerak cepat. Hasilnya, pelaku pembunuhan pun dapat diamankan.
Adalah Wahyu Prioutomo, 19 tahun, warga Jalan Jaksa Agung Suprapto Gg I L, Malang. Wahyu ditangkap petugas di IRD RSSA Malang, selang dua jam setelah kejadian. ’’Saat itu tersangka sedang mengobati luka tusuk di kaki kanannya dan langsung kami tangkap,’’ terang Kasat.

Hanya saja, hingga berita ini ditulis, polisi belum dapat memastikan sebab tersangka menghabisi nyawa korban. ’’Lha itu tersangkanya baru diamankan dan belum diperiksa. Tunggu ya,’’ kata alumni Akpol 2003 ini.

Dugaan sementara, Prio nekat membunuh Filsa karena tersinggung, dengan perkataan korban. ’’Informasi awal, sebelumnya Filsa sempat menuduh Prio, telah mengirimkan SMS ke kakaknya, dan melaporkan kegiatan korban yang negatif. Tapi begitu, kami terus mendalami. Karena selain salah paham itu kami juga mendapat informasi jika sebelumnya korban sempat mengirimkan SMS kepada tersangka, yang isinya menantang berkelahi hingga mati,’’ katanya mantan Kanit SPK Polres Makasar Timur ini.

Dijelaskan Kasat, perbuatan sadis ini sendiri berawal Prio, Filsa dan lima temannya, masing-masing Rio, Tyas, Zen, Gembul dan Dani mendatangi bangunan bekas Wisma Ambarawa, untuk melakukan pesta miras. Saat minum-minum inilah, kemudian antara Filsa dan Prio terjadi perdebatan.

Lantaran terus emosi, Prio pun menyuruh Tyas satu-satunya wanita, untuk pergi meninggalkan TKP. Saat itu Tyas mengajak Rio, siswa kelas 7 SMP Salahudin, yang saat itu juga ikut pesta miras. Namun sebelum pergi, Tyas lebih dulu melihat dari jendela yang berada tidak jatuh dari TKP.

’’Saat itu saksi Tyas, melihat korban sempat memukul dan mencekik leher Prio. Kemudian, korban mengambil pisau, yang langsung ditusukkan dan mengenai betis kanan Prio,’’ ungkap Kasat.

Melihat kejadian tersebut Tyas pun berteriak histeris, hal ini membuat Filsa kaget, dan melihat Tyas. Kesempatan itulah digunakan merebut pisau tersebut dari tangan Filsa. Berhasil direbut, Prio pun menusukkan pisau tersebut dengan membabi buta.
’’Saat tersangka menusukkan pisau, saksi sempat melihat, tapi kemudian pergi naik motor,’’ tambah Kasat.

Prio sendiri usai menghabisi nyawa korban memilih untuk kabur. Bahkan, lantaran panik dia meninggalkan tas, serta satu sepatu miliknya di TKP. Sedangkan pisau yang digunakan membunuh dibuang pelaku di Jalan Pisang Kipas.

Kasus pembunuhan ini sendiri terungkap, setelah petugas mendapatkan keterangan para saksi. Menurut Kasat, begitu mendapat laporan dari warga terkait kasus pembunuhan ini pihaknya langsung datang ke TKP.

’’Dari awal, kami sudah memegang nama Rio, yang kemudian kami amankan. Dari Rio kemudian berkembang kepada tersangka Prio ini,’’ tambah Kasat, yang mengatakan tiga teman Prio yaitu Zen, Gembul, serta Dani hingga saat ini masih kabur.
’’Tersangka kami kenanakan pasal 80 ayat 3 UU 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara,’’ tandasnya.


READ MORE » Pembunuhan Sadis di Wisma Kampus UM Malang