http://www1.adsensecamp.com/show/click.php?sid=mRdDaoNm8jEfHjaXqGsflH3ruphn9bMloL0lNGftgL4%3D&mid=EjaJmS1dntm%2BX72MOzJDBQE8LK%2Fi2T92ec739JbynYU%3D&ogi=r1efHiL667Gw178F%2FwEKiwD6bAvnS98FPQzVjg73xyM%3D&omid=BQd02UEWA%2Fs%3D&chan=WB3ae77b+8A%3D&i=6zepDC1828IRA3NnZPI4x3y5wpnCV3PoyW5ZUNXhvNnNjvvVUPwD4yC5ALPkvmVH&r=S3bVBZ7uC8wCmvRpmt5qgx15VfAQVibWFgEk6cp8ypeT9DR6G2klxBQeXRxSdpEI0ExoTzy48Q%2F%2BY7zpAqYiXA%3D%3D&a=xHMulCJa2UOFnEPfzInWFAfTW4SZZC8wcztg31qspQrmhhJRxvOKbj7L8Xrjcyq4NdhBTaHVaYGQ8JZ5LlQdtXZlYikVkwaBQji7ZbeS7HgSHL5%2FxUQ%2BIk%2FlBGI9VYuZFkkvG4usQIrdUSVoTlbfSQ%3D%3D
Tampilkan postingan dengan label Berita Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Sains. Tampilkan semua postingan

Pemanasan Global Tidak Perlu Lagi Diragukan!

Durban - Pemanasan global yang semakin parah terjadi saat ini, ternyata masih menyimpan keraguan dari beberapa pihak. Padahal hal tersebut sudah sangat mendesak.

"Para pemimpin yang menunggu lama untuk melihat bukti lebih kongkrit mengenai efek buruk gas rumah kaca sebenarnya seperti orang yang sedang berkhayal," ujar seorang kepala ilmuwan PBB pemenang nobel.

"Anda tidak bisa selamanya terus menunggu bukti baru dari pemanasan global, untuk melakukan tindakan responsif,' ungkap Rajendra Pachauri, Head of Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), dalam sebuah diskusi PBB mengenai iklim di Durban, Afrika Selatan. Demikian seperti yang dikutip dari ST.
Acara diskusi yang berlangsung selama 12 hari tersebut mencari titik temu batas peringatan, sampai ke 2.0 derajat Celcius, standar umum batas bahaya pemanasan global.

Melihat pada bukti-bukti terbaru maupun yang sudah ada sebelumnya, laporan ke-4 tahun 2007 dari IPCC mengatakan bahwa data dari pemanasan global sudah jelas dan tidak perlu ditunda-tunda lagi tindakan penanggulangannya.

READ MORE » Pemanasan Global Tidak Perlu Lagi Diragukan!

Malam Minggu, Gerhana Bulan Terakhir Tahun Ini

JAKARTA - Malam minggu nanti, Sabtu (10/12/2011), langit malam di Indonesia akan dihiasi oleh gerhana Bulan. Gerhana ini cukup istimewa sebab menjadi Gerhana Bulan Total terakhir pada tahun 2011.

Astronom Ma'rufin Sudibyo dalam posting di jejaring sosialnya, Minggu (4/12/2011) lalu, mengatakan, "Gerhana mulai terjadi pada pukul 18.35 WIB ditandai dengan mulai bersentuhannya cakram Bulan terhadap penumbra."

Namun, Ma'rufin menjelaskan bahwa tahap awal gerhana akan sulit dilihat secara kasat mata. Gerhana baru bisa dilihat jelas sekitar pukul 19.46 WIB, saat bulan bersentuhan dengan umbra.

"Totalitas, yakni tertutupinya cakram Bulan secara sepenuhnya oleh umbra, terjadi pukul 21.07 hingga 21.57 WIB, selama 50 menit, dengan puncak gerhana pukul 21.32," tutur Ma'rufin.

Saat totalitas terjadi, jangan dikira Bulan akan lenyap. Bulan akan "berdarah", berwarna kemerahan seperti yang sering diperlihatkan dalam film tentang manusia serigala.

Tak seperti gerhana Matahari, gerhana Bulan aman disaksikan tanpa alat dan pelindung. Karena terjadi tak terlalu malam, maka gerhana Bulan kali ini pas dinikmati sambil minum kopi atau bercengkerama bersama teman.

Jangan lupa, Anda pun bisa menyiapkan kamera DSLR untuk mengabadikan momen gerhana ini. Membuat serangkaian foto gerhana dari tahap awal hingga akhir patut dicoba.

Ada yang unik dari gerhana kali ini. Saat totalitas terjadi, Bulan akan tampak berada di depan Bimasakti. Jadi, jika dilihat, di belakang Bulan berdarah akan tampak kabut tipis.

Bimasakti adalah galaksi tempat Bumi bernaung. Ma'rufin mengatakan, Bimasakti juga "monster" yang telah menelan galaksi-galaksi kecil lain serta merupakan salah satu galaksi tertua di semesta.

Bulan berdarah juga akan memiliki beberapa pendamping malam Minggu nanti. Salah satunya Jupiter yang sejak beberapa waktu lalu terus-menerus tampak dan bisa dilihat dengan mata telanjang.

Selain itu, bintang Sirus yang menjadi bintang paling terang setelah Matahari juga akan terlihat. Ada juga gugus tujuh bintang bersaudara atau Pleiades. Galaksi Awan Magellan Kecil dan Besar juga akan terlihat.

Semua benda langit yang terlihat saat gerhana menjanjikan pemandangan yang menarik pada malam Minggu nanti. Tetapi, semua bisa lenyap tak terlihat bila langit berawan dan hujan. Jadi, berdoa saja hal itu tak terjadi.

Gerhana kali ini bisa dilihat oleh masyarakat di seluruh Indonesia. Indonesia juga beruntung karena berpeluang menyaksikan seluruh tahap gerhana. Amerika Selatan, Afrika barat, dan seluruh wilayah Atlantik tak bisa menikmati gerhana ini.

Gerhana Bulan Total terjadi saat Bumi, Matahari, dan Bulan berada di satu garis lurus. Bulan akan ada di umbra (bayang-bayang inti) dan penumbra (tambahan) Bumi. Gerhana Bulan Total adalah salah satu fenomena alam yang telah dinikmati selama ribuan tahun, yang diterjemahkan menjadi makna yang berbeda di setiap kebudayaan.

READ MORE » Malam Minggu, Gerhana Bulan Terakhir Tahun Ini

Kisah Tewasnya Sang Juara Olimpiade Sains

Jakarta - Norma Susilowati, 50 tahun, sudah tak sanggup berdiri. Dia hanya duduk terpaku di kursi kamar jenazah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Selasa malam, 6 Desember 2011. Kematian putranya, Christopher Melky Tanujaya, 16 tahun, benar-benar membuat hatinya terluka.

Dengan kesedihan Norma bercerita, Christopher baru pulang ke Indonesia setelah berlibur ke luar negeri. Bahkan pada 7 Desember 2011 dia seharunya bertolak ke Australia untuk survei ke University of Sidney dan University of Quensland. Satu dari dua kampus itu nantinya dijadikan sebagai tempat menuntut ilmu.

Norma mengatakan dirinya tidak memiliki firasat apa pun sebelum kematian putranya. Apalagi Christopher selama ini tidak memiliki musuh. Keluarga pun hampir tak percaya jika dia menjadi korban pembunuhan. "Semua teman yang jalan dengan dia hari Senin adalah teman-teman Indonesia yang sama-sama mendapat beasiswa di Singapura," kata Norma.

Christopher adalah anak kedua dari tiga bersaudara buah hati pasangan Stefanus Tanujaya, 52 tahun, dan Norma. Dia tercatat sebagai juara Olimpiade Sains Nasional bidang matematika tingkat SMP pada 2009.

Kemarin, saat meninggalkan rumah, Christopher pamit pergi ke ulang tahun seorang teman dan bermain futsal di bilangan Puri Indah, Jakarta Barat. Keluarga mendapat kabar Christopher ditemukan sekarat di dekat halte Transjakarta Pluit, Penjaringan, sekitar pukul 20.00. Darah bercucuran dari leher akibat tusukan benda tajam.

Christopher sempat dilarikan ke Rumah Sakit Atmajaya, Penjaringan, Jakarta Utara. Namun nyawanya tidak tertolong. Sejauh ini polisi belum bisa memastikan latar belakang kejadian ini. Sebab barang-barang korban masih utuh.

Menurut Norma, dia bangga dengan prestasi yang diraih Christopher. Remaja itu melanjutkan sekolah tingkat empat (setara kelas X SMA) di Saint Joseph Singapura. "Sekolah ke Singapura tanpa dibiayai orang tua. Tapi karena beasiswa karena berprestasi waktu di SMP Ipeka Pluit," katanya.

Tak hanya prestasi akademis, Christopher pun berprestasi di bidang olahraga. "Di Singapura jadi ketua tim futsal. Juga pernah juara satu lomba renang antartingkat di sekolah," ujar Norma.



READ MORE » Kisah Tewasnya Sang Juara Olimpiade Sains

Teknologi Absensi Dengan Pembuluh Darah

Palm Secure, mesin identifikasi dengan mendeteksi pembuluh darah. Bisa digunakan untuk cek absensi atau access control.
YOGYAKARTA - Fujitsu System Indonesia memperkenalkan produknya yang bernama Palm Secure. Mesin ini bisa melakukan identifikasi pengguna dengan telapak tangan, tanpa sentuhan. Mesin tersebut diklaim lebih baik daripada mesin berbasis sidik jari yang sudah banyak digunakan.

Country Manager Platform Product Fujitsu Indonesia Raymond Firdausi menjelaskan, mesin tersebut melakukan sensor geometrik pada aliran darah yang ada di telapak tangan pengguna. Salah satu penerapannya, mesin itu bisa diapakai untuk sistem "absensi/presensi" yang ada di kantor-kantor.

"Bila menggunakan absensi sidik jari masih bisa dipalsu dengan bahan seperti karet, tapi bila menggunakan alat ini akan susah ditiru karena garis tangan orang berbeda," ungkap Raymond saat berbincang di Yogyakarta, Jumat (2/12/2011).

Menariknya, mesin ini tidak perlu dioperasikan dengan menyentuhkan telapak tangan ke mesin. Ia menggunakan teknologi pencitraan tanpa kontak langsung (contactless). Fujitsu mengklaim mesin ini memiliki keakuratan yang tinggi.

Salah satu keunggulannya, dibandingkan sistem dengan sidik jari, pengguna tak akan mudah saling tertular penyakit dengan pengguna lain. Berbeda dengan sistem berbasis sidik jari yang memungkinkan virus atau bakteri menempel pada mesin saat jari ditekankan.

Mesin absensi Palm Secure ini bisa digunakan untuk instansi rumah sakit, jasa keamanan, pemerintahan, industri keuangan atau bank, manufaktur, retail, ataupun pendidikan. Produk ini sudah dipakai kalangan perbankan tertentu di Brasil, Jepang, dan Vietnam. Di Singapura, ada pihak yang menggunakannya sebagai kunci saat memasuki ruangan (door access). Produk ini dibanderol 1.000 dollar AS.

READ MORE » Teknologi Absensi Dengan Pembuluh Darah

Otak Einstein Dipamerkan untuk Pertama Kalinya

Philadephia - Penasaran seperti apa otak orang genius seperti Albert Einstein? Datang saja ke Philadelphia, Amerika Serikat. Di sana masyarakat umum dapat melihat 46 potongan otak fisikawan yang mengembangkan teori relativitas itu untuk pertama kalinya.

Otak itu dipamerkan selama sembilan hari di Mütter Museum and Historical Medical Library, Philadelphia. Kurator museum, Anna Dhody, menyatakan para pengunjung dapat mengamati 45 irisan otak sebagaimana aslinya, sedangkan satu potongan lagi diperbesar di bawah lensa.

“Einstein adalah individu unik, dan memiliki organ yang diasosiasikan dengan kecerdasan dari pria yang luar biasa ini adalah peluang yang sangat besar,” kata Dhody. “Kami berharap dapat memamerkan dan berbincang tentang otak serta fisiologinya.”

Potongan otak pria jenius itu telah melalui perjalanan yang ganjil sejak kematian Einstein di usia 76 pada 1955 karena abdominal aneurism. Thomas Harvey, ahli patologi yang mengerjakan otopsi Einstein, mengeluarkan otak Einstein sebagai bagian dari prosedur otopsi standar, tapi tidak memasukkannya kembali.

Harvey mengatakan putra Einstein mengizinkannya mengambil otak sang ilmuwan. Namun keluarga Einstein membantah klaim tersebut. Gara-gara kasus itu Harvey kehilangan pekerjaannya. Namun dia tetap menyimpan otak Einstein.

Selama bertahun-tahun dia mengirimkan sepotong organ tersebut kepada pakar otak untuk memahami apakah ada sesuatu dalam struktur otak Einstein itu yang membuatnya begitu pandai. Sebagian dari irisan setipis rambut itulah yang kini terpajang di museum di Philadelphia tersebut.

“Dr. Harvey pernah menjalani latihan di Philadelphia. Dia kembali ke Philadelphia dan meminta bantuan seorang teknisi slide untuk membuat sayatan dan meletakkannya dalam pelat kaca tipis,” kata Dhody.

Sebagai ucapan terima kasih kepada ahli patologi Philadelphia yang mengizinkan pembuatan slide otak itu di laboratoriumnya, Harvey menghadiahkan kotak berisi 46 slide berisi irisan otak setipis rambut, masing-masing tebalnya hanya 20 hingga 50 mikron. Sebagai perbandingan, rambut manusia berdiameter sekitar 100 mikron.


READ MORE » Otak Einstein Dipamerkan untuk Pertama Kalinya

Garam Bikin Kapasitas Hard Disk Bertambah

Singapura - Garam menjadi bumbu dapur yang tidak dapat dilewatkan saat memasak. Kini, garam bisa menjadi bahan khusus agar hard disk komputer baru Anda mampu menyimpan data enam kali lebih banyak dari hard drive yang ada.

Peneliti dari Singapura menemukan bahwa sodium klorida di dalam garam meja dapat menjadi kunci untuk menjadikan hard drive lebih padat agar bisa menyimpan lebih banyak informasi.

"Hasil yang didapat ialah apabila "bits" tersebut dapat menjadi lebih padat maka akan mengurangi waktu memproses informasi," kata Joel Yang, ilmuwan dari Institut Penelitiaan Bahan Singapura, Selasa (18/10).

Teknologi yang telah hadir pada hard drive sekarang hanya terbatas pada teknologi yang hanya bisa mengisi bagian kecil informasi. Setiap butir memiliki ukuran sekitar 7-8 nanometer. Padahal, tim riset telah membuktikan bahwa butir yang berukur 10 nanometer dapat menambahkan kapasitas informasi di dalam hard drive.

Dengan menggunakan sinar tembak elektron, mereka dapat melacak pola struktur nano di kaca film yang menutupi dasar hard drive. Lalu, mereka menggunakan cairan pengembang asin untuk membersihkan bagian dari film yang terkena elektron dan membuahkan hasil pola yang diinginkan.

Teknik tersebut digunakan untuk memperbesar ukuran dari luar permukaan dari hard drive, yang akan membantu individu dalam proses penyimpanan informasi.

READ MORE » Garam Bikin Kapasitas Hard Disk Bertambah

Phobos-Grunt Gagal Menuju Mars

MOSKOW - Rusia terus melakukan upaya untuk mendapatkan kembali kontrol pada satelitnya yang terjebak mengelilingi bumi. Satelit Phobos-Grunt merupakan misi Rusia yang diluncurkan pada Rabu lalu, namun gagal menuju Mars.

Dilansir BBC, Minggu (13/11/2011), insinyur telah menggunakan stasiun pelacakan untuk berbicara dengan satelit dan mendiagnosa masalahnya, tapi sayangnya upaya itu tidak berhasil.

Sementara itu The European Space Agency Spacecraft Operation Centre (Esoc) Jerman kini terlibat untuk membantu membangun link, dengan menggunakan antena di Giyana, kepulauan Canary dan daratan Spanyol.

Tidak hanya Esoc, US Space Agency (NASA) juga menawarkan bantuan untuk melakukan sesuatu yang bisa mengontrol kembali pesawat luar angkasa itu.

Direktur eksplorasi Mars NASA, Doug McCuistion mengatakan, "Kami telah menawarkan bantuan jika mereka membutuhkannya, dan kami akan menyediakan yang terbaik semampu kami."

Jika Phobos-Grunt benar-benar hilang, maka kelompok-kelompok profesional akan melakukan upaya untuk menentukan secara tepat tempat dan waktunya pesawat luar angkasa itu turun.

Seperti UARS, kendaraan luar angkasa akan terbakar di atmosfer, tetapi setiap bagian yang terbuat dari suhu tinggi logam, seperti titanium atau stainless steel memiliki kesempatan untuk jatuh ke permukaan.

READ MORE » Phobos-Grunt Gagal Menuju Mars

Jika Asteroid Itu Menyerempet Akan Terjadi Guncangan 7SR

CALIFORNIA - Sebuah asteroid seukuran sebuah pesawat terbang akan melewati Bumi dalam jarak delapan persepuluh dari jarak bulan. Inilah jarak yang paling dekat dengan Bumi dari obyek seukuran ini dalam 30 tahun ini.

Jarak terdekat akan terjadi pada Selasa pukul 18.28 ET (besok pagi WIB) saat asteroid ada dalam jarak 202 ribu kilometer dari planet kita, kata NASA.

Badan antariksa AS ini mengklasifikasikan asteroid itu sebagai "objek berpotensi berbahaya."

Jika asteroid itu sampai menabrak bumi, dapat menyebabkan ledakan 4.000 megaton dan gempa bumi 7,0 skala Richter, menurut para ilmuwan di Purdue University. Jika jatuh ke laut, bisa menyebabkan tsunami setinggi 70 kaki hingga 60 mil dari lokasi kecelakaan, para ahli mengatakan.

Namun, batu angkasa, yang disebut Asteroid 2005 YU55, tidak menimbulkan ancaman tabrakan dengan Bumi, menurut Near Earth Object Program NASA.

NASA berencana untuk mempelajari asteroid dengan antena radar Goldstone di Gurun Mojave California. Antena Goldstone adalah teleskop radio yang sangat sensitif yang digunakan untuk menyelidiki quasar, pemetaan radar planet dan komet.

Para ilmuwan berencana untuk merekonstruksi bentuk asteroid dengan resolusi halus 13 kaki (4 meter) dengan menggunakan antena. Pengamatan juga dijadwalkan di Observatorium Arecibo di Puerto Rico.

Ini juga akan memberikan kesempatan langka bagi para astronom amatir untuk secara langsung mengamati asteroid dengan teleskop optik.


READ MORE » Jika Asteroid Itu Menyerempet Akan Terjadi Guncangan 7SR

Asteroid Sebesar Kapal Mendekati Bumi 8 November

Tuscan - Sebuah asteroid yang dijuluki 2005 YU55 akan mendekati bumi pada 8 November hingga jarak 202.000 mil dari Bumi, lebih dekat dari bulan, sebelum melesat jauh ke angkasa. Karbon berwarna dan gelap itu berukuran sekitar 1.300 kaki. Namun asteroid ini tak berbahaya bagi bumi.

"Ini bukan sebuah asteroid yang berbahaya, hanya sebuah kesempatan yang baik untuk dipelajari," kata National Science Foundation astronom Thomas Statler. NASA dan NSF menyiapkan serangkaian teleskop radar dan pengamatan lain mulai Jumat, yang ditujukan untuk pemetaan permukaan asteroid dan kimia.

Sebuah asteroid serupa dalam ukuran seperti 2005 YU55 ini tidak akan datang sedekat dengan bumi lagi hingga 2028. Menurut NASA, sekitar 1.262 asteroid berpotensi bahaya, yang ukurannya lebih besar dari 500 kaki yang mendekati. Salah satunya 2005 YU55. Para ilmuwan percaya bahwa YU55 tidak akan memberikan dampak seperti tabrakan dengan bumi setidaknya untuk jangka waktu 100 tahun ini, Jumat (4/11).

Kunjungan asteroid ini akan menjadi kunjungan batu luar angkasa berukuran besar yang terdekat dengan bumi lebih dari tiga dekade. Ukuran dari 2005 YU55 cukup besar yang mempunyai estimasi layaknya kapal induk angkatan laut.

Benda luar angkasa ini ditemukan pada 2005 layak namanya dan ditemukan oleh Robert McMillan yang bekerja di Steward Observatory di Tuscan, Arizona. Setelah dipelajari pada 2010, benda tersebut tidak akan membawa dampak negatif ke Bumi

Bagi penggemar eksplorasi luar angkasa, tahun 2011 sepertinya dihujani oleh berbagai kejadian yang membuat kita terpukau dengan kehebatan manusia untuk bisa pergi ke tempat yang jarang disentuh.


READ MORE » Asteroid Sebesar Kapal Mendekati Bumi 8 November

Ilmuwan Berhasil Temukan Gen 'Dalang' Bunuh Diri

Toronto – Perilaku penyebab bunuh diri memiliki banyak penyebab rumit. Kini, ilmuwan berhasil menemukan gen yang menjadi dalam munculnya pemikiran untuk bunuh diri. Apa itu?

Ilmuwan saraf berhasil mengungkap bukti gen tertentu yang menyebabkan perilaku bunuh diri. Centre for Addiction and Mental Health (CAMH) di Kanada melakukan studi data 3.352 orang yang 1.202 di antaranya memiliki sejarah perilaku bunuh diri untuk memastikannya.

Di masa lalu, studi menunjukkan, gen brain-derived neurotrophic factor (BDNF) berimplikasi pada perilaku bunuh diri. Menurut International Journal of Neuropsychopharmacology, BDNF sendiri terkait sistem pengembangan susunan saraf.

Sekitar 90% orang yang meninggal karena bunuh diri setidaknya memiliki satu kelainan kesehatan mental. Menurut CAMH, partisipan studi termasuk mereka yang pengidap schizophrenia, depresi, kelainan bipolar atau kelainan mood.

Hasilnya, ilmuwan CAMH memastikan, orang-orang yang memiliki variasi methionine dalam gen-nya memiliki risiko lebih tinggi pada perilaku bunuh diri dibanding mereka yang memiliki variasi valine.

“Temuan kami mengarah pada pengujian dan pengembangan pengobatan orang yang memiliki gen ini untuk membantu mencegah bunuh diri. Di masa depan, pengujian genetik bisa membantu mengidentifikasi orang yang memiliki risiko tinggi bunuh diri,” papar Direktur Neuroscience Research Department CAMH, James Kennedy seperti ditulis Thaindian.


READ MORE » Ilmuwan Berhasil Temukan Gen 'Dalang' Bunuh Diri

Sampah Kulit Jeruk Bisa Jadi Bahan Bakar

London - Limbah kulit jeruk ternyata dapat dibuat menjadi bahan bakar untuk kendaraan. Para ilmuwan di seluruh dunia berusaha keras untuk menemukan cara, agar dapat memenuhi tuntutan permintaan atas kelangkaan bahan bakar.

Kini, seorang ilmuwan Inggris telah menemukan cara revolusioner untuk mengubah kulit jeruk menjadi minyak, menggunakan microwave, Selasa (20/9).

Profesor James Clark di University of York, AS, menemukan fakta bahwa microwave bertenaga tinggi bisa memecah molekul dalam kulit buah. Cara ini dilakukan untuk melepaskan gas dari kulit jeruk, yang dapat dikumpulkan dan disaring menjadi produk cair. Gas-gas berharga inilah yang kemudian digunakan untuk menghasilkan produk minyak, plastik, bahan kimia dan bahan bakar.

Profesor Clark mengklaim metode microwave juga dapat digunakan pada berbagai limbah tumbuhan untuk membuat bahan bakar atau produk lainnya. Mereka termasuk jerami, kuit biji mete, kulit apel, kopi atau sekam padi.

"Limbah kulit jeruk adalah contoh yang sangat baik dari sumber daya yang terbuang. Di Brasil, produsen jus jeruk terbesar di dunia, sebagian buah jeruk yang tersisa menjadi sampah setelah menghasilkan jus. Ini sama dengan delapan juta ton kulit jeruk per tahun yang dapat digunakan untuk memproduksi bahan kimia dan bahan bakar, "katanya

READ MORE » Sampah Kulit Jeruk Bisa Jadi Bahan Bakar

Satelit Nasa Seberat 6,2 Diperkirakan Jatuh Minggu Ini

New York - Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memprediksi satelit yang sudah tidak berfungsi seberat 6,2 ton bakal menghantam bumi antara Kamis (22/9), sampai Sabtu (24/9) ini. Menurut analisis NASA, puing-puing dari Satelit Penelitian Atmosfer Atas (UARS) tersebut berpotensi menimpa seseorang dengan tingkat kemungkinan 1 banding 3.200.

Ahli Luar Angkasa di Johnson Space Center Nicholas Johnson mengatakan tempat jatuhnya satelit tersebut ke bumi tergantung pada posisi dan ketinggian awal terjunnya satelit. Ia menaksir puing-puing satelit bisa jatuh di Siberia sampai Amerika Selatan. Ada kemungkinan puing-puing itu jatuh di bagian Bumi yang padat penduduk.

"Orang-orang bisa melihat sebuah pemandangan atraktif seperti melihat bintang jatuh di siang bolong," ujarnya. "Kami baru akan tahu di mana satelit itu jatuh setelah satelit itu mendarat di bumi." Namun ia memastikan risiko puing-puing satelit itu mengenai orang "sangat kecil.

READ MORE » Satelit Nasa Seberat 6,2 Diperkirakan Jatuh Minggu Ini

Wah, Ternyata Emas Berasal Dari Luar Angkasa

LONDON - Para ilmuwan mengatakan mereka telah menemukan bukti bahwa beberapa logam berharga, antara lain emas dan platinum, berasal dari angkasa luar miliaran tahun lalu.

Para peneliti dari Universitas Bristol, Inggris mengambil kesimpulan berdasarkan penelitian terhadap endapan berusia empat miliar tahun di Greenland. Mereka menemukan isotop yang berada di dalam endapan jelas berbeda dengan isotop yang berasal dari Bumi.

Menurut mereka, perbedaan ini memperkuat teori yang menyebutkan logam-logam berharga yang kita gunakan sekarang ini sampai ke bumi melalui pelepasan sebuah meteor besar ketika meteor baru berusia 200 juta tahun. Logam emas dan logam-logam berat lain kemudian tenggelam ke dalam inti bumi yang meleleh pada masa-masa awal.

”Namun asal-muasal pertama dari emas yang kini menjadi barang perhiasan dalam bentuk cincin, kalung dan lain-lain bahkan lebih eksotis,” lapor wartawan BBC, Risto Pyykkö.

Menurut ilmuwan, logam emas terbentuk akibat benturan antar bintang-bintang neutron, ledakan paling dasyat yang pernah terjadi di alam semesta.

READ MORE » Wah, Ternyata Emas Berasal Dari Luar Angkasa

Wow, Ada Planet Terbuat dari Berlian

Manchester - Para astronom asal Inggris percaya bahwa mereka telah menemukan sebuah planet yang seluruh isinya terbuat dari berlian. Seperti diwartakan Dailymail, Jumat (26/8), beberapa ilmuwan di Universitas Manchester, Inggris, meyakini mereka telah menemukan sebuah bintang yang sangat besar di Bima Sakti. Bintang itu kemudian berubah menjadi sebuah planet kecil yang terbuat dari berlian.

Tim peneliti internasional pertama kali mendeteksi sebuah bintang biasa yang disebut pulsar. Pulsar adalah bintang yang berputar lebih kecil dengan diameter sepuluh mil, sama dengan ukuran sebuah kota kecil, yang memancarkan sinar gelombang radio.

Ketika diteliti lebih lanjut dengan menggunakan teleskop berbasis di sebuah observatorium di Cheshire, Inggris, mereka menemukan bahwa pulsar itu memiliki tarikan gravitasi planet yang mengorbit di sekitarnya.

Kepadatan planet tersebut berisi kristal, yaitu sebagian besar bintang mungkin mirip dengan berlian. Planet itu dinamakan Pulsar, PSR J1719, serta dijuluki 1438.

Planet yang merupakan bagian dari Bima Sakti dan terletak 4.000 tahun cahaya di konstelasi Serpens, Ular. Meskipun ukurannya yang kecil, planet ini memiliki massa sedikit lebih dari Jupiter.

Dr. Michael Keith, salah seorang anggota peneliti, mengatakan sisa-sisa planet baru itu mungkin sebagian besar berisi karbon dan oksigen, karena bintang yang terbuat dari unsur-unsur ringan seperti hidrogen dan helium akan terlalu besar untuk mengorbit di sekitarnya.


READ MORE » Wow, Ada Planet Terbuat dari Berlian

Tata Surya Teraneh yang Pernah Ditemukan

Tim astronom yang salah satu anggotanya adalah Dr Gavin Ramsay dari Observatorium Armagh menemukan bukti adanya tata surya atau sistem keplanetan yang paling aneh. Dalam tata surya tersebut, dua planet raksasa mengitari bintang ganda bernama UZ For yang terdiri dari bintang katai merah dan katai putih.

Hasil observasi tim astronom itu dipublikasikan di jurnal Monthly Notices of Royal Astronomical Society dengan judul "Possible detection of two giant extrasolar planets orbiting the eclipsing polar UZ Fornacis". Jika kelak terbukti kebenarannya, maka tata surya itu akan menjadi tata surya baru yang paling aneh.

Dalam sistem bintang ganda, dua bintang yang berpasangan akan mengitari satu sama lain. Bintang katai merah dan katai putih pada sistem UZ For juga mengalami hal serupa, dengan waktu revolusi hanya beberapa jam. Karena bintang satu akan melewati muka bintang lain, dan demikian sebaliknya, maka beberapa gerhana akan terjadi.

Sama seperti gerhana Matahari dan Bulan, gerhana yang terjadi pada sistem keplanetan tersebut sebenarnya bisa diperkirakan. Namun, dalam observasi, para astronom menemukan fakta bahwa gerhana kadang terjadi terlalu dini atau terlalu terlambat. Akhirnya, astronom berpendapat, ada dua planet yang mengitari bintang ganda itu, membuat gerhana seolah dini atau terlambat.

Berdasarkan perhitungan, dua planet yang mengitari bintang ganda itu setidaknya memiliki massa masing-masing 6 dan 8 kali Jupiter. Sementara itu, waktu yang diperlukan oleh planet untuk melakukan satu revolusi masing-masing 5 dan 16 tahun. Sistem keplanetan ini terlalu jauh untuk secara langsung dicitrakan.

Sistem bintang ganda menjadikan planet dalam sistem tersebut sangat tidak bisa dihuni. Bintang katai putih secara terus-menerus mencuri material dari permukaan bintang katai merah sehingga material seolah mengalir di angkasa bak sungai. Material itu kemudian terpanaskan hingga jutaan Kelvin, membanjiri sistem keplanetan dengan sinar-X yang mematikan.

Dengan fakta itu, maka tak perlu berharap adanya planet yang memiliki kehidupan di dalam sistem tersebut. Observasi bintang ganda dan dua planet yang kemungkinan mengitarinya itu dilakukan dengan Southern African Large Telescop (SALT) dan data hasil observasi selama 27 tahun dari beberapa observatorium.


READ MORE » Tata Surya Teraneh yang Pernah Ditemukan

Astronom Rusia: Kita Bertemu Alien Tahun 2031

Keberadaan mahluk cerdas selain manusia di alam semesta -- atau alien -- masih jadi wacana semi dongeng. Belum ada bukti sahih keberadaan mereka. Meski demikian, seorang astronom terkemuka Rusia yakin, manusia akan menjumpai peradaban alien dalam waktu relatif dekat. Dua dekade mendatang.

"Asal-usul kehidupan tak terelakkan seperti halnya formasi atom...Kehidupan juga ada di planet lain. Kita akan menemukannya dalam waktu 20 tahun," kata Andrei Finkelstein, direktur Russian Academy of Sciences, seperti dimuat situs Guardian.

Berbicara dalam forum internasional yang didedikasikan untuk pencarian kehidupan ekstraterresterial, Finkelstein mengatakan, diketahui 10 persen dari seluruh planet yang telah diketahui, berputar mengitari mataharinya di galaksinya -- seperti halnya Bumi. Ditambahkan dia, jika air bisa ditemukan, maka bisa dipastikan ada kehidupan di planet itu.

Seperti apa alien dalam bayangan Finkelstein? Kata dia, kemungkinan besar mirip dengan manusia: punya dua tangan, dua kaki, dan kepala. "Warna kulit mereka mungkin berbeda, toh manusia kan juga begitu," kata dia.

Institut yang dijalankan Finkelstein menjalankan program untuk mengawasi dan mengirimkan sinyal radio ke luar angkasa. Program ini diluncurkan pada tahun 1960-an, di puncak perang dingin yang menjalar ke persaingan penjelajahan angkasa. "Sepanjang waktu kami telah mencari peradaban luar bumi. Kami selalu menunggu datangnya pesan dari ruang angkasa," katanya.

Dalil Finkelstein diperkuat sejumlah ilmuwan. Salah satunya, pada bulan Maret seorang ilmuwan NASA memicu kontroversi karena mengklaim telah menemukan fosil kecil mirip serangga alien di dalam meteorit yang mendarat di Bumi.

Adalah Richard Hoover, seorang astrobiologis pada pusat penerbangan luar angkasa Marshall di Alabama yang mengatakan, filamen dan struktur meteorit mengandung fosil mikroskopis makhluk luar angkasa yang menyerupai ganggang, yang dikenal sebagai cyanobacteria.

Dalam Journal of Cosmology, Hoove menuliskan, bahwa kurangnya nitrogen dalam sampel -- unsur yang penting bagi kehidupan di Bumi -- mengindikasikan bahwa mereka adalah "sisa-sisa bentuk kehidupan di luar bumi yang berasal dari tubuh di induk meteorit yang mengandung air -- sebelum batu angkasa itu memasuki atmosfer bumi.

Soal keberadaan alien juga disinggung oleh Charles Liu, profesor astrofisika dari City University of New York Staten Island dan peneliti dari Hayden Planetarium di the American Museum of Natural History.

Apakah alien benar-benar ada? "Ya. Alam semesta ini sangat sangat luas dan hukum alam berlaku sangat konsisten di seluruh ruang yang sangat luas tersebut," kata Liu, seperti dikutip dari Space, 28 Juni 2011. "Kemungkinan bahwa hanya ada satu kehidupan yang tumbuh berkembang di seluruh alam semesta tersebut hampir mencapai nol," ucapnya.

Liu menyebutkan, jika ada kehidupan yang bisa tumbuh di satu tempat, pastinya ada pula kehidupan serupa itu di tempat lain. Pertanyaan berikutnya, apakah makhluk luar angkasa ada?

"Ya. Tetapi apakah makhluk tersebut mendarat di Bumi? Jawabannya, tidak," ucap Liu. "Tidak ada satupun dari yang disebut-sebut sebagai bukti kemunculan makhluk luar angkasa di Bumi mengandung air setelah diuji coba secara ilmiah," ucapnya. (Guardian, eh)


READ MORE » Astronom Rusia: Kita Bertemu Alien Tahun 2031

Jam Raksasa Dirancang Awet 10.000 Tahun

Tahun 1989, inventor berkebangsaan Amerika Serikat (AS), Danny Hills, memiliki ide untuk membuat jam yang mampu bertahan selama 10.000 tahun. Tahun 1995, ia memublikasikan idenya dalam sebuah artikel di Wired.

Sekian lama, ide itu terpendam, tak terealisasikan. Hingga akhirnya Jeff Bezos, pendiri Amazon, berminat mewujudkan ide itu menjadi kenyataan. Ia menanam investasi sebesar 42 juta dollar AS. Kini, dengan Staurt Kendall sebagai salah satu yang berperan dalam konstruksi, jam itu tengah dibangun dan nantinya akan berada di pegunungan wilayah Sierra Diablos, Texas.

Bezos mengatakan bahwa jam ini akan menjadi ikon pemikiran jangka panjang dan mengajak orang untuk berpikir tentang masa depan. "Peradaban akan jatuh bangun. Sistem pemerintahan baru akan muncul," katanya. Lebih lanjut, ia mengatakan, "Anda tak bisa membayangkan masa depan. Kita mencoba untuk membuat jam ini melaluinya."

Perusahaan Kendall, Seattle Solstice, yang menjadi bagian dari proyek ini mengatakan, sangat kagum dengan ide yang dimiliki Hills. Menurut dia, pembuatan jam yang bisa bertahan selama 10.000 tahun ini memiliki visi yang sama dengan piramida Mesir Kuno.

Jam nantinya akan memiliki ketinggian 200 kaki atau sekitar 60 meter dan akan berada di bawah tanah sedalam 500 kaki atau 150 meter. Tahun ini, ekskavasi dimulai di wilayah tempat jam ini nantinya akan diletakkan di bawah tanah. Lubang sedalam 500 kaki telah digali. Sementara, pembuatan nantinya juga akan dibantu oleh platform robot seberat 2,5 ton.

Di tempat jam ini diletakkan, akan dibuat 5 ruangan yang digunakan untuk peringatan 1 tahun, 10 tahun, 100 tahun, 1.000 tahun, dan 10.000 tahun. Hanya bagian 1 tahun dan 10 tahun yang akan dibangun saat ini, sementara bagian yang dibiarkan dibangun oleh generasi mendatang.

Jam ini akan berdetak setiap satu tahun, memiliki jarum abad yang akan bergerak maju setiap 100 tahun dan 'ayam' yang akan muncul setiap satu milenium. Di saat-saat tertentu, jam akan memainkan sebuah melodi yang didesain takkan diulang dalam kurun waktu 10.000 tahun.

Jam mampu menggunakan energi yang didapatkan dari perbedaan panas siang dan malam. Jadi, selama matahari tetap terbit dan terbenam, jam ini bisa bekerja. Namun, akan lebih baik dan akurat jika ada pengunjung yang datang dan memutar roda yang ada di jam untuk menyesuaikan waktu.


READ MORE » Jam Raksasa Dirancang Awet 10.000 Tahun

Apakah Alien Itu Benar-benar Ada?

Pertanyaan seputar apakah ada kehidupan lain di luar planet Bumi merupakan salah satu dari 3 pertanyaan yang paling sering diutarakan pada para ilmuwan dan astronom. Dua pertanyaan lain adalah apakah Tuhan benar-benar ada dan apa yang terjadi jika kita terhisap ke black hole.

Menurut Charles Liu, profesor astrofisika dari City University of New York Staten Island dan peneliti dari Hayden Planetarium at the American Museum of Natural History, ia selalu mendapatkan setidaknya salah satu dari tiga pertanyaan di atas saat berada di ruang publik.

Selama bertahun-tahun, ia mencari jawaban terbaik untuk ketiga pertanyaan itu berdasarkan bukti-bukti ilmiah yang ia temukan serta pendapat pribadinya. Adapun untuk menjawab apakah ada alien, berikut ini jawabannya:

"Ya. Alam semesta ini sangat sangat luas dan hukum alam berlaku sangat konsisten di seluruh ruang yang sangat luas tersebut," kata Liu, seperti dikutip dari Space, 28 Juni 2011. "Kemungkinan bahwa hanya ada satu kehidupan yang tumbuh berkembang di seluruh alam semesta tersebut hampir mencapai nol," ucapnya.

Liu menyebutkan, jika ada kehidupan yang bisa tumbuh di satu tempat, pastinya ada pula kehidupan serupa itu di tempat lain. Pertanyaan berikutnya, apakah makhluk luar angkasa ada?

"Ya. Tetapi apakah makhluk tersebut mendarat di Bumi? Jawabannya, tidak," ucap Liu. "Tidak ada satupun dari yang disebut-sebut sebagai bukti kemunculan makhluk luar angkasa (extraterrestrial) di Bumi mengandung air setelah diuji coba secara ilmiah," ucapnya.

Pertanyaan berikutnya, kata Liu, adalah apakah kita akan berkomunikasi dengan mereka?

Sejak pengiriman gelombang radio dilakukan dari planet Bumi, sinyal tersebut telah berjalan sekitar 50 juta tahun cahaya dari sini atau sekitar 300 triliun mil.

"Namun, galaksi Bima Sakti kita sendiri ukuran lebarnya mencapai 600 ribu triliun mil. Artinya, sinyal radio itu membutuhkan waktu berabad-abad sebelum bisa berhasil keluar dari galaksi ini," ucapnya. "Peradaban lain di galaksi ini, kalaupun ada, tidak memiliki peluang untuk menerima sinyal radio yang kita kirimkan, kecuali jika mereka benar-benar ada di dekat sini," ucapnya.

Begitu pula dengan kita, Liu menyebutkan. "Meski dengan berbagai upaya, kita nyaris tidak mungkin mendeteksi sinyal radio dari bintang terdekat. Apalagi dari bintang yang jauh jaraknya," ucap Liu.

Jika demikian, sebut Liu, apakah ada peluang bahwa kita akan mampu melakukan kontak dengan kehidupan extraterrestrial? "Kemungkinan selalu ada. Namun peluangnya sangat-sangat kecil," ucap Liu.


READ MORE » Apakah Alien Itu Benar-benar Ada?

Mengapa Asteroid Begitu Penting?

Pada 27 Juni kemarin, sebuah asteroid yang diberi nama 2011MD baru saja melintas di dekat Bumi. Saat melintas, jaraknya jauh lebih dekat dibandingkan dengan jarak Bumi dengan Bulan.

Astronom dan ilmuwan dari seluruh dunia segera mengamati kehadiran asteroid tersebut. Seberapa pentingkah asteroid hingga mendapatkan demikian banyak perhatian?

“Material pada asteroid merepresentasikan bahan untuk membangun sebuah planet,” kata Carol Raymond, Deputy Principal Investigator NASA, seperti dikutip dari Fox News, 28 Juni 2011. “Berhubung posisi sabuk asteroid di tata surya ada di antara planet-planet dalam yang berbatu dan planet-planet luar yang terdiri dari gas, material yang ada di asteroid mengandung petunjuk mengapa planet-planet tersebut sangat jauh berbeda.”

Sebagai contoh, asteroid Vesta dan planet kerdil Ceres terbentuk pada kisaran waktu yang sama yakni 10 juta tahunan setelah tata surya terbentuk. Namun saat ini, kedua benda angkasa itu memiliki komposisi yang sangat berbeda.

Vesta, yang sempat meleleh secara total dan kemudian kembali memadat kini sangat halus permukaannya. Adapun Ceres, tidak menunjukkan tanda-tanda sama sekali bahwa ia pernah melalui proses pelelehan.

Kemungkinan, Raymond menyebutkan, Vesta mengalami lebih banyak tabrakan dengan benda langit lain atau ia memiliki aluminium berbentuk radioaktif tingkat tinggi yang melepaskan panas saat pelepasan radioaktif. “Dengan mempelajari setiap asteroid, ilmuwan dapat memecahkan misteri ini,” kata Raymond.


READ MORE » Mengapa Asteroid Begitu Penting?

Sehari 5 Juta Kopi Lagu Dibajak di Indonesia

Sekretaris Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM, Bambang Iriana Djajaatmadja menegaskan, saat ini pembajakan di Indonesia menunjukkan angka memprihatinkan.

Pembajakan, kata Bambang, dilakukan melalui media internet yang memang menyediakan fasilitas aktivitas yang telah merugikan negara miliaran rupiah itu.

“Dalam sehari, sekitar 5 juta kopi lagu yang dibajak dari internet dan hasilnya disimpan dalam bentuk CD untuk dikonsumsi secara liar,” kata Bambang, Selasa 28 Juni 2011.

Bahkan, Bambang menyebutkan, ada lagu yang belum dijual di pasar, tetapi sudah dikonsumsi banyak orang. “Ini jelas menimbulkan kerugian yang besar bagi artis yang bersangkutan,” ujar Bambang.

Era internet memang tidak diragukan lagi keberadaannya dalam mengakses komunikasi dan informasi. Sayangnya, aksesibilitas kebebasan untuk menggunakan internet ini juga tanpa ada regulasi yang jelas.

“Semua orang mencapolok apa yang menjadi ciptaan orang lain dalam internet,” kata Bambang. “Sekalipun belum ada regulasi yang jelas, namun tindakan tersebut sudah melanggar HAKI,” ucapnya.

Download lagu, salah satu dari sekian banyak contoh yang sebenarnya adalah pencipta lagu dan penyanyi yang mempunyai hak patennya, bisa diakses dan menjadi domain publik. “HAKI melalui media Internet ini memang belum mempunyai aturan yang jelas. Mana yang menjadi hak pribadi dan mana hak umum. Sekarang masih dalam tahap penggodokan,” ungkapnya.

Bambang mengharapkan, Menkoinfo yang memiliki kewenangan menggodok peraturan ini segera menelurkannya menjadi undang-undang sehingga regulasinya jelas. “Biar akses internet itu memiliki regulasi yang jelas. Biar semua masyarakat membatasi diri mana yang menjadi milik pribadi dan mana yang menjadi domain publik,” ucapnya.

Namun, tidak dapat disangkal bahwa animo masyarakat untuk menggunakan internet sebagai kebebasan asasi sangat tinggi. “Tetapi tetap perlu ada rambu-rambu untuk memperjelas kebebasan menggunakan informasi itu. Ada skup-skup tertentu yang harus dipatuhi,” ucap Bambang.

“Sangat sulit untuk melarang atau membatasi masyarakat untuk mendownload lagu,” kata Bambang.” Walaupun itu merupakan pelanggaran HAKI, tetapi itu sama sulitnya dengan memberantas situs-situs porno. Membatasi untuk mendownload lagu itu sulit sekali,” ucapnya.

Bambang mengatakan, dalam era internet atau server seperti sekarang, sangat susah menemukan suatu cara untuk bisa menghormati karya orang lain. Sangat dibutuhkan suatu pendidikan kultur yang bisa menghormati kelebihan karya orang lain.

“Sebenarnya kita harus dikembalikan ke budaya masing-masing agar bisa menghormati apa yang menjadi karya orang lain,” ujar Bambang.

Dalam upaya penanggulangan terhadap menjamurnya pelanggaran HAKI, Menkumham dan Menkoinfo telah melakukan koordinasi untuk membuat suatu peraturan. “Bukan dalam bentuk UU, tetapi dalam bentuk peraturan kecil agar seyogianya masyarakat sadar mana yang menjadi haknya dan mana yang menjadi hak orang lain,” ucap Bambang.


READ MORE » Sehari 5 Juta Kopi Lagu Dibajak di Indonesia