http://www1.adsensecamp.com/show/click.php?sid=mRdDaoNm8jEfHjaXqGsflH3ruphn9bMloL0lNGftgL4%3D&mid=EjaJmS1dntm%2BX72MOzJDBQE8LK%2Fi2T92ec739JbynYU%3D&ogi=r1efHiL667Gw178F%2FwEKiwD6bAvnS98FPQzVjg73xyM%3D&omid=BQd02UEWA%2Fs%3D&chan=WB3ae77b+8A%3D&i=6zepDC1828IRA3NnZPI4x3y5wpnCV3PoyW5ZUNXhvNnNjvvVUPwD4yC5ALPkvmVH&r=S3bVBZ7uC8wCmvRpmt5qgx15VfAQVibWFgEk6cp8ypeT9DR6G2klxBQeXRxSdpEI0ExoTzy48Q%2F%2BY7zpAqYiXA%3D%3D&a=xHMulCJa2UOFnEPfzInWFAfTW4SZZC8wcztg31qspQrmhhJRxvOKbj7L8Xrjcyq4NdhBTaHVaYGQ8JZ5LlQdtXZlYikVkwaBQji7ZbeS7HgSHL5%2FxUQ%2BIk%2FlBGI9VYuZFkkvG4usQIrdUSVoTlbfSQ%3D%3D
Tampilkan postingan dengan label Berita Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Daerah. Tampilkan semua postingan

Kapal Tenggelam di Maluku Tenggara, 3 Tewas 20 Hilang

Jakarta - Kecelakaan kapal laut kembali terjadi. Kali ini sebuah kapal motor dilaporkan tenggelam di Selat Dalam, perairan Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku. KM ACU yang mengangkut ratusan penumpang mudik Natal, tenggelam dalam perjalanan dari Saumlaki menuju Pulau Sera di Maluku Barat Daya.

Menurut Mathias Malaka, Sekretaris Daerah Kabupaten Maluku Tenggara Barat, sejauh ini dilaporkan tiga penumpang tewas akibat tenggelamnya KM ACU siang tadi. Sementara lebih kurang 80 orang lainnya sudah berhasil dievakuasi dan kini dirawat di sejumlah puskesmas terdekat. Sedang 20 orang lainnya sampai kini masih dalam pencarian.

Mathias mengatakan penyebab tenggelamnya KM ACU ini masih dalam penyelidikan. Hanya, dugaan sementara akibat cuaca buruk. Mathias menambahkan, cuaca di Saumlaki sejak tadi malam sangat buruk. Hujan deras mengguyur disertai angin kencang. Bahkan saat berita ini dibuat pun hujan masih terus mengguyur. Tinggi gelombang dilaporkan 2,6 hingga 3 meter. Proses evakuasi hingga kini masih berlangsung. Pihak Pemkab Maluku Tenggara Barat berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait untuk proses evakuasi ini.

Terkait buruknya cuaca di sekitar perairan Saumlaki, Mathias mengimbau para nelayan dan pelaku pelayaran menangguhkan sementara pelayaran. Cuaca di Saumlaki dan sekitarnya sangat buruk, sehingga dikhawatirkan bisa menimbulkan kecelakaan yang menyebabkan korban jiwa.

READ MORE » Kapal Tenggelam di Maluku Tenggara, 3 Tewas 20 Hilang

Dua Anak Punk Kabur dari Pembinaan Mental & Rohani

Banda Aceh - Dua dari 65 anak punk yang sedang menjalani pembinaan mental dan rohani di Sekolah Polisi Negara (SPN) Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, melarikan diri namun, berhasil ditangkap kembali di pusat kota Banda Aceh.

"Dua anak punk yang sedang dibina itu melarikan diri dari SPN Seulawah sejak Sabtu (17/12) pada saat pergantian pemateri dan tadi malam mereka tertangkap kembali secara terpisah," kata Kapolresta Banda Aceh Kombes Armensyah Thay di Banda Aceh, Minggu (18/12/2011).

Dua anak punk yang melarikan diri itu yakni Syaukani (20) asal kota Lhokseumawe dan Saiful Fadli (17) warga Seutui Kota Banda Aceh.

Armensyah Thay mengatakan, Syaukani ditangkap sekitar pukul 23.00 WIB di sekitar Masjid Raya Baiturrahman dan Saiful pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB saat berada di sebuah warung di kawasan Setui. "Keduanya sudah dijemput oleh pembina dari SPN Seulawah," katanya.

Menurut Armensyah, kedua anak punk itu melarikan diri SPN Seulawah yang berjarak sekitar 60 kilometer lebih dari kota Banda Aceh karena teringat dengan orang tuanya.

Sebanyak 65 anak punk dari berbagai daerah seperti Kota Banda Aceh, Lhokseumawe, Tamiang, Aceh Tengah, Sumatera Utara, Lampung, Palembang, Jambi, Batam, Pekanbaru, Jakarta dan Jawa Barat yang terjaring razia penertiban tim gabungan dari Polresta dan Pemerintah Kota Banda Aceh saat menggelar konser musik di Taman Budaya pada Sabtu (10/12).

Selanjutnya sejak Selasa (13/12) mereka dibawa ke SPN Seulawah untuk mendapatkan pembinaan mental dan rohani selama 10 hari dan selanjutnya akan dikembalikan ke daerah asalnya.

READ MORE » Dua Anak Punk Kabur dari Pembinaan Mental & Rohani

Tim DPR Temukan Fakta Pemenggalan di Mesuji

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Golkar, Bambang Soesatyo, mengungkapkan bahwa tim khusus, yang bertolak ke Lampung dan Sumatera Selatan untuk menyelidiki kebenaran pembantaian warga di Mesuji, menemukan fakta bahwa kejadian pemenggalan kepala di Desa Sodong, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, memang terjadi.

"Peristiwanya terjadi pada April 2011. Hanya, dalam peristiwa itu, tidak ada keterlibatan aparat," ujar Bambang dalam pesan singkat kepada VIVAnews.com, Minggu malam, 18 Desember 2011.

Bambang menambahkan, ada tujuh korban dalam peristiwa itu. Dua orang dari masyarakat dan lima dari perusahaan PT Sumberwangi Alam (Sual).

"Kejadiannya, murni bentrokan masyarakat dengan PAM Swakarsa yang dibentuk perusahaan itu," kata Bambang. Selain itu, lanjut Bambang, tim juga telah mendapat pengakuan tentang kejadian pemenggalan kepala.

"Soal pemenggalan kepala itu telah diakui perusahaan dan Camat di Mesuji. Kasusnya sedang dalam proses hukum. Penyebabnya, sengketa lahan," kata Bambang.

Komisi III DPR, lanjut Bambang, akan segera memanggil Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Gubernur Lampung, Gubernur Sumsel, Kepala BPN (Badan Pertanahan Nasional) untuk meminta penjelasakan soal kasus ini.

Persoalan kekerasan yang terjadi selama puluhan tahun di Mesuji berakar dari persoalan agraria yang berlarut-larut dan tidak terselesaikan. Hal ini makin pelik setelah Menteri Kehutanan memberikan izin perluasan lahan kepada PT Silva Inhutani untuk mengelola lahan dari 33 ribu hektar menjadi 42 ribu hektar, pada tahun 1996.

"Perluasan lahan tersebut mengakibatkan pencaplokan lahan adat yang sebelumnya dikelola ratusan petani," kata Bambang.

READ MORE » Tim DPR Temukan Fakta Pemenggalan di Mesuji

Penemuan Pocong Pinggir Kali Hebohkan Warga

Jasad ditemukan di Sungai Kedungrejo (Dok: Sindo TV/Rustaman N)
GROBOGAN - Sebuah fenomena alam terjadi di Desa Kedungrejo, Kecamatan Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah, pagi tadi. Sesosok jenazah yang masih terbungkus kain kafan tiba-tiba muncul dari sebuah tebing sungai.

Berita penemuan jasad itu langsung beredar luas di kalangan warga. Sekejap, lokasi penemuan di Sungai Kedungrejo itu pun langsung dipadati warga yang penasaran.

Berdasarkan pantauan di lokasi terlihat kain kafan masih utuh, namun di dalamnya sudah berbentuk tulang belulang. Warga berinisiatif melapis kembali kain kafan yang lama dengan yang baru.

Jasad itu kali pertama ditemukan Subagiyo, warga Kedungrejo, pada Jumat (16/12/2011) pagi tadi.

Awalnya, Subagiyo mengaku bermimpi ditemui seseorang yang datang dari makam. Orang dalam mimpi itu mengeluh tidak diberi tempat tinggal yang layak.

Karena penasaran, keesokan harinya Subagiyo pergi ke lokasi yang muncul di mimpinya. Benar saja, dia kaget setelah melihat separuh pocong yang masih terkubur, muncul dari dalam tanah yang longsor di pinggiran sungai.

Sementara itu, seorang tokoh agama Desa Kedungrejo, Kiai Kadus, mengatakan mayat tersebut berjenis kelamin laki-laki dan diperkirakan berusia 200 tahun. Jenazah diduga masih memiliki keturunan raja.

Kadus menjelaskan dahulunya tempat tersebut merupakan area petilasan seorang patih dari Kerajaan Demak bernama Wonosalam. Diperkirakan di daerah tersebut masih ada beberapa jasad lagi. Meski demikian warga belum berencana memindahkan jasad lainnya.

Ini merupakan penemuan jasad kedua. Empat tahun lalu pernah terjadi kasus serupa. Jasad-jasad itu muncul ke tanah diperkirakan karena area pemakaman semakin habis terkikis aliran sungai.

Jasad tersebut akhirnya dipindah warga. Sebelumnya, warga menggelar tahlil dan doa bersama. Para ulama desa kemudian memberi nama jasad tersebut sebagai Trisno Raja Ningrum.

Jasad Trisno kemudian dipindah di pemakaman umum Kedungrejo.

READ MORE » Penemuan Pocong Pinggir Kali Hebohkan Warga

Mengaku Tentara, Bisa Perdaya Lima Perempuan

Surabaya - Populernya situs jejaring sosial membuat tak sungkan seseorang melakukan penipuan. Salah satunya yang dilakukan M. Hari Ismail yang mengaku sebagai tentara di akun facebooknya. Dia berhasil memperdaya tak hanya satu orang, namun 5 perempuan sekaligus.

Dan bukan perempuan biasa yang berhasil dipikat dan dirayu pria 20 tahun itu. Para korban yang antara lain seorang pegawai bank, polsuska dan juga pegawai konter di WTC berhasil diperdayanya. Tak hanya harta, dua dari lima perempuan itu juga berhasil ditiduri.

"Semua itu dilakukan tersangka dengan embel-embel perwira tentara berpangkat Letnan Satu (Lettu)," kata Kompol Suparti kepada wartawan, Rabu (7/12/2011).

Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya itu mengatakan bahwa aksi Hari dimulai Mei lalu. Di akun facebooknya, pria warga Jalan Purwodadi itu menuliskan statusnya sebagai tentara berpangkat Lettu yang berdinas di Batalyon 721 Palopo.

Hari juga mengaku lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 2005. Hari memang terobsesi menjadi tentara tetapi obsesinya itu tak kesampaian. Di facebook itu pula, pria pengangguran itu menambahkan teman wanita secara acak dan mulai berkenalan dengan mereka.

Gayung pun bersambut, setidaknya ada 5 perempuan yang berhasil dipikat dengan status tentara. Lima korban itu berasal dari Surabaya (2), Sidoarjo, Blitar dan Jember (masing-masing 1)

"Dari chatting di facebook, tersangka dan korban akhirnya ketemuan," tambah Suparti.

Singkat cerita, tersangka akhirnya jadian dengan para korban. Para korban semakin yakin dengan status ketentaraan hari karena saat bertandang ke rumah, hari selalu mengenakan pakaian tentara lengkap dengan tanda dan atribut kedinasannya. Dari rasa percaya itu, hari mulai melancarkan niat busuknya.

"Dengan modus yang sama, tersangka mulai meminjam uang dari korban dengan janji akan dikembalikan," lanjut mantan Kapolsek Asemrowo itu.

Suparti menjelaskan bahwa dari setiap korban, Hari berhasil 'meminjam' uang sebesar Rp 2 - Rp 3 juta. Dan tak hanya itu, Hari juga berhasil meniduri dua dari lima perempuan tersebut dengan alasan akan dinikahi.

Rupanya para korban mulai mencium gelagat tak beres dari Hari. Hari yang mencium gelagat itu pun segera bertindak sebelum tertangkap basah.

"Tersangka kabur ke Pati selama 2 bulan. Di sana dia berjualan pulsa," lanjut Suparti.

Meski kabur, namun para korban tetap melapor. Dari hasil laporan itu, tentara gadungan tersebut akhirnya dapat diamankan. Secara fisik, tampang Hari tidak cocok menjadi seorang tentara. Dia pendek dan cukup tambun. kenapa para korban bisa percaya ? Ah entahlah.


READ MORE » Mengaku Tentara, Bisa Perdaya Lima Perempuan

Gunung Gamalama Ternate Dikabarkan Meletus

Gunung Meletus (ANTARA/Jemmy)
Gunung Gamalama, Ternate, Maluku Utara dinaikkan statusnya dari waspada menjadi siaga.

"Statusnya dinaikkan pukul 11 waktu setempat," ujar Kepala Badan Vulkanologi Mitigasi Klimatologi dan Geologi (BVMKG), Surono, Minggu 4 Desember 2011.

Menurut Surono, bisa saja Gunung Gamalama malam ini sudah meletus. Pasalnya, saat ini sedang hujan deras disertai angin kencang dan listrik mati.

"Kalau secara instrumental bisa saja sudah meletus. Tapi secara visual tidak bisa kelihatan," jelasnya.

Informasi yang dihimpun, Gunung Gamalama meletus sekitar 22.25 WIB. Saat ini, Maluku Utara masih hujan deras dan listrik di sekitar padam.

READ MORE » Gunung Gamalama Ternate Dikabarkan Meletus

Aceh & Papua Barat Digoncang Gempa

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengkabarkan Gempa melanda kawasan Sinabang, Nangroe Aceh Darussalam (NAD) pada pukul 01.09 WIB, dini hari. Gempa berkekuatan 5.1 Skala Ritcher (SR) tersebut tidak menimbulkan potensi tsunami.

Seperti yang dilansir situs BMKG, Senin (5/12/2011), gempa tersebut terjadi di kedalaman 10 kilometer. Lokasi gempa berada pada 1.48 LU - 95.26 BT.

Gempa tersebut terletak di 165 kilometer barat daya Sinabang, provinsi NAD. Gempa juga berjarak dari 260 kilometer Barat Laut Gunung Sitoli.

Sementara sebelumnya BMKG Wilayah V Jayapura, Papua, juga menginformasikan bahwa terjadi gempa berkekuatan 3,4 skala Richter dengan pusat di darat, 4 km tenggara Rasiei, Teluk Wondama, Papua Barat, Minggu, pukul 21.53 WIT.

Gempa yang terjadi pada Minggu malam itu berposisi di 2,75 Lintang Selatan dan 134,54 Bujur Timur. Pusat gempat diperkirakan berada di kedalaman 77 km, dan dirasakan di Wasior, Papua Barat.

Hingga berita ini diturunkan belum ada laporan dari instansi berwenang baik di Aceh dan Papua Barat mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa.


READ MORE » Aceh & Papua Barat Digoncang Gempa

Ikan Aneh, Bermulut Buaya Dengan Sisik Ular

PALEMBANG - Warga Lrg Lebak Keranji RT 08 RW 03 Kelurahan Bukit Lama Kecamatan IB I, Palembang, Sumatera Selatan, dihebohkan penemuan ikan aneh.

Ikan itu dipancing warga di kolam kecil di belakang Masjid Taqwa Palembang, Sabtu (3/12/2011) pukul 17.00 WIB.

Keanehan ikan tersebut terletak di bagian kepalanya, yang menyerupai kepala buaya dengan gigi tajam yang terdiri dua lapis.

Tubuh bagian atas dan bawah ikan, sisiknya persis seperti sisik ular. Sedangkan pada bagian ekor bentuknya seperti ikan toman yang berwarna bintik-bintik hitam.

Berat ikan mencapai 2,6 kg dengan panjang dari kepala hingga ekor 77 sentimeter.

Ilham (25), warga yang berhasil menangkap ikan aneh itu, mengaku tidak memiliki firasat apapun mengenai kejadian tersebut.

Diceritakan Ilham, ketika ikan aneh tersebut memakan umpan pancingnya, tarikan ikan kuat sekali. Kail pancing Ilham pun terpaksa ditarik secara perlahan-lahan sampai ke pinggiran kolam.

"Tali dan mata kail pancing saya sempat putus karena gigitan ikan tersebut. Ketika ikan mau diangkat, saya langsung kaget melihat kepalanya. Jadi kepala ikan langsung saya pukul pakai kayu. Saya mengira ikan itu adalah buaya, jadi saya pun takut digigit," ujar Ilham yang mengaku sering memancing bersama teman-teman di lokasi tersebut.

Ikan aneh tersebut kemudian dibawa Ilham ke rumahnya. Kabar penemuan ikan aneh berkepala buaya itu langsung menyebar kepada warga sekitar.

Sontak rumah Ilda Akbar (46), paman Ilham, di ujung Lrg Lebak Keranji ramai didatangi warga yang penasaran untuk melihat ikan aneh temuan Ilham.

Ikan berkepala buaya itupun dipajang di teras depan rumah. Secara bergantian warga melihat ikan sembari mengabadikan ikan aneh tersebut dengan kamera ponsel.

"Saya dan warga di sini yang sudah berpuluh-puluh tahun tinggal di daerah lebak (rawa), belum pernah melihat ikan seperti ini. Jadi ikan ini memang benar-benar aneh," ujar Ilda.

Ditambahkan Ilda, ikan itu memang memiliki kepala buaya. Bentuk gigi dan lidahnya yang pendek persis seperti buaya. Di tubuh ikan terutama bagian perut ikan, sisiknya seperti ular.

"Kalau ekornya memang seperti ikan toman, tapi ini bukan ikan toman. Kalau ikan toman siripnya di atas dan di bawah, tapi sirip ikan aneh ini ada empat, masing-masing dua di perut dan dua lagi di bawah kepala ikan," ungkap Ilda kepada Sripoku.com.

Menurut Ilda, ikan aneh tersebut akan diawetkan dengan cara dikeraskan. Jika ada orang yang berminat dengan ikan aneh tersebut, Ilda pun mempersilakan datang langsung ke rumahnya.

"Warga yang datang ramai sekali. Polisi sempat datang dan menyarankan ikan dipajang saja di teras depan rumah," ungkapnya.

READ MORE » Ikan Aneh, Bermulut Buaya Dengan Sisik Ular

Isu Pocong Macetkan Jalan Subur

Isu adanya pocong di Jalan Subur, kawasan Roxy, Jakarta Pusat menyedot perhatian banyak masyarakat. Banyak masyarakat yang terpancing isu itu mendatangi lokasi. Hasilnya, kemacetan panjang terjadi di jalanan.

Berdasarkan pantauan , Jumat 2 Desember 2011, banyak masyarakat yang datang ke lokasi itu memarkir kendaraan baik roda dua maupun roda empat di pinggir jalan. Hasilnya, akses jalan menjadi menyempit, Jembatan Jeling depan Roxy Mas pun macet.

Dari arah timur, kemacetan mengular hingga ke Harmoni. Sementara itu, dari arah sebaliknya, kemacetan sudah terjadi mulai dari Grogol.

Terkait hal itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Baharudin Jafar mengaku telah menerjunkan aparatnya untuk melancarkan arus lalu lintas. "Dengan adanya peristiwa itu, pasti akan ada kemacetan, kami sudah turunkan petugas untuk membantu mengurai kemacetan tersebut," kata Baharudin.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan isu-isu takhayul seperti itu. "Lalu, masyarakat juga jangan mudah percaya dan tidak juga penasaran terhadap hal-hal seperti itu. Ini sama saja merusak keimanan kita, sebab yang begitu itu tidak berarti apa-apa, kalau iman kita kuat," ujar dia.

"Imam kita sekarang sedang digoda agar percaya yang mengakibatkan keimanan kita menjadi luntur."

READ MORE » Isu Pocong Macetkan Jalan Subur

Daftar Korban Robohnya Jembatan Kartanegara

Jembatan gantung terpanjang di Indonesia yang melintasi Sungai Mahakam di Kalimantan Timur runtuh Sabtu sore, 26 November 2011, dan tinggal menyisakan dua pilar penyangganya. Hingga berita ini diunggah, sedikitnya 13 orang tewas.

Seluruh korban tewas kini sudah dapat diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri. Ketua Tim DVI Kaltim AKBP Dr. Budi Heryadi mengatakan, DVI ini merupakan system identifikasi dengan jumlah korban yang banyak. Pada kasus di Tenggarong ini, DVI diturunkan khusus untuk mengenali identitas jenazah yang telah rusak dan susah dikenali.

DVI menggunakan fase antermotem atau system pengenalan jenazah menggunakan sidik jari dan tanda-tanda yang diberikan oleh keluarga korban. Semua data dikumpulkan oleh DVI kemudian dicocokkan oleh petugas.

Budi menjelaskan, kondisi korban tewas yang ditemukan hari ini sudah tidak normal lagi. Telah terjadi pembengkakan dan proses pembusukan terhadap jenazah. Hal itu menyulitkan proses identifikasi dari polisi. Di dalam air, proses pembusukan jenazah terjadi setelah 24 jam. Setelah itu, tubuh akan gembung karena berisi udara dan seperti balon akan mengapung.

Dia melanjutkan, dari identifikasi tadi, hampir semua jenazah meninggal karena tenggelam. Memang ada beberapa korban yang mengalami luka pada kening atau bagian tubuh lainnya. Tetapi, rata-rata mereka meninggal karena tenggelam.

Berikut daftar korban tewas runtuhnya Jembatan Kartanegara:

1.M Fairuz 22 tahun, Jl.Danau Aji, Tenggarong.
2. Agus 25 tahun, Gang Wakab Tenggarong.
3. Alisyah 6 bulan, JL. Jenderal A. Yani, Loa Kulu
4. Fadlan 17 tahun, Jongkang
5. M Iskandar 35 tahun, Kelurahan Timbau, Tenggarong.
6. Samsul 24 tahun, Tenggarong Seberang.
7. Supremely 31 tahun, Jl. MT. Haryono, Loa kulu
8. M Huzairi 40 tahun, Perum Puri Sungai Kapih, Sambutan, Samarinda.
9. Erli erlianah 39 tahun, Jl. Seluang, RT IV no 61, Tenggarong.
10. Alisha 9 tahun, Jl. Jenderal Ahmad Yani, Loa Kulu
11. Robiansyah 13 tahun, Teluk Dalam
12.Rusmini 30 tahun, Jl. Jenderal Ahmad Yani, Loa Kulu
13. Aldi 12 tahun, Jl. Jenderal Ahmad Yani, Loa Kulu



READ MORE » Daftar Korban Robohnya Jembatan Kartanegara

Saat Runtuh, Jembatan Mahakam Sedang Diperbaiki

Jakarta - Usia Jembatan Mahakam yang runtuh, belum berusia 10 tahun. Pada waktu kejadian, di badan jembatan megah tersebut sedang berlangsung kegiatan perbaikan badan jalan.

"Jembatan baru dibangun 2002," ujar Sapto Anggoro, seorang saksi mata kepada detikcom, Sabtu (26/11/2011).

Menurutnya, seluruh ruas jembatan yang panjangnya mencapai satu kilometer tersebut runtuh total. Hanya pondasi dan bangunan yang menjadi tempat mengantungnya kabel jembatan berjuluk Golden Gate di Kalimantan Timur yang terlihat masih utuh.

"Belum tahu apa penyebabnya, tapi waktu kejadian sedang ada perbaikan badan jalan jembatan," ujarnya.

Jembatan Mahakam membentang antara Tenggarong dan Tenggarong Seberang, Kalimantan Timur. Jembatan dengan panjang total 1.050 meter tersebut merupakan salah satu penghubung penting jalur lintas darat Samarinda dengan Balikpapan, Kalimantan Timur.

READ MORE » Saat Runtuh, Jembatan Mahakam Sedang Diperbaiki

Pelecehan Seks di Transjakarta Terjadi Lagi

Lagi, seorang siswi SMK di Jakarta mengalami tindakan pelecehan seksual di bus Transjakarta, rute Harmoni-PGC. Tersangka AF, 40, diduga menggerayangi tubuh FI, 15, Rabu 23 November 2011.

Darmanis Malisa, salah satu saksi, mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi ketika bus melintas di Matraman menuju PGC. "Awalnya saya lihat tangan pelaku meraba bokong anak ini," ujar Darmanis.

Melihat tindakan tak senonoh, Darmanis langsung berteriak dan memegang tangan pelaku yang posisinya saat itu sedang meraba IF. "Saya bilang sama dia, dari tadi saya sudah lihat tangan kamu pegang bokong anak ini," ujar Darmanis, menuturkan kembali.

Korban, saat itu hanya bisa diam dan mengeluarkan keringat dingin karena ketakutan. "Dia bilang, dari tadi bapak ini pegang bokong saya terus," kata Darmanis, menirukan korban.

Korban IF, pada saat itu mengaku sudah merasa ada perlakuan tidak senonoh. Namun dia memilih diam. "Saya takut, badannya besar," kata IF dengan muka ditutup kerudung.

Melihat adanya kegaduhan, petugas bus langsung menghampiri korban dan saksi. Petugas kemudian menurunkan semua penumpang dan memindahkan ke bus lain agar pelaku tidak kabur. Pelaku, saksi, dan korban, langsung dibawa ke Mapolsek Jatinegara untuk memberi keterangan. Kini tersangka diamankan di Mapolsek.

Meskipun sudah dilakukan berbagai cara antisipasi, pelecehan seks di bus Transjakarta kerap terjadi. Sudah banyak korban pelecehan seks di moda angkutan massal yang diluncurkan saat masa pemerintah Gubernur Sutiyoso.

Misalnya kasus pelecehan yang menimpa dua perempuan, masing-masing berinisial DW (22 tahun) serta NN (23 tahun), pada Senin, 2 Agustus 2010. Mereka adalah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta dan Universitas Trisakti.

Pelakunya adalah DA, seorang PNS di Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Pelecehan dilakukan saat bus Transjakarta melaju dari Cempaka Putih menuju Harmoni.

Sebelumnya, pelecehan seksual juga menimpa mahasiswi, TS, 19 tahun, Selasa 13 Juli 2010 pukul 09.30 WIB. Pelakunya Noor Adhim, 39 tahun, warga Kudus, Jawa Tengah. Kasus terjadi ketika TS menumpang Transjakarta jurusan Pulogadung-Harmoni yang sedang padat penumpang.

Kasus perbuatan tidak senonoh juga menimpa DN, 33 tahun, Senin 5 Juli 2010 pukul 21.44 WIB. Pelakunya Pitoyo, 59 tahun, warga Perumahan Griya Bukit Jaya Blok F, Gunung Putri, Bogor. Kasus itu terjadi ketika DN menumpang bus Transjakarta koridor 1 jurusan Kota – Blok M.

Kasus serupa juga terjadi pada Sabtu 5 Juni 2010. Saat itu, korban bernama Foni, 31 tahun, dilecehkan Anton Susanto, 32 tahun, pada waktu hendak naik bus Transjakarta.

READ MORE » Pelecehan Seks di Transjakarta Terjadi Lagi

Jamur Raksasa Bikin Heboh Pekanbaru

PEKANBARU - Sekelompok jamur raksasa ditemukan tumbuh di dalam kamar mandi sebuah rumah kontrakan milik Lasimah (65), warga Desa Tanah Merah, Siak Hulu, Pekanbaru, hingga menjadi tontonan warga.

"Saya kaget pertama kali lihat, tapi saya tahu itu jamur," kata Lasimah, Rabu (23/11/2011).

Jamur berwarna putih kekuningan itu memiliki diameter cukup besar, sekitar 40 sentimeter pada bagian payungnya.

Tumbuh secara bergerombol, dengan batang jamur yang juga memiliki ukuran sebesar lengan anak kecil, jamur itu pertama kali ditemukan oleh Lasimah sewaktu membersihkan rumah petaknya yang telah tiga bulan tidak berpenghuni, Senin (21/11/2011) lalu.

Lasimah kemudian melapor kepada ketua RT setempat dan memberitahukan jamur temuannya kepada tetangganya. Berita itu memancing warga sekitar rumah Lasimah mendatangi rumah Lasimah untuk menyaksikan jamur tak lazim itu secara langsung.

Kabar ditemukannya jamur raksasa itu kontan menyebar keluar dari desa dan menarik pengunjung dari berbagai penjuru Kota Pekanbaru. Via (14), misalnya, siswi SMP itu mengaku datang lantaran penasaran dengan kabar penemuan jamur raksasa yang menjadi topik hangat di sekolahnya.

Lasimah tampak sangat menjaga jamur itu. Untuk menghindarkan dari kerusakan, ia memasang pembatas dari kayu dan meminta pengunjung untuk tidak menyentuh jamurnya.

Selain unik, jamur itu juga mendatangkan berkah bagi Lasimah. Tak heran bila nenek itu menggunakan kesempatan langka itu untuk memungut sumbangan dari pengunjung dengan menyediakan kotak kardus.

"Sekadar uang bersih-bersih saja," katanya.

Meski dipungut sumbangan, beberapa pengunjung mengaku tidak keberatan karena fenomena ditemukannya jamur raksasa pertama kali mereka lihat.

Lasimah mengaku ingin memelihara jamur itu hingga mati karena banyak pengunjung memberitahu kemungkinan adanya khasiat yang tersembunyi dalam jamur itu.

Lasimah tidak berniat menjual jamur itu kepada orang yang berniat membeli. Meskipun ada yang menawar mahal, ia akan mempertimbangkannya. "Kalau seharga rumah, saya juallah," ujarnya sambil tertawa.

READ MORE » Jamur Raksasa Bikin Heboh Pekanbaru

Polisi Janji Usut Pembantaian 1000 Orangutan di Kalimantan

JAKARTA - Polri menyatakan pihaknya menjadikan temuan sekitar 1.000 orangutan dibantai setiap tahun di Kalimantan dari 19 LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) sebagai bahan penyelidikan.

Polri tak ingin mengamini temuan LSM tersebut sebelum ada penyelidikan. Sebab, perlu ada bukti yang mendukung temuan tersebut.

"Itu akan menjadi masukan dalam rangka mengungkap bagi penyidik. Misalnya dikatakan 10 ribu (orangutan) dalam setahun, kami kan harus cari buktinya. Apa buktinya? Misalkan buktinya tulang, maka tulang itu akan dicek oleh ahli kedokteran hewan dan forensik, apakah benar itu tulang kera, tulang monyet, atau tulang orangutan atau tulang apa. Kira-kira ini ada berapa banyak, sejak umur berapa, dari berapa lama, itu akan ditelusuri ahlinya," papar Kadiv Humas Polri, Irjen (Pol) Saud Usman Nasution, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (23/11/2011).

Saud berjanji pihaknya akan mencari bukti untuk mengetahui kebenaran temuan 19 LSM tersebut. "Kalaupun 1000 LSM pun, tapi kalau buktinya tak ada, kan susah juga. Enggak bisa jadi patokan. Yang penting, kami cari, ada buktinya. Misalnya, ada 1.000 orangutan, berarti kan tulang-belulangnya sudah banyak. Di mana kami akan temukan tulang-belulangnya? Kalau hanya omongan saja tidak bisa. Tapi, harus ada alat buktinya," tukasnya.

Sebagaimana diketahui, polisi baru mulai peka terhadap pembantaian orangutan yang merupakan satwa dilindungi setelah media massa memberitakan adanya pembantaian orangutan di perusahaan kelapa sawit di Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur.

Setelah Mabes Polri menerjunkan tim ke lokasi, dua karyawan ditangkap atas tuduhan pembantaian orangutan di areal kebun sawitnya. Kedua pelaku mengaku telah membunuh sekitar 20 orangutan sejak 2008 hingga 2010 atas perintah perusahaan karena dianggap sebagai hama.

READ MORE » Polisi Janji Usut Pembantaian 1000 Orangutan di Kalimantan

Pekerja Seks Dapat Uang Saku Rp 3 Juta

MADIUN - Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan memberikan uang saku sebesar Rp 3 juta, kepada pekerja seks komersial yang berhenti dari pekerjaannya dan mau membuka usaha kreatif di kampung halaman.

Pernyataan itu disampaikan Gubernur Soekarwo di Madiun, Jatim, Senin (21/11/2011).

Menurut gubernur, saat ini sudah ada enam kabupaten/kota yang berkomitmen melakukan pembinaan dan penutupan lokalisasi di wilayahnya.

"Daerah-daerah itu di antaranya Kabupaten Blitar, Banyuwangi, Situbondo, Lumajang, dan Surabaya. Pemerintah daerahnya telah berkomitmen dengan saya, untuk melakukan penutupan lokalisasi. Tentunya dengan sejumlah penanganan, sebab saya tidak setuju lokalisasi ditutup tanpa solusi," ujar Soekarwo.

Penanganan terhadap para pekerja seks komersial (PSK) ini dilakukan secara bertahap, dengan mengedepankan pendekatan moral sehingga diharapkan tumbuh kesadaran pada jiwa pelaku.

Setelah itu baru dipikirkan masalah ekonominya yakni terkait bagaimana kelangsungan hidup mereka, setelah tidak lagi bekerja sebagai pekerja seks komersial.

READ MORE » Pekerja Seks Dapat Uang Saku Rp 3 Juta

Memanfaatkan Sampah Secara Efisien

MULYADI, mengoperasikan pencacah sampah
Bagi sebagian orang, sampah menjadi musuh yang sangat dihindari. Bahkan mereka kebingungan membuang sampah. Namun, bagi warga Ds. Sengked, RT 03/03, Dramaga, Kab. Bogor, sampah merupakan aset yang harus diolah sehingga bisa meningkatkan taraf kehidupan mereka.

Warga yang sadar betapa berartinya sampah akhirnya membentuk bank sampah "Senang Artos" atau Senar. Bantuan dari program Posdaya beberapa tahun lalu serta transfer ilmu dan teknologi mahasiswa IPB tidak mereka sia-siakan. Buktinya, saat ini bank yang mereka kelola bisa memproduksi pupuk cair, pupuk kompos, hingga kerajinan dari bekas bungkus sabun, pewangi, dan plastik lainnya.

Salah seorang pengelola, Mulyadi, Minggu (20/11) mengatakan selain mendapatkan keuntungan dari penjualan pengolahan sampah, warga juga merasakan manfaat kebersihan lingkungan.

Air selokan yang mengalir di sekitar permukiman warga pun jernih, sejernih air PAM. Belum lagi kondisi permukiman yang bersih karena hampir tidak ada sampah yang berserakan di sekitar rumah warga. "Bagi kami, sampah bukan musuh. Namun, aset dan penambah pemasukan bagi ekonomi keluarga kami," kata Mulyadi.

Sampah basah yang dikumpulkan warga dibeli oleh bank sampah dan diolah menjadi pupuk cair. Sementara, sampah kering digiling hingga menjadi pupuk kompos yang laik jual.

Pengumpulan sampah biasanya dilakukan dua atau tiga hari sekali. Khusus untuk sampah bekas bungkus plastik, diolah menjadi kerajinan seperti tas, dompet, payung, hingga jas hujan. Hasilnya dikumpulkan ke pengepul dan dipasarkan sampai ke beberapa daerah di Jabar, Jakarta dan sekitarnya. "Bahkan, yang bagus bisa tembus ekspor katanya," lanjut Mulyadi.

Sampai basah sendiri diolah menjadi pupuk cair setelah dicampur dengan sejumlah bahan lainnya. "Ilmunya dapat dari mahasiswa, mereka yang ngasih tahu, terus kita praktikin. Hasilnya lumayan untuk dijual," tambah Mulyadi.

Dari sekitar 5 kilogram sampah basah (kulit buah atau sayur) yang dicampur dengan air dan beberapa bahan lainnya bisa menghasilkan 20 botol ukuran 600 ml pupuk cair yang dijual seharga Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per botol.


READ MORE » Memanfaatkan Sampah Secara Efisien

Diduga Stres, Ibu Bunuh Anaknya

Jakarta - Ketika banyak wanita menginginkan hadirnya buah hati, seorang ibu di Matraman, Jakarta Timur, justru tega membunuh darah dagingnya yang masih berusia dua setengah tahun karena stres, Selasa (15/11) malam.

Kini, Bahri, ayah dari Putra Radit Hariza hanya bisa menangisi kematian anaknya. Radit tewas kehabisan napas karena dibekap ibunya hingga tewas. Aksi kejam sang ibu terhadap anak keduanya itu dilakukan di dalam rumah mereka di RT-10 RW-8, Kelapa Tinggi, Utan Kayu Selatan, Matraman.

Radit yang terbujur lemas tadinya sempat dilarikan ke puskesmas terdekat. Namun, nyawa balita malang itu tidak tertolong lagi. Motif pembunuhan sendiri diduga karena sang ibu bernama Handayani stres.

Polisi yang tiba di lokasi kejadian langsung mengamankan Handayani ke kantor polisi. Bahkan, sebuah bantal yang diduga digunakan untuk membekap mulut sang anak disita sebagai barang bukti.


READ MORE » Diduga Stres, Ibu Bunuh Anaknya

Pembunuhan Sadis di Wisma Kampus UM Malang

MALANG – Anggota Polres Malang Kota dituntut untuk terus siaga. Bagaimana tidak, baru delapan hari berselang dua kasus pembunuhan terjadi. Pertama pembunuhan dengan korban Adrian Jay Pereira, 22 tahun, mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya (Unibraw) asal Slangor Malaysia, Senin (7/11) malam lalu. Kemarin, pembunuhan kembali terjadi. Korbannya Filsa Kurnianto, 15 tahun, warga Jalan Bantaran Gg IIIB, Kota Malang.

Filsa ditemukan tidak bernyawa di bangunan bekas wisma Ambarawa, Jalan Ambarawa Dalam 3 RW03 Kelurahan Sumbersari, Lowokwaru.

ABG ini tewas dalam posisi tubuhnya miring ke kiri dan kedua kakinya menekuk, dengan salah satu kaku jatuh ke saluran air, dengan sekujur tubuh bersimbah darah.
Terlihat jelas, pembunuh sangat sadis saat menghabisi nyawa anak muda ini. Kesadisan itu terlihat dari luka yang ditemukan di tubuh korban.

Menurut Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Anton Prasetyo, ada 11 luka ditemukan di sekujur tubuh korban. Tujuh tusukan serta empat luka sayatan. ’’Lukanya, dua luka tusuk di atas dan bawah telinga kiri, satu luka tusuk di leher, dua luka tusuk di dada kiri diduga tembus paru-paru, tiga luka sayatan di lengan kiri, satu luka tusuk di perut kanan, satu luka tusuk di tumit kiri, dan satu luka sayat di jari telunjuk kaki kiri,’’ ungkap Kasat yang kemarin langsung datang untuk melakukan olah TKP.

Terkait kasus pembunuhan ini, tim buser Polres Malang Kota pun langsung bergerak cepat. Hasilnya, pelaku pembunuhan pun dapat diamankan.
Adalah Wahyu Prioutomo, 19 tahun, warga Jalan Jaksa Agung Suprapto Gg I L, Malang. Wahyu ditangkap petugas di IRD RSSA Malang, selang dua jam setelah kejadian. ’’Saat itu tersangka sedang mengobati luka tusuk di kaki kanannya dan langsung kami tangkap,’’ terang Kasat.

Hanya saja, hingga berita ini ditulis, polisi belum dapat memastikan sebab tersangka menghabisi nyawa korban. ’’Lha itu tersangkanya baru diamankan dan belum diperiksa. Tunggu ya,’’ kata alumni Akpol 2003 ini.

Dugaan sementara, Prio nekat membunuh Filsa karena tersinggung, dengan perkataan korban. ’’Informasi awal, sebelumnya Filsa sempat menuduh Prio, telah mengirimkan SMS ke kakaknya, dan melaporkan kegiatan korban yang negatif. Tapi begitu, kami terus mendalami. Karena selain salah paham itu kami juga mendapat informasi jika sebelumnya korban sempat mengirimkan SMS kepada tersangka, yang isinya menantang berkelahi hingga mati,’’ katanya mantan Kanit SPK Polres Makasar Timur ini.

Dijelaskan Kasat, perbuatan sadis ini sendiri berawal Prio, Filsa dan lima temannya, masing-masing Rio, Tyas, Zen, Gembul dan Dani mendatangi bangunan bekas Wisma Ambarawa, untuk melakukan pesta miras. Saat minum-minum inilah, kemudian antara Filsa dan Prio terjadi perdebatan.

Lantaran terus emosi, Prio pun menyuruh Tyas satu-satunya wanita, untuk pergi meninggalkan TKP. Saat itu Tyas mengajak Rio, siswa kelas 7 SMP Salahudin, yang saat itu juga ikut pesta miras. Namun sebelum pergi, Tyas lebih dulu melihat dari jendela yang berada tidak jatuh dari TKP.

’’Saat itu saksi Tyas, melihat korban sempat memukul dan mencekik leher Prio. Kemudian, korban mengambil pisau, yang langsung ditusukkan dan mengenai betis kanan Prio,’’ ungkap Kasat.

Melihat kejadian tersebut Tyas pun berteriak histeris, hal ini membuat Filsa kaget, dan melihat Tyas. Kesempatan itulah digunakan merebut pisau tersebut dari tangan Filsa. Berhasil direbut, Prio pun menusukkan pisau tersebut dengan membabi buta.
’’Saat tersangka menusukkan pisau, saksi sempat melihat, tapi kemudian pergi naik motor,’’ tambah Kasat.

Prio sendiri usai menghabisi nyawa korban memilih untuk kabur. Bahkan, lantaran panik dia meninggalkan tas, serta satu sepatu miliknya di TKP. Sedangkan pisau yang digunakan membunuh dibuang pelaku di Jalan Pisang Kipas.

Kasus pembunuhan ini sendiri terungkap, setelah petugas mendapatkan keterangan para saksi. Menurut Kasat, begitu mendapat laporan dari warga terkait kasus pembunuhan ini pihaknya langsung datang ke TKP.

’’Dari awal, kami sudah memegang nama Rio, yang kemudian kami amankan. Dari Rio kemudian berkembang kepada tersangka Prio ini,’’ tambah Kasat, yang mengatakan tiga teman Prio yaitu Zen, Gembul, serta Dani hingga saat ini masih kabur.
’’Tersangka kami kenanakan pasal 80 ayat 3 UU 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara,’’ tandasnya.


READ MORE » Pembunuhan Sadis di Wisma Kampus UM Malang

Istri Bakar Suami Gara-Gara Tak Balas SMS

SURABAYA - Gara-gara jarang dibalas pesan singkat atau SMS, Lisa Kusumawati (36),nekat membakar suaminya, Tomi Zela (46).

Akibat ulahnya itu wanita yang kos di Jalan Dukuh Pakis VI-A, Surabaya, Jawa Timur, terpaksa berurusan dengan polisi.

Suami siri Lisa itu menderita luka bakar hingga 85 persen. Diduga perbuatan Lisa ini dipicu persoalan ekonomi.

Peristiwa pembakaran terjadi di rumah kos Lisa dan Tomi, Selasa (15/11/2011) dini hari. Saat itu Tomi yang baru saja pulang kerja terlibat pertengkaran dengan Lisa. Tak beberapa lama kemudian Tomi membuang botol pembersih dari dalam kamarnya. Rupanya hal ini membuat Lisa semakin marah.

Sembari menggendong anaknya, Anton (9 bln), Lisa keluar kos lalu membeli bensin dipinggir jalan. Sesampai di dalam kamar kos, Tomi yang mengetahui ulah istrinya merampas bensin. Naasnya, Lisa justru mengenggam erat botol bensin dan mengakibatkan bensin tumpah di baju Tomi. Kemudian, Lisa menyulutnya dengan korek api.

“Api yang menyala di tubuh korban mengakibatkan kulit luar korban menderita 85 persen terbakar. Korban dirawat di RSUD Dr. Soetomo,” kata Kapolsek Dukuh Pakis Kompol Rakidi, Selasa (15/11/2011).

Aksi nekat sang istri Lisa karena kesal dengan sikap Tomi. Menurutnya Tomi kerap tak membalas sms dan saat ditelepon dijawab dengan ngelantur.

“Balasan SMS isinya ngelantur. Terus saya tanya dimana, kok ditelpon gak bisa. Dia jawab, kerja itu nggak ngurusi terima telpon terus. Lha terus kapan ada waktu saya bisa telpon,”kata Lisa.

READ MORE » Istri Bakar Suami Gara-Gara Tak Balas SMS

Warga Temukan Kura-kura Raksasa

JAKARTA - "Saya tidak mimpi apa-apa. Ini kura-kura bukan siluman ya," sahut Haji Zaenudin Bombay, warga Jalan Tanjung Barat Selatan atau Gang 100 Rt 11/ RW 01, saat warga terus-menerus bertanya hal yang sama kepadanya, Senin (14/11/2011).


Semua penasaran tentang bagaimana kura-kura raksasa ini ditemukan. Mereka juga bertanya apakah ada pertanda berupa mimpi atau apapun. Berhubung kura-kura raksasa ini ditemukan pada hari unik yaitu Jumat (11/11/2011). Angka triple 11 memang diyakini membawa peruntungan khusus bagi sebagian orang.


Haji Bombay dengan sabar menjawab pertanyaan warga yang datang silih berganti. Ibu-ibu usai pengajian, anak-anak, remaja, hingga media massa televisi, cetak, online, pejabat kelurahan Tanjung Barat, hingga aparat polisi dari polsek Jagakarsa. Ia membebaskan orang untuk melihat tanpa ditarik bayaran.


"Padahal saya baru kehilangan motor nih. Kalau saya tarik pungutan seribu per orang wah, sudah kaya saya," seloroh Haji Bombay.


Sambil berusaha melayani petugas kelurahan yang datang, ia bolak-balik mengawasi anak-anak yang menonton kura-kura yang disimpan di lahan kosong depan rumahnya di Jalan Tanjung Barat Selatan atau Gang 100 Rt 11/ RW 01.

"Eh, jangan terlalu dekat, nanti jatuh digigit," kata Haji Bombay.

Saat ini kura-kura itu disimpan di kolam kecil bekas memelihara ikan yang panjangnya 2,5 meter, lebar 1 meter, dengan kedalam 1,5 meter. Tubuh kura-kura dengan berat sekitar 140 kilogram tersebut, tampak tak memiliki banyak ruang gerak. Sekali-sekali satwa itu berputar berganti arah.

Gelombang warga yang datang tak henti-henti, hingga hari menjelang gelap. Akhirnya karena cemas, kolam kering itu ditutup bagian atasnya dengan pagar besi, yang kebetulan disimpan di lahan kosong tersebut.

Menurut Haji Bombay, bila gelombang warga yang berdatangan semakin banyak dan tak dapat lagi diawasi, ia akan menutup gerbang lahan kosong tersebut

READ MORE » Warga Temukan Kura-kura Raksasa