http://www1.adsensecamp.com/show/click.php?sid=mRdDaoNm8jEfHjaXqGsflH3ruphn9bMloL0lNGftgL4%3D&mid=EjaJmS1dntm%2BX72MOzJDBQE8LK%2Fi2T92ec739JbynYU%3D&ogi=r1efHiL667Gw178F%2FwEKiwD6bAvnS98FPQzVjg73xyM%3D&omid=BQd02UEWA%2Fs%3D&chan=WB3ae77b+8A%3D&i=6zepDC1828IRA3NnZPI4x3y5wpnCV3PoyW5ZUNXhvNnNjvvVUPwD4yC5ALPkvmVH&r=S3bVBZ7uC8wCmvRpmt5qgx15VfAQVibWFgEk6cp8ypeT9DR6G2klxBQeXRxSdpEI0ExoTzy48Q%2F%2BY7zpAqYiXA%3D%3D&a=xHMulCJa2UOFnEPfzInWFAfTW4SZZC8wcztg31qspQrmhhJRxvOKbj7L8Xrjcyq4NdhBTaHVaYGQ8JZ5LlQdtXZlYikVkwaBQji7ZbeS7HgSHL5%2FxUQ%2BIk%2FlBGI9VYuZFkkvG4usQIrdUSVoTlbfSQ%3D%3D
Tampilkan postingan dengan label Berita Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Sosial. Tampilkan semua postingan

Suyoto, Gratiskan Nasi Goreng Untuk Ibu Hamil

Jakarta - Aktivitas menggoreng nasi itu sudah diakrabi Suyoto hampir dua tahun terakhir ini. Sejak itu, racikan bumbu dan penggorengan panas hampir tak pernah absen dari kedua tangannya. Sepintas Suyoto memang serupa dengan pedagang nasi goreng pinggir jalan lainnya. Hanya satu yang beda: Suyoto tak berpikir dua kali memberi nasi goreng gratis pada ibu hamil.

"Kita sebagai umat Islam harus banyak-banyak beramal. Kalau orang kaya kan punya harta. Kalau saya orang susah, punya nasi goreng ya beramal dengan nasi goreng. Saya senang kalau bisa memberi pada ibu hamil," kata Suyoto.

Bagi dia memberi nasi goreng gratis pada ibu hamil yang makan di warung tendanya adalah kebahagiaan tersendiri. Suyoto membayangkan, calon bayi yang ada di perut ibu hamil turut memakan nasi goreng bikinannya. Karena dilandasi niat tulus memberi, dia berharap kelak anak-anak yang dilahirkan ibu hamil yang sempat mampir di warungnya tumbuh sebagai anak yang baik, berbakti pada orang tua dan juga senang beramal pada sesama.

"Kalau dalam sehari ada 15 ibu hamil yang makan di warung saya, akan tetap saya beri gratis. Memang sudah niat saya memberi nasi goreng gratis pada ibu hamil yang makan di tempat," tuturnya.

Tidak takut rugi? "Saya tidak pernah merasa dirugikan dengan ini. Semakin banyak ibu hamil yang makan di warung saya, saya merasa semakin banyak rezeki yang saya dapat," ucap pria yang rambutnya mulai memutih ini.

Tidak setiap hari selalu ada ibu hamil yang mampir ke warung nasi goreng Suyoto yang berada di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan ini. Tapi malam itu ketika detikcom menyambangi warung Suyoto, kebetulan ada ibu hamil yang sedang makan di sana.

"Yang dimakan Mbak, gratis," ujar istri Suyoto saat ibu hamil itu hendak membayar makanannya.

"Lho kenapa?" ucap perempuan berbadan dua itu dengan wajah bingung.

"Untuk ibu hamil memang gratis. Ini sudah kami tulis di sini," ucap istri Suyoto sambil menyodorkan daftar menu.

Di bagian paling bawah daftar menu memang tertulis 'Khusus ibu hamil makan gratis'. Melihat itu, sang ibu hamil pun mengangguk mengerti.

Suyoto bersyukur nasi gorengnya bisa diterima masyarakat. Awalnya dia hanya menjual nasi goreng biasa. Namun perlahan, dia mulai 'berkreasi' dengan nasi goreng bikinannya. Ada nasi goreng teri, nasi goreng pete, nasi goreng kambing, nasi goreng seafood dan sebagainya.

"Tambahan ati ampela, ikan asin dan sebagainya ini juga masukan dari konsumen. Kata mereka, kalau dasar nasi gorengnya sudah enak, mau ditambahi apa saja tetap saja enak," lanjut ayah dua anak ini.

Dari nasi goreng, Suyoto mampu membiayai pendidikan kedua anaknya. Anak sulungnya kuliah kebidanan di Solo sedangkan anak bungsunya masih SMA. Bagi dia, mampu membayar kuliah anaknya adalah suatu rezeki yang tak henti-hentinya dia syukuri.

Sebelum membuka warung nasi goreng, Suyoto lama membuka warung rokok kecil-kecilan. 7 Tahun dia mengelola warung rokoknya itu. Sebelum menjalani aktivitas dagang, Suyoto dan istrinya sempat bekerja di pabrik garmen. Bahkan Suyoto pernah menduduki posisi sebagai supervisor. Sayang, pabrik tempat dia mencari makan gulung tikar.

"Sesuatu itu selalu bermula dari yang kecil. Kalau mau berhasil harus mau usaha. Semua itu tergantung orangnya. Kalau tekun, rajin dan disertai doa, saya yakin pasti bisa berhasil," tutur Suyoto.

Dia berharap suatu saat nanti bisa memiliki warung nasi goreng di bangunan permanen, sehingga bisa lebih nyaman. Jika selama ini warung nasi gorengnya tak punya nama, dalam waktu sebulan ke depan dia akan memberi nama warungnya 'Sadakur'. Dia baru sadar, identitas pun memegang peranan penting saat membuka usaha.

"Sadakur itu artinya sabar dan bersyukur. Keinginan saya lainnya adalah bisa buka cabang di tempat lain dan bisa menjalankan rukun Islam ke-lima, naik haji," harapnya.

Bagi Suyoto, mencari makan dengan berdagang adalah aktivitas yang menyenangkan. Sebab dia bisa mengatur sendiri waktu kerjanya dan tidak tergantung pada atasan. Bahkan jika mungkin, Suyoto ingin membuka lapangan kerja bagi orang lain.

"Suatu hari nanti saya ingin bisa menulis buku. Ingin membagi kisah saya dengan orang lain. Dan sampai kapan pun selama saya jualan nasi goreng, saya akan tetap memberi gratis untuk ibu hamil. Benar, rezeki itu tidak tertukar," ucap Suyoto.

READ MORE » Suyoto, Gratiskan Nasi Goreng Untuk Ibu Hamil

Pengangguran Di Indonesia Mencapai 8 Juta

JAKARTA - Angka pengangguran di Indonesia masih sangat mencengangkan. Menurut data Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, jumlah penganggur terbuka di Indonesia mencapai 8,32 juta orang atau 7,14 persen dari 116,53 juta orang angkatan kerja.

Anggota Komisi IX DPR Herlini Amran mengaku prihatin terhadap tingginya angka pengangguran. Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi diminta menggandeng Kementrian Pendidikan untuk menyelesaikan masalah ini.

"Bagaimana kemudian dalam proses pendidikan yang dijalankan mampu mengakomodir materi-materi yang mengarahkan kepada persiapan mental dan kompetensi dalam menciptakan lapangan kerja dan siap kerja," kata Herlini dalam rilisnya, Sabtu (17/12/2011).

Menurutnya, yang terjadi selama ini, perguruan tinggi atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hanya mampu melahirkan sarjana-sarjana pencari kerja, bukan pembuka lapangan pekerjaan.

"Pemerintah harus bekerjasama dalam menyelesaikan masalah ini, dengan mencari pokok permasalahannya, seperti, masalah yang ditimbulkan oleh beberapa program pendidikan tidak terkait dan cocok dengan dunia usaha dan pasar kerja," ujarnya.

Bukan itu saja, bertambahnya kelulusan namun miskin lapangan pekerjaan juga menjadi penyebab menumpuknya pengangguran di Indonesia. Selain koordinasi dengan antar kementrian terkait, pemerintah juga harus mengubah paradigma masyarakat yang bergantung sebagai pencari kerja.

"Mereka harus dididik untuk membuka lapangan pekerjaan dan berani untuk berwirausha," tambahnya.

Disadarinya, memang tidak sedikit masyarakat yang berpeluang membuka lapangan pekerjaan. Namun, modal lagi-lagi menjadi kendala yang tak terbantahkan. Melihat hal ini, Herlini mendorong pemerintah untuk memberikan subsidi kepada setiap aktifitas yang berbasis unit usaha masyarakat.

"Selama ini saya menemukan, masyarakat banyak yang siap bekerja dan membuat pekerjaan namun terkendala dengan modal, dan yang lebih penting, pemerintah jangan melakukan yang sebaliknya menjadikan unit masyarakat sebagai sumber pungutan liar. ini kan sangat memalukan,” pungkas Politikus PKS ini.

READ MORE » Pengangguran Di Indonesia Mencapai 8 Juta

Penemuan Bangunan Mirip Candi di Puncak Gunung Kelothok

Gunung Kelothok
Kediri - Sebuah bangunan mirip candi ditemukan di puncak Gunung Kelothok. Bangunan tersebut pertama ditemukan oleh para pendaki gunung, yang kemudian ditindaklanjuti peninjauan oleh Pemkot Kediri.

Di lokasi tersebut juga ditemukan batu-batu besar yang merupakan bagian dari bangunan tersebut.

Menurut Wakil Walikota Kediri Abdulloh Abu Bakar, pihaknya sudah melakukan pembersihan. Namun setelah melaporkan temuan tersebut ke BP3 Trowulan, pihaknya tidak diperbolehkan meneruskan pembersihan bangunan candi tersebut.

"Kita dilarang membersihkannya, karena khawatir kalau malah merusak bangunan kuno tersebut," kata Abdulloh Abu bakar,Selasa (06/12/11).

Abu Bakar berharap pihak BP3 melakukan penelitian terkait dengan temuan bangunan candi yang berada di puncak Gunung Kelothok tersebut.

Sebelumnya, Tim studi bencana katastropika purba merekomendasikan agar beberapa daerah di Jatim dan DIY untuk dijadikan cagar budaya. Di dua lokasi tersebut, diduga terdapat bangunan mirip candi atau piramid yang tertimbun akibat peristiwa bencana.

READ MORE » Penemuan Bangunan Mirip Candi di Puncak Gunung Kelothok

Pekerja Seks Dapat Uang Saku Rp 3 Juta

MADIUN - Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan memberikan uang saku sebesar Rp 3 juta, kepada pekerja seks komersial yang berhenti dari pekerjaannya dan mau membuka usaha kreatif di kampung halaman.

Pernyataan itu disampaikan Gubernur Soekarwo di Madiun, Jatim, Senin (21/11/2011).

Menurut gubernur, saat ini sudah ada enam kabupaten/kota yang berkomitmen melakukan pembinaan dan penutupan lokalisasi di wilayahnya.

"Daerah-daerah itu di antaranya Kabupaten Blitar, Banyuwangi, Situbondo, Lumajang, dan Surabaya. Pemerintah daerahnya telah berkomitmen dengan saya, untuk melakukan penutupan lokalisasi. Tentunya dengan sejumlah penanganan, sebab saya tidak setuju lokalisasi ditutup tanpa solusi," ujar Soekarwo.

Penanganan terhadap para pekerja seks komersial (PSK) ini dilakukan secara bertahap, dengan mengedepankan pendekatan moral sehingga diharapkan tumbuh kesadaran pada jiwa pelaku.

Setelah itu baru dipikirkan masalah ekonominya yakni terkait bagaimana kelangsungan hidup mereka, setelah tidak lagi bekerja sebagai pekerja seks komersial.

READ MORE » Pekerja Seks Dapat Uang Saku Rp 3 Juta

Curi Uang PSK Usai Berkencan, Sumanto Dipolisikan

Ponorogo - Sumanto (52) harus berurusan dengan polisi. Pria asal Desa Tahunan, Kecamatan Tegal Ombo, Kabupaten Pacitan ini ditangkap karena mencuri uang dan HP milik seorang Pekerja Sek Komersial (PSK) yang dikencaninya.

Menurut Kapolsek Sampung Polres Ponorogo, AKP Soewahyudi mengatakan Sumanto ditangkap berdasarkan laporan dari NY (28) yang berprofesi sebagai PSK. Menurut NY, tersangka membawa lari dompet miliknya saat dia tengah berada di kamar mandi usai berkencan.

"Korban melaporkan kehilangan dompet berisi uang sebesar 500 ribu dan satu unit HP. Korban menduga yang mencuri barang-barang tersebut adalah Sumanto, karena saat kejadian keduanya baru selesai berkencan di salah satu warung milik teman korban," jelas Soewahyudi, Senin (14/11/2011).

Mendapatkan laporan tersebut, petugas kemudian langsung melakukan pengejaran dengan melacak melalui sinyal HP milik korban. Akhirnya diketahui pelaku bersembunyi di dalam rumahnya. "Tersangka kita tangkap di rumahnya sendiri. Saat penangkapan tersangka juga sempat bersembunyi di kolong tempat tidur untuk menghindari anggota saya," ucapnya.

Dihadapan petugas, Sumanto mengaku uang yang dicuri dari NY sudah habis beberapa hari setelah peristiwa pencurian tersebut. "Uangnya sudah habis buat kencan sama wanita lain," ucapnya.

Atas tindakannya tersebut, tersangka yang baru saja melangsungkan pernikahan anaknya akan dijerat dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian tanpa pemberatan dengan ancaman penjara maksimal empat tahun.

READ MORE » Curi Uang PSK Usai Berkencan, Sumanto Dipolisikan

Program Skype Mudahkan Interaksi Pekerja dan Calon Majikan

Semarang - Seorang wanita tampak serius mengenakan headset di depan monitor komputer yang dilengkapi alat webcam. Selama kurang lebih 12 menit, dia duduk di kursi dalam pendampingan seorang pembimbing. Dengan memakai identitas nama yang ditempelkan di kausnya, ia terus berinteraksi dengan seseorang di layar monitor.

Wanita yang cukup percaya diri itu tidak sedang menjalani tes di sekolah atau lembaga komputer. Namun, ia merupakan penata laksana rumah tangga (PLRT) yang sedang menjalani sesi wawancara dengan calon majikannya di Singapura. PLRT itu bernama Suzana (23) asal Kabupaten Jepara, sedangkan calon majikannya, Vinna Violita.

Sesi wawancara dengan menggunakan program Skype ini berlangsung di Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) Provinsi Jateng, jalan Brotojoyo, Semarang. Wawancara yang difasilitasi BLKLN Jateng ini dilakukan atas permintaan majikan atau pencari tenaga kerja dan sebuah agen di Singapura.

Menurut Suzana, sesi wawancara ini perlu dilakukan supaya pekerja nantinya bisa mengetahui calon majikannya di Singapura. "Saya diwawancarai calon majikan dan pegawai agen tenaga kerja di Singapura. Dalam wawancara, kami diminta menjelaskan identitas seperti nama, umur, termasuk kemampuan memasak, dan mencuci baju," katanya.

Anak ketiga dari lima bersaudara pasangan Seniman (47) dan Semi (45) ini sebelumnya sudah pernah bekerja di Arab Saudi selama dua tahun enam bulan sebagai pembantu rumah tangga.

Adapun, keinginannya berangkat ke Singapura ini untuk mencari pengalaman kerja. Selama berada di Arab, ia mengaku mendapatkan perlakuan yang cukup baik dari majikan. Karena itu, Suzana selalu beranggapan positif dan tak merasa khawatir akan mendapat perlakuan buruk.

Kepala BLKLN Provinsi Jateng Djumari mengatakan, PLRT ini mendapatkan bimbingan dan pengarahan dari institusinya sebelum bekerja ke Singapura.Bukan hanya teori, namun mereka juga dilatih praktik.

Atas permintaan Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS), calon pekerja biasanya dikirimkan ke BLKLN terlebih dulu untuk mendapatkan pelatihan. "Hingga kini, kami sudah mendidik PLRT sebanyak 16 angkatan. Pelatihan ini gratis, kami berharap setelah dilatih kemampuan calon pekerja untuk berkomunikasi menjadi lebih baik," ungkapnya.

Menurut dia, program Skype ini merupakan bantuan pemerintah. Bila agen tenaga kerja menginginkan wawancara langsung dengan calon pekerja, BLKLN bisa memfasilitasinya.


READ MORE » Program Skype Mudahkan Interaksi Pekerja dan Calon Majikan

Bayi Cantik Ini Ditinggalkan Di Panti Asuhan

Bayi mungil ditemukan di Magelang
Magelang - Bayi perempuan ditemukan di atas sofa pada teras Pantai Asuhan Plawisan, Desa Taman Agung, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Bayi berparas cantik itu hanya berbalut selembar kain yang menutupi tubuh mungilnya.

Penemuan bayi ini pun membuat heboh warga desa di kaki Gunung Merapi ini. Dari informasi , Selasa (08/11/2011), penemuan bayi berawal dari datangnya seorang donatur Panti Asuhan Yatim (PAY) Muhammadiyah yang beralamat di Jl Tentara Pelajar, Magelang.

"Bu Eko Teguh, penyumbang yang kebetulan datang dari Selo Iring, saat datang akan menyumbang menemukan bayi perempuan cantik itu tergeletak di sofa depan rumah panti asuhan yang saya kelola," ujar saksi Muhammad Towil saat ditemui di Kantor Polsek Muntilan.

Saat itu menemukan bayi, menurut Towil, Eko Teguh bertemu dengan istrinya. Istrinya langsung menyusul dirinya yang saat itu berada di sawah tak jauh dari panti asuhan. "Saya segera pulang dan langsung melaporkan kejadian bayi yang dibuang di depan panti asuhan kami ke polisi," jelas Towil.

Bayi yang ditemukan dalam kondisi hanya menggunakan popok dan alas plastik (perlak) langsung dilarikan polisi ke RSUD Muntilan untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan. Usai diperiksa di Instalasi Gawat Darurat (IGD) bayi ini langsung dimasukan ke Bangsal Kenanga khusus anak untuk mendapatkan penanganan khusus setelah ditemukan.

Kondisi tubuhnya secara umum dinyatakan cukup sehat. Hanya saja, berdasar pemeriksaan tim medis rumah sakit, di kepala bayi tersebut terdapat benjolan yang diduga merupakan penyakit. Meski belum dapat dipastikan sakitnya, tapi benjolan itu berisi cairan atau jaringan otak semacam daging tumbuh.

"Dari hasil pemeriksaan, beratnya 3,5 kilogram dan kondisinya secara umum sehat. Diperkirakan lahir sudah satu bulan yang lalu. Bayi sementara akan dirawat di bangsal khusus anak hingga kondisi kesehatannya stabil. Kami juga akan memastikan benjolan yang ada di bagian kepalanya," tegas dokter Sasongko, Direktur RSUD Muntilan.

Sasongko menyatakan, pihak rumah sakit merawat bayi tersebut untuk menjamin kesehatan dan asupan gizinya. Setelah kondisinya sehat, jika belum ada pihak orang tua yang mengakui bayi itu, maka akan dipasrahkan kepada pihak kepolisian. Kemungkinan bayi tersebut akan dititipkan pada panti asuhan.

Selama dirawat di rumah sakit, bayi akan dirawat dengan menggunakan biaya dari salah satu jaminan kesehatan yang ada. Jika nantinya bayi itu berasal dari keluarga miskin akan menggunakan Jamkesmas sehingga biaya gratis.

Jika ternyata warga Kota Muntilan maka akan menggunakan jaminan kesehatan bagi warga di wilayah KRB (kawasan rawan bencana) Merapi.

"Selain itu, apabila tidak masuk Jamkesmas bisa menggunakan Jamkesda atau dana bantuan sosial. Jadi seluruh biaya bisa gratis. Ada lima jaminan pelayanan kesehatan yang selektif bisa dipakai. Selama ini pasien yang dirawat di rumah sakit 77 persen juga memakai jaminan perawatan kesehatan," jelas Sasongko.

READ MORE » Bayi Cantik Ini Ditinggalkan Di Panti Asuhan

Tinggal di Rumah Reot, Makan dari Belas Kasih Tetangga

Jombang - Kemiskinan tidak pernah lepas dari hidup Samini (80), warga Jalan Sulawesi Desa Plandi Kecamatan/Kabupaten Jombang. Di rumah berdinding bambu, ia ditemani anak semata wayang bernama Suwati (18). Ironisnya, selain mengalami keterbelakangan mental, Suwati juga mengalami kebutaan sejak kecil. Praktis untuk bisa makan, keluarga ini hanya mengandalkan belas kasihan tetangga.

Samini bangkit dari ranjang lusuh tempatnya berbaring. Di sebelahnya, seorang perempuan berambut sebahu terus menggenggam tangan Samini. Dia bernama Suwati. Dengan bergandengan tangan, ibu dan anak ini bergeser ke ruang tamu rumahnya. Meski disebut rumah, namun tempat tinggal perempuan renta ini tak layak dihuni. Maklum saja, rumah itu hanya berukuran 5X4 meter. Sudah begitu, dindingnya yang terbiat dari anyaman bambau sudah berlubang disana-sini.

Rumah bambu itu sekat menjadi bagian. Bagian depan dijadikan ruang tamu meski tak dihiasi meja dan kursi. Sedangkan bagian belakang dijadikan dapur tanpa perabotan. Di bagian belakang itu hanya terdapat ranjang reot yang digunakan tidur Samini dan Suwati.

Setiap orang yang memasuki ruang tidur Samini, secara reflek akan menutup hidup. Jika tidak, maka bau pesing langsung menyengat hidung. "Nek dalu, pipise nggih ten mriki (Kalau malam buang air kecil disini)," kata Samini sambil menunjuk ranjang yang ia buat tidur, Kamis (20/10/2011).

Seiring hembusan angin yang menerobos dinding rumahnya, Samini berkisah, rumah yang ia tempati merupakan hasil kerja keras saat masih muda. Suaminya bernama Sanusi bekerja sebagai penarik becak di kawasan stasiun Jombang. Sedangkan Samini sendiri, selain ibu rumah tangga, juga menjadi buruh tani di sawah. Namun sejak suaminya meninggal 10 tahun silam, kehidupan nenek renta ini semakin berantakan. Ia harus menghidupi anaknya yang buta seorang diri.

Bahkan, sejak beberapa tahun belakangan ini Samini sudah tak mampu bekerja. Untuk sekedar makan saja, ibu satu anak ini menggantungkan belas kasihan tetangga. "Nek mboten disukani tonggo nggih mboten maem. Kulo mboten gadah yotro (kalau tidak dikasih tetangga ya tidak makan. Saya tidak punya uang)," katanya polos.

Bagaimana dengan Suwati? Setali tiga uang dengan ibunya. Jangankan bekerja, sekedar berpindah dari kamar ke ruang tamu saja, Suwati harus digandeng oleh ibunya. Hal itu tidak lepas dari indera penglihatan Suwati yang buta sejak kecil. Suwati juga sulit diajak komunikasi karena mentalnya mengalami keterbelakangan. "Saya hanya sekali mendapat bantuan beras dari Pak Lurah," kata Samini dengan bahasa Jawa halus.

Sementara itu, Sukari (48), tetangga depan rumah Samini mengatakan, kemiskinan yang melilit keluarga Samini sudah berlangsung lama. Seluruh tetangga sekitar bisa memahami. Pasalnya, kondisi ibu dan anak itu tidak memungkinakan untuk bekerja. "Jadi masalah makan yang dari tetangga," kata pria berkumis ini.

READ MORE » Tinggal di Rumah Reot, Makan dari Belas Kasih Tetangga

Ratusan Warga Antre Zakat di Rumah Dermawan

Yogyakarta - Ratusan warga beramai-ramai mendatangi rumah seorang dermawan yang akan membagikan zakat di Kampung Ledok Tukangan, Danurejan, Yogyakarta, Rabu (31/8). Sang dermawan yang bernama Heri Asih selalu memberikan zakat berupa uang tiap kali Lebaran.

Meski harus menunggu dan berdesakan, wargapun tetap antusias. Sejumlah warga senang dengan pemberian zakat ini. Selain bisa digunakan untuk tambahan belanja kebutuhan dapur, mereka juga menggunakannya untuk uang jajan. Heri Asih juga mengaku senang bisa berbagi kegembiraan.

Pembagian zakat juga dilakukan di Kota Pati, Jawa Tengah. Zakat yang dibagikan berupa paket bahan makanan pokok. Mereka yang ikut mengantre dengan cara menukar kupon terdiri dari tukang becak, buruh, dan pengamen. Hingga selesai acara berlangsung tertib dan aman.(JUM)


READ MORE » Ratusan Warga Antre Zakat di Rumah Dermawan